Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Selasa, 28 November 2017

Review 115 Proposal Sebelum Unggah ke Simbelmawa

PERBAIKI: Perbaikan proposal dilakukan oleh mahasiswa pengusul PKM 
           tingkat universitas setelah lolos seleksi, Minggu (26/11)

Lpmmata.com - Matangkan sebelum unggah ke Simbelmawa 30 November mendatang, Universitas Tidar review 115 proposal PKM kemarin, Minggu (26/11). Sebelumnya proposal ini telah melewati tahap seleksi tingkat universitas dari 275 proposal yang diusulkan.

Salah satu mahasiswa pengusul PKM yang lolos tingkat universitas, Fikha Nada Naililhaq mengatakan proposal tersebut meliputi lima bidang. “Ada lima. PKM-PENELITIAN (PKM-P), PKM-KEWIRAUSAHAAN (PKM-K), PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM-M), PKM-PENERAPAN TEKNOLOGI (PKM-T), dan PKM-KARSA CIPTA (PKM-KC),” katanya.

Ia menerangkan parbaikan ini dimulai dengan pengarahan dari dosen, dilanjut pengecekan oleh reviewer. “Terdapat 3 ruangan yang menjadi tempat berlangsungnya acara tersebut. Setiap ruangan terdapat dosen yang memberikan pengarahan serta terdapat dosen sebagai reviewer,” lanjutnya. Trisma Jaya Saputra, Dian Marlina Verawati, Malik Al Firdausi, Adhi Surya Perdana, Baruna Kusuma dan Xander Salahudin, Nuwun Priyono, Farikah dan Joko Tri Nugraha didaulat sebagai pereview proposal yang akan diunggah ke Simbelmawa tersebut.

Nada melanjutkan, pengecekan ini dilakukan dua tahap. “Pertama dilakukan oleh reviewer 1 untuk mengecek format penulisan, isi, kontennya, dan kesesuaian judul yang diajukan. Tapi dengan ccatatan tidak mengubah isi proposal itu sendiri. Selanjutnya akan dicek kembali oleh reviewer 2,” jelasnya. Setelah semua memenuhi standar sesuai dengan Pedoman PKM 2017, masing-masing kelompok dianjurkan kembali mencetak lampiran pengesahan yang selanjutnya akan ditandatangani oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaaan dan Alumni, Bambang Kuncoro.


“Dengan persiapan yang lebih matang seperti ini semoga banyak proposal yang lolos saat telah diunggah nanti,” ujar Suwasdi, pengusul PKM lainnya. Mahasiswa Program Studi Agroteknologi tersebut mengaku optimis karena pengecekan ini dilakukan secra detail dan teliti. (Mg.08)
Read more ...

150 Maba Sipil Tanam Pohon di Gunung Tidar

TANAM: Penanaman pohon tatebuya di Gunung Tidar oleh Muhammad Amin (kiri), 
                 Kepala Jurusan Teknik Sipil Untidar bersama Kepala UPT Kawasan 
                 Gunung Tidar, Widodo (kanan).
Jika biasanya bakti sosial berbentuk kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Tidar punya cara lain untuk bersosial. Kemarin, Sabtu (10/11), HMTS ajak 150 mahasiswa baru Teknik Sipil beramai-ramai tanam 22 pohon di Gunung Tidar.
Ketua Panitia, Fuad Trilaksono mengatakan terdapat dua jenis pohon yang ditanam di sana. “Ada 12 pohon tatebuya dan 10 pohon pisang,” katanya.
Ia menerangkan pemilihan pohon ini mempertimbangkan jumlah kera penghuni yang kini melonjak pesat. “Jumlahnya banyak, sedangkan bahan makanan masih terbatas. Inilah yang menjadi pertimbangan,” jelasnya.
Seperti yang dilansir Kompas, Catatan UPT Kawasan Gunung Tidar Magelang menyebutkan bahwa setiap tahun populasi kera cenderung meningkat drastis. Dalam jangka waktu dua tahun saja, perkembangbiakan binatang primata itu mencapai 100 persen.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) UPT Kawasan Gunung Tidar, SW Wahyuono, beberapa waktu lalu menyebutkan tahun 2015, jumlah kera ekor panjang tidak lebih dari 300 ekor. Namun, semester pertama 2017 ini jumlahnya bertambah hingga sekitar 600 ekor.
“Empat bulan lalu, tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan penelitian yang hasilnya menyebutkan bahwa ada sekitar 600 ekor monyet hidup di Gunung Tidar saat ini,” papar Wahyu.
Sementara pemilihan pohon tatebuya, Fuad menambahkan, melihat dari segi potensi wisata yang ada di sana. “Kita lihat potensi di sana. Banyak wisatawan yang berkunjung. Ini menjadi salah satu hal yang akan meningkatkan daya tarik wisatawan,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, penanaman ini dilakukan di dua titik. Pohon tatebuya ditanam di puncak bukit, sedangkan pohon pisang di lembah. “Untuk tatebuya di atas, sedangkan pisang di bawah,” lanjutnya.
Di sisi lain, mahasiswa Teknik Sipil semester 3 itu menerangkan kegiatan ini dilakukan sebagai perwujudan dari salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, pengabdian masyarakat. “Ini adalah satu bentuk dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Tapi kami mengemasnya dengan cara yang berbeda. Berbakti sosial dengan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini mampu mengajak mahasiswa untuk lebih mengenal wisata yang ada di Magelang sekaligus mengajak untuk menghargai alam sekitar. “Terutama bagi mahasiswa yang belum pernah ke Gunung Tidar,” tambahnya.
Senada dengan Fuad, salah satu peserta baksos, Julian Winantun  Triniko turut mengapresiasi kegiatan ini. “Sangat bermanfaat sebagai ajang pengenalan wisata di Magelang. Sekaligus lebih bisa mencintai lingkungan,” katanya.(Flo)
Read more ...

Minggu, 26 November 2017

HMM Ultah: Service Motor Hanya 40 Ribu


Lpmmata.com-Serangkaian acara untuk memperingati ulang tahun ke-5 Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Tidar (UNTIDAR) digelar sejak beberapa hari lalu. Salah satunya, pada penyelenggaraan service motor murah di halaman depan Perpustakaan UNTIDAR. Hanya dengan 40 ribu rupiah masyarakat kampus maupun masyarakat umum dapat menikmati layanan service murah.
HMM yang bekerja sama dengan PT. Ahass menargetkan peserta sebanyak 30 hingga 35 motor perharinya. Namun, karena beberapa faktor, pelayanan service murah tersebut belum memenuhi target. “Untuk pelayanan hari ini hanya mendapat 25 saja. Mungkin faktor hujan dan tadi ada safety riding dari Satlantas Kota Magelang,” jelas Heru Kurniawan mahasiswa S1 Teknik Mesin saat ditemui di stand service.
Berbeda dengan service yang dilakukan diluar acara ini tentunya dari segi harga. Tarif yang ditawarkan lebih murah 30% dari tarif sebenarnya. Tetapi, pelayanan tersebut diluar penggantian sparepart dan oli. Meskipun demikian, masyarakat banyak yang tak mau melewatkan kesempatan tersebut. “Lumayan bisa menghemat pengeluaran karena ada potongan harga yang ditawarkan,” ungkap salah satu pengunjung. Perlu diketahui juga, kegiatan tersebut juga sudah menjadi program yang dikeluarkan oleh PT. Ahass terkait service murah kepada pelajar maupun masyarakat umum.
Enam mekanik diterjunkan untuk melayani masyarakat yang ingin menyerviskan kendaraan miliknya. Meskipun demikian untuk melayani seluruh peserta, mereka dibantu oleh 4 mahasiswa yang menjadi asisten mekanik. Tentunya mereka yang terpilih adalah mahasiswa yang telah menjalani pelatihan serta menjadi beberapa yang terbaik diantara yang lainnya. “Ada pelatihan dulu kemudian diambil 4 mahasiswa yang terbaik,” jelas Heru.
Pelayanan murah ini mendapatkan respon positif dari mahasiswa, karyawan, maupun masyarakat luar UNTIDAR. Terbukti dengan ungkapan peserta yang menyatakan bahwa acara tersebut memudahkan bebagai lapisan masyarakat yang ingin melakukan service motor. Mereka yang kurang memiliki waktu luang untuk datang langsung ke tempat layanan service, dapat menikmati layanan tersebut di kampus UNTIDAR. “Peserta banyak yang menanggapinya dengan respon positif. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa kurang memiliki waktu luang sehingga dengan adanya pelayanan ini mereka merasa diuntungkan. Tanpa harus meninggalkan kesibukannya juga,” ungkap Heru.

Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, HMM menginginkan adanya pelayanan yang lebih dari yang diberikan saat ini. “Setelah kami mendapat banyak respon positif d, kedepannya kami menginginkan tidak hanya memberikan service motor murah saja, tetapi bisa digratiskan. Selain itu, juga menginginkan kerja sama dengan beberapa perusahaan lain agar semua jenis motor bisa diservicekan di sini,” tambah Heru. Selain sebagai salah satu bentuk pengabdian, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai sarana pengenalan kampus UNTIDAR kepada masyarakat luas. Adapun keuntungan lainnya dapat diperoleh lulusan UNTIDAR yang akan memasuki dunia kerja. “Harapan lainnya dnegan adanya kerja sama ini, lulusan UNTIDAR mendapat banyak link pekerjaan,” tutup Heru saat diwawancarai Kamis (23/11) lalu. (Lst)
Read more ...

Negeri Lautan Pincang

Negeri Lautan Pincang
karya: Khoirul Prasetyo Utomo

Di negeriku, Negeri lautan pincang.
Ayat-ayat ketegakan ditimpangkan,
Suara-suara kebenaran dibungkam,
Yang berjalan lantunkan pekikan-pekikan kegelisahan ditendang,
Yang menangis-nangis tangisi infrasonik politik picik terbuang di sendang kegelisahan.

Di negeriku, Negeri lautan pincang,
Yang benar disalah-salahkan,
Wajahnya pun disiram-siram,
Yang salah dibenar-benarkan,
Tak pandang, ia dibela mati-matian,

Di negeriku, Negeri lautan pincang,
Keadilan adalah pekikan-pekikan pertanyaan,
Kemungkaran adalah ajang permainan dan gengsi ketidakmampuan,
Hukum adalah pundi-pundi pertanyaan yang terus dipertanyakan di mana ia akan semayamkan pukulan,

Di negeriku, Negeri lautan pincang,
Wakil Tuhan pun di buat pincang oleh mata pincang dan si hati pincang,

Di negeriku, Negeri lautan pincang,
(Anggapnya)
Kepincangan adalah peradaban kemajuan zaman,
Kepincangan adalah kemewahan,
Kepincangan adalah zat adictif ketulinan pun kebutaan,

Di negeriku, Negeri lautan pincang,
Yang tak pincang di pincang-pincangkan,
Yang pincang tak di pincang-pincangkan,
Siapa yang pincang ialah tuan, ialah kawan,
Siapa yang tak pincang ialah lawan.

Di negeriku, Negeri lautan pincang,
Pekik pertanyaan tak hengi berkumandang tanyakan Kewarasan Tuan!

Negeriku, Negeri lautan pincang!

Magelang, 26 November 2017
Read more ...

Minggu, 12 November 2017

Kurang Cermat, Kamera Diembat

Beda: Format KTM resmi Universitas Tidar (kiri) tak sama dengan 
           format KTM palsu (kanan) yang digunakan pelaku.

Kurang cermat mengecek keaslian Kartu Tanda Mahasiswa (KTM),  kamera pemilik usaha rental asal Pringsurat, Temanggung, dibawa kabur sejak Senin (30/10). Dari kartu identitas yang ditinggalkan, pelaku yang diketahui berisinial AP terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Tidar. Menurut penuturan sang pemilik, Irmala Saputri, pihaknyatelah mengkonfirmasi ke Untidar. Namun pelaku ternyata tidak terdata sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi tersebut.
”Melalui kakak saya sudah mengklarifikasi ke pihak universitas. Hasilnya itu KTM palsu. Orang yang meninggalkan kartu identitas mahasiswa Universitas Tidar itu tidak terdata sebagai mahasiswa di sana,” katanya.
Ia menerangkan AP harusnya mengembalikan kamera Cannon 1200D seharga 3.5-4 juta miliknya satu hari setelah pemakaian. Alih-alih kembali, setelah empat hari AP tidak bisa dihubungi. “Senin dia sewa kamera Cannon 1200D. Harusnya setelah satu hari dikembalikan,” ujarnya.
Saputri mengaku, memang pihaknya tidak mencocokkan antara KTM dan KTP sang peminjam. “Yang ngelepas kamera saat itu orang tua. Mungkin lupa untuk mencocokkan antara KTM dengan KTP,” lanjutnya.
Dari kejadian ini, ia mengatakan hal tersebut harus dijadikan pelajaran. Apalagi siswa kelas 12 SMA N 1 Pringsuratinibaru merintis usaha rental kurang lebih satu tahun. “Memang ini harus dijadikan pelajaran agar saya atau siapapun lebih berhati-hati,” terangnya.
Diketahui dari KTM, pelaku terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Hukum program studi Manajemen. Akan tetapi, fakultas dan prodi yang tertera tidak sesuai dengan yang ada di Untidar. “Fakultas dan prodi tidak cocok. Sudah kami cek, nama tersebut tidak ada di data universitas,”  ujar Humas Untidar, Kusumo Wardani. Seperti yang diketahui Untidar memang membuka prodi baru yakni S1 Manajemen dan S1 Hukum. Namun S1 Manajemen berinduk ke Fakultas Ekonomi, sedangkan S1 Hukum berinduk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Dani menerangkan Untidar telah mendesainkan KTM dengan sebaik-baiknya. Barcode dan tanda tangan Rektor lengkap dengan stempel pun tertera di sana. Alamat dan nomor telfon Untidar juga turut dicantumkan. “Ketika discan, Nomor Induk Mahasiswa (NPM) akan muncul,” sambungnya.
Dirinya menghimbau agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati. Ia mengatakan pihak universitas terbuka untuk konfirmasi terkait KTM jika dijadikan jaminan peminjaman semacam ini. “Kami terbuka jika yang meminta konfirmasi jelas orangnya dan jelas alasannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak universitas berencana untuk mengunggah format KTM resmi Untidar sebagai informasi kepada masyarakat. “Masyarakat bisa kroscek melalui web nantinya,” katanya.  (Flo/LPM MATA)
Read more ...

Jumat, 10 November 2017

Disindir Duta “Ke mana kau selama ini?”, Milenis Ketawa

Beraksi: Band kawakan, Sheila On 7 menunjukkan aksi panggungnya di depan penonton
              konser Galical, kemarin (8/11). sumber foto: @magelanghits

Sebagian besar penonton Gala Historical “Galical” peringatan hari jadi SMA N 2 Magelang ke 38 mengaku baru pertama kali menonton secara live band kawakan Sheila On 7 saat ditanyai Duta ketika konser berlangsung, kemarin (8/11). Spontan saat itu juga Duta menjawab dengan sepenggal lirik lagu mereka “Ke mana kau selama ini?”. Ramai-ramai, penonton yang mayoritas dipenuhi oleh kaum milena itu pun ketawa mendengar celetuk sang vokalis.
Mendengar ketawa penonton, Duta kemudian meneruskan guyonannya dengan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang baru pertama kali menonton bandnya. “Tapi saya berterima kasih kepada kalian yang memaksakan diri untuk ke sini menonton kami malam ini,” lanjut pria asal Jogjakarta yang berhasil menyedot perhatian dengan aksi panggungnya di AIM parkiran Atros kemarin.
Sementara itu, salah satu penonton, Nadia Hanifah mengaku agak malu ketika ditanya Duta seperti itu. “Memang agak malu ketika Om Duta secara langsung menanyakan itu. Memang menonton konser adalah bentuk apresiasi paling besar buat mereka. Namun fans itu kuncinya men-suport idolanya. Tapi tentu caranya yang berbeda-beda,” katanya. Nadia mengatakan salah satu caranya mendukung yaknidengan membeli album Sheila On 7. “Streaming di spotify juga,” ujar siswa SMA N 1 Muntilan tersebut.
Lain halnya Nadia, Siti Khalimah mengaku kaget mendengar pernyatan Duta malam itu. Namun dirinya seketika ketawa mendengarnya. “Sempet kaget waktu Om Duta bilang seperti itu. Tapi tahu kalau itu maksudnya cuma bercanda,” katanya.
Meskipun terbilang kaum milenis, siswa SMA N 1 Kota Mungkid tersebut mengaku menggilai karya-karya band yang digawangi Duta, Eros, Adam, dan Brian itu. “Meskipun band lama, tapi lagu-lagu mereka banyak disukai dari anak-anak remaja hingga dewasa. Lagunya bagus, maknanya dalam. Pembawaan vokalis juga santai, asik sih,” ujarnya. Khalim juga menambahkan lagu-lagu mereka tidak membosankan dan mudah diterima di masyarakat.
Hal itu juga diakui oleh Nadia. Keduanya bahkan kompak menyatakan bahwa meskipun band tersebut eksis bukan di era mereka, karya Sheila On 7 mampu mewakili perasaan anak-anak muda zaman sekarang. “Tipe-tipe anak muda zaman sekarang. Seperti bisa mengikuti perkembangan zaman. Dari dulu sampai sekarang tetap banyak yang tahu dengan karya-karya mereka,” aku keduanya.

Keduanya bahkan menginginkan mereka untuk kembali eksis di dunia musik. “Pengen banget, udah lama gak ada lagu baru. Tapi gak bosen juga sama lagu lamanya,” ujar keduanya.
Ketika ditanya siapa yang paling digemari di antara ke empat personil Sheila On 7 keduanya bersamaan mengatakan Duta-lah yang paling mereka kagumi. “Dia itu karismatik. Punya ciri khas suara dan punya gaya yang berbeda ketika bernyanyi,” sambung mereka.

Selain band yang eksis di tahun 1999 hingga 2000an itu, konser tersebut turut menghadirkan Hanin Dhiya, penyanyi yang sedang digandrungi anak muda karena lagu-lagu yang dicovernya di YouTube. Tak hanya itu, band-band lokal asal Magelang seperti Nancy dan Happy Summer serta band lokal asal Jogjakarta yakni Robbrs juga meramaikan acara tersebut. (Flo)
Read more ...

Kamis, 02 November 2017

Magelang Berpotensi Jadi Lokasi Pengembangan Science Techno Park



Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Pengembangan Science Techno Park (STP) yang bertujuan melihat kesiapan lokasi pengembangan STP di Magelang telah berlangsung di Universitas Tidar, Kamis (02/11). Acara tersebut dihadiri Tim Satker Kelembagaan Ilpeng dan Dikti, Dikjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti yang diwakili oleh Edi Jatmika dan David. Tim tersebut menggali informasi dan potensi dari wilayah Kota Magelang khususnya untuk dijadikan bahan pertimbangan pengembangan STP di wilayah ini. Edi Winarno, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magelang, mengatakan bahwa Magelang memiliki potensi industri yang merupakan salah satu dari 4 indikator kelayakan STP.
Edi Winarno menambahkan bahwa potensi industri yang dimiliki Magelang perlu ditingkatkan. “Potensi industri di Magelang salah satunya adalah industri tahu. Tapi, dalam pengolahannya sampai saat ini, kami masih mengalami kesulitan pengelolaan limbah yang dihasilkannya. Jika STP nanti dibangun, kami berharap permasalahan industri kecil yang seperti ini bisa dibantu solusinya,” ujar Edi.
Selain Disperindag Magelang, FGD ini juga melibatkan perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) di wilayah Kota Magelang. Di hadapan perwakilan dari beberapa dinas tersebut serta jajaran pimpinan Untidar, David memaparkan konsep dasar STP. “Ada tiga unsur terpenting dalam pengembangan STP, yaitu Academic, Bussines, dan Government disingkat ABG. Unsur akademik adalah perguruan tinggi, bisnis adalah praktisi, dan pemerintah daerah,” jelas David.
STP merupakan suatu wahana sinergi kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mewujudkan ekonomi berbasis inovasi dalam kerangka sistem inovasi daerah. Indikator kelayakan STP meliputi potensi daerah, potensi sosial, ekonomi dan budaya, potensi kelembagaan, dan potensi pengembangan teknologi dan inovasi. STP telah tercantum dalam Visi Misi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yaitu dalam isi Nawa Cita ke-6 yang berbunyi “Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik, dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini.
Sejalan dengan itu, Rektor Untidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., menyatakan bahwa siap membantu dan berkontribusi penuh jika akhirnya Kota Magelang disetujui sebagai lokasi STP. “Sivitas akademika Untidar siap membantu dalam bidang riset, sumber daya manusia serta fasilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan STP,” tutur Rektor.
David pun menambahkan, kami berharap bisa kembali kesini (Untidar) untuk melanjutkan proses pengembangan STP ke proses selanjutnya. Semoga hasil FGD ini bisa dipertimbangkan untuk segera ditindaklanjuti.”


Read more ...

Kapolres Magelang Luncurkan 55 Personel Operasi Zebra

Kapolres Magelang Kota siap meluncur untuk operasi zebra 

MAGELANG – Puluhan personel diterjunkan Kapolres Magelang untuk melakukan operasi zebra yang berlangsung selama  14 hari, mulai hari ini Rabu (1/11) sampai dengan Selasa (14/11). Kejadian ini dilakukan untuk mengevaluasi kejadian satu bulan lalu dengan mengetahui meningkat atau menurunnya pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Kota Magelang khususnya. Pelanggar tertinggi di Kota Magelang adalah pelajar.
Berlaku Operasi zebra ditekankan pada upaya penegakkan hukum, karena pola operasi ini 60% penegakkan hukum atau tindakan represif, 20% tindakan pencegahan atau preventif, dan 20 % adalah tindakan berupa bimbingan penyuluhan atau konseling.
Operasi ini melibatkan instansi terkait seperti TNI, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, POM, dan rekan-rekan dari satpol PP.  Adanya pelibatan fungsi profesi dan pengamanan, rekan-rekan dari provos kita libatkan, termasuk juga stageholder lainnya. Oleh karena itu, operasi ini juga mengundang instansi terkait.
Fungsi pencegahan tidak hanya untuk masyarakat yang melanggar, tetapi juga untuk anggota yang melakukan pelanggaran. Sasaran  operasi ini adalah melawan arus, melintasi marka, dan semua pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi terhadap kecelakaan lalu lintas.
“Kami menghimbau bagi masyarakat kota Magelang untuk patuhi peraturan lalu lintas. dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan, tidak hanya menyelamatkan diri pengendara, juga diri orang lain”. Pesan AKBP Kristanto Yoga Darmawan sebagai Kapolres Magelang Kota.
Terkait dengan terjadinya pungli oleh personel di lapangan karena pada operasi zebra ini ada empat satgas.  Selain satgas penindak penegakan hukum, ada satgas preventif, termasuk satgas bantuan operasi. Di dalam preventif itu tidak hanya tindakan kepolisian terhadap masyarakat tetapi juga ada tindakan internal polisi untuk pengawasan ke dalam.

 “Selama ini angka pelanggaran sebulan kemarin 3280 orang yang melanggar lalu lintas,” Tambah AKP Marwanto sebagai Kasatlantas Polres Magelang Kota.
Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com