Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Senin, 20 Mei 2019

Charity on Ramadan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNTIDAR Ajak Puluhan Anak Asuh Panti Ar-Rahman Buka Bersama


Buka Bersama: Dr. Bambang Surendro, M.T., M.A. sedang mengisi acara Charity on Ramadan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil  
Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil adakan buka bersama (bukber) di Auditorium Universitas Tidar pada, Jumat (17/5) dengan mengundang civitas akademika Teknik Sipil UNTIDAR dan alumni Teknik Sipil serta anak asuh panti Ar-Rahman.
Bukber dengan tema "Spirit ramadan untuk optimasi civitas akademika dengan berbagi bersama" bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antar civitas akademika dan alumni teknik sipil untidar dan berbagi bersama dengan anak-anak asuh panti Ar-Rahman.
Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen dan turut hadir juga Wakil Dekan Fakultas Teknik Trisma Jaya Saputra.
"Buka bersama Teknik Sipil kali ini cukup berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun tahun sebelumnya kita hanya buka bersama dengan seluruh civitas Teknik Sipil dan alumni Teknik Sipil, untuk kali ini kita juga mengundang anak asuh panti dengan harapan teman teman Teknik Sipil ikut berbagi kebahagiaan dengan saudara saudara dari panti" kata Irwan selaku ketua panitia.
"Ada 67 anak asuh panti yang kita undang. Selain makanan berat, kita juga menyediakan takjil dan juga hiburan" tambah Irwan.
Anak asuh panti Ar-Rahman yang diundang pada acara tersebut begitu antusias dengan diselenggarakan acara buka bersama ini.
"Saya merasa sangat senang diundang dalam acara ini. Teman-teman juga antusias untuk mengahdiri acara buka bersama yang diadakan oleh kaka kaka dari Teknik Sipil Untidar ini. Semoga kaka kaka Teknik Sipil dan seluruh peserta yang datang dapat mendapatkan pahala serta berkah dari Allah SWT" tutur salah satu anak asuh panti Ar-Rahman Khoiry Roki.
Semoga buka bersama Teknik Sipil ini dapat berlangsung terus menerus dengan harapan kedepannya kita bisa menjaga tali persaudaraan di lingkungan Teknik Sipil dan peduli terhadap sesama.


Read more ...

Minggu, 19 Mei 2019

Kampus UNTIDAR terapkan Alur Baru Registrasi SNMPTN 2019


Registrasi: Beberapa Mahasiswa Baru Sedang Menjalani Proses Registrasi dengan Orang Tua/Wali 
Calon mahasiswa baru (camaba) jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019 baru saja melaksanakan tahap registrasi pada Rabu (15/5) kemarin. Registrasi dilakukan di Auditorium Universitas Tidar oleh panitia Penerimaan Mahasiswa Baru.
Menurut Panitia PMB, dari total 664 calon mahasiswa baru jalur SNMPTN, hanya 554 orang yang melakukan registrasi. Di lain sisi, alur registrasi kali ini memiliki sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada adanya sistem baru di mana camaba diwajibkan membuka rekening BTN dan Bank Jateng di lokasi registrasi. Pembuatan rekening tersebut digunakan untuk pembuatan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang terintegrasi pada kartu ATM. Selain itu, camaba juga diwajibkan menunjukkan bukti kepemilikan Asuransi Jiwa. Jika tidak memiliki, camaba dapat membuatnya di lokasi registrasi. Hal ini digunakan untuk memberikan jaminan kecelakaan diri selama melaksanakan pendidikan di UNTIDAR.
Seolah telah menjadi tradisi, proses registrasi bagi camaba juga diikuti dengan "Sapa Camaba", yaitu sambutan dari Ormawa serta Ormada kepada para calon mahasiswa baru. Registrasi kali ini pun mendapat sambutan yang hangat dari beberapa perwakilan Ormawa maupun Ormada. Tidak hanya itu, perbedaan alur registrasi pada tahun ini juga tak luput dari perhatian para mahasiswa.
Fadli Kemal Mahendra, anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi menganggap bahwa adanya pembuatan rekening Bank Jateng dan BTN sudah dipertimbangkan oleh pihak kampus untuk mempermudah mahasiswa baru. “Pembuatan rekening Bank Jateng maupun BTN penting tidaknya bagi mahasiswa baru tergantung dari bagaimana dia menggunakan rekening tersebut,” ungkapnya. Ia berharap semoga mahasiswa baru mampu memajukan Universitas Tidar.
 Menurut Dina Amalia dari Paguyuban Mahasiswa Tidar Jepara (PAMADARA), alur registrasi jalur SNMPTN kali ini mempunyai banyak perbedaan dengan tahun lalu. “Kalau alur registrasi mulai masuk sampai keluar sama, tetapi registrasi di dalamnya yang berbeda. Setahuku perbedaannya hanya ada pada pembuatan rekening Bank Jateng, BTN, dan asuransi jiwa. Untuk keseluruhan masih sama dengan tahun sebelumnya,” ujarnya. Dia juga menuturkan, sistem kali ini mempunyai sisi baik terutama dengan adanya asuransi jiwa bagi mahasiswa sehingga mahasiswa lebih terjamin. Hanya saja alur registrasi kali ini menjadi lebih rumit dengan adanya dua sistem baru tersebut. Lebih lanjut, dia berharap semoga calon mahasiswa baru tidak terkejut dengan keadaan Universitas Tidar apabila tidak sesuai ekspektasi.
Di sisi lain, salah seorang mahasiswa baru bernama Novi Ismawati asal Demak mengungkapkan terkait kegunaan rekening Bank Jateng, BTN, dan asuransi jiwa, "Untuk rekening bank digunakan dalam pembayaran UKT dan asuransi jiwa itu dapat dipakai semisal mengalami kecelakaan atau hal lain." Menurutnya, dalam persiapan dan pelaksanaan registrasi sendiri tidak mengalami kesulitan. “Selama melakukan proses registrasi saya tidak mengalami kesulitan, berkas yang perlu dipersiapkan juga tidak ribet dan alur registrasi yang saya lakukan lancar,” imbuhnya.
Calon mahasiswa baru (camaba) jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019 baru saja melaksanakan tahap registrasi pada Rabu (15/5) kemarin. Registrasi dilakukan di Auditorium Universitas Tidar oleh panitia Penerimaan Mahasiswa Baru.
Menurut Panitia PMB, dari total 664 calon mahasiswa baru jalur SNMPTN, hanya 554 orang yang melakukan registrasi. Di lain sisi, alur registrasi kali ini memiliki sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada adanya sistem baru di mana camaba diwajibkan membuka rekening BTN dan Bank Jateng di lokasi registrasi. Pembuatan rekening tersebut digunakan untuk pembuatan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang terintegrasi pada kartu ATM. Selain itu, camaba juga diwajibkan menunjukkan bukti kepemilikan Asuransi Jiwa. Jika tidak memiliki, camaba dapat membuatnya di lokasi registrasi. Hal ini digunakan untuk memberikan jaminan kecelakaan diri selama melaksanakan pendidikan di UNTIDAR.
Seolah telah menjadi tradisi, proses registrasi bagi camaba juga diikuti dengan "Sapa Camaba", yaitu sambutan dari Ormawa serta Ormada kepada para calon mahasiswa baru. Registrasi kali ini pun mendapat sambutan yang hangat dari beberapa perwakilan Ormawa maupun Ormada. Tidak hanya itu, perbedaan alur registrasi pada tahun ini juga tak luput dari perhatian para mahasiswa.
Fadli Kemal Mahendra, anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi menganggap bahwa adanya pembuatan rekening Bank Jateng dan BTN sudah dipertimbangkan oleh pihak kampus untuk mempermudah mahasiswa baru. “Pembuatan rekening Bank Jateng maupun BTN penting tidaknya bagi mahasiswa baru tergantung dari bagaimana dia menggunakan rekening tersebut,” ungkapnya. Ia berharap semoga mahasiswa baru mampu memajukan Universitas Tidar.
 Menurut Dina Amalia dari Paguyuban Mahasiswa Tidar Jepara (PAMADARA), alur registrasi jalur SNMPTN kali ini mempunyai banyak perbedaan dengan tahun lalu. “Kalau alur registrasi mulai masuk sampai keluar sama, tetapi registrasi di dalamnya yang berbeda. Setahuku perbedaannya hanya ada pada pembuatan rekening Bank Jateng, BTN, dan asuransi jiwa. Untuk keseluruhan masih sama dengan tahun sebelumnya,” ujarnya. Dia juga menuturkan, sistem kali ini mempunyai sisi baik terutama dengan adanya asuransi jiwa bagi mahasiswa sehingga mahasiswa lebih terjamin. Hanya saja alur registrasi kali ini menjadi lebih rumit dengan adanya dua sistem baru tersebut. Lebih lanjut, dia berharap semoga calon mahasiswa baru tidak terkejut dengan keadaan Universitas Tidar apabila tidak sesuai ekspektasi.
Di sisi lain, salah seorang mahasiswa baru bernama Novi Ismawati asal Demak mengungkapkan terkait kegunaan rekening Bank Jateng, BTN, dan asuransi jiwa, "Untuk rekening bank digunakan dalam pembayaran UKT dan asuransi jiwa itu dapat dipakai semisal mengalami kecelakaan atau hal lain." Menurutnya, dalam persiapan dan pelaksanaan registrasi sendiri tidak mengalami kesulitan. “Selama melakukan proses registrasi saya tidak mengalami kesulitan, berkas yang perlu dipersiapkan juga tidak ribet dan alur registrasi yang saya lakukan lancar,” imbuhnya.(CS/FN)

Read more ...

Minggu, 14 April 2019

Milad UKM Pramuka, Sempat Terkendala Jam Malam


Milad: Salah satu rangkaian acara Milad

UNTIDAR – Pada H+13 diberlakukannya jam malam, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka, Racana Raden Antawirya - Nyai Ageng Serangselenggarakan milad ke-11, di lobi gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Sabtu, (13/4). Namun,  Acara yang bertajukReborn to be Shining”, sempat terkendala oleh peraturan pembatasan jam malam.

Tri Agus Gunawan, pembina UKM Racana UNTIDAR, memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya beliau menuturkan, “Acara milad ini menjadi sedikit terhambat adanya peraturan pembatasan jam malam.” Beliau pun menambahkan bahwa peraturan tersebut tantangan bagi UKM Racana untuk tetap menyelenggarakan miladnya yang ke-11.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Sayyidati Nur Hanifah, ketua panitia milad. “Kendala dalam menyelenggarakan acara ini, terletak pada diberlakukannya peraturan pembatasan jam malam, sehingga perizinannya sangat sulit,” ujarnya.

“Pihak rektorat saling melempar untuk memberikan perizinan. Kami langsung menemui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sugiyarto, alhasil disetujui. Akan tetapi di sayangkan, izin penginapan untuk tamu dari luar kota tetap tidak disetujui, akhirnya milad hanya sampai jam 21.45,” keluhnya.

Sayyidati pun menjelaskan bahwa pihak rektorat masih terlihat bingung dengan peraturan jam malam tersebut. Hal itu terlihat dari perlakuan rektorat dalam pemberian perizinan acara di malam hari terkhusus hari weekend yang terbatas pada pukul 18.00 WIB.

Ia pun menyatakan bahwa Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, Giri Atmoko, pada awalnya tidak mengizinkan. Dikarenakan Giri Atmoko terpaku pada peraturan jam malam yang mulai diberlakukan pada (1/4) lalu.

“Sehingga terjadi lobbying antara kepala biro akademik dengan wakil rektor III terkait perizinan ini dan akhirnya baru disetujui,” pungkas Sayyidati.

Walaupun demikian, Acara milad yang dihadiri oleh UKM UNTIDAR, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) serta delegasi Racana dari  kampus lain berjalan lancar. “Kami mengundang dari racana-racana lain dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, di antaranya yaitu Universitas  Islam Negeri (UIN) Ampel, Universitas Airlangga, Porworejo, Purwokerto, dan Yogyakarta,” ujar Sayyidati

Tamu undangan dari luar UNTIDAR dirasa sangat mendukung kemeriahan acara ini. “Sangat meriah dan sederhana,” ucap Muhammad Khoirulmuna, tamu undangan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Al Husain (STAIA).

Indah Lestari, mahasiswi Program Studi Manajemen semester empat memberikan pernyataan yang sama dengan Khoirulmuna, acara milad Racana ke-11 terbilang meriah. “Acaranya meriah. Karena banyak delegasi dari luar kampus,” ujar Indah.

Sebagai informasi, Racana yang bernama awal Panglima Polim - Nyai Ageng Serang, di milad tahun lalu terlukiskan dengan angka 36, sedangkan tahun ini terlukis dengan angka 11. Fini Afidah selaku pembawa acara, di awal memberikan penjelaskan, hal itu terjadi karena pihak internal Racana memiliki sejarah angkatan seniornya yang jumlah angkatan tidak mencapai 36.

Pernyataan Fini tersebut diperkuat oleh Sayyidati. “Kami menemukan kejanggalan, karena jumlah angkatan alumni tidak sebanyak 36. Jadi, kami sharing dengan para alumni dan akhirnya menemukan titik terang. Oleh karena itu, kami mengadopsi tema “Reborn To Be Shining”. Karena Racana ini seperti terlahir kembali ditandai dengan nama baru, Raden Antawirya Nyai Ageng Serang,” ungkapnya. Sayyidati menegaskan kembali bahwa Racana terbentuk pada 28 April 2008. (IN)


Read more ...

Minggu, 31 Maret 2019

Pameran Literasi Sejarah Nasional Pertama di Magelang

Beberapa Pengunjung sedang Membaca Buku dalam Pameran
Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan gelar Pameran Lintasan Literasi Sejarah Nasional dengan tema "Pangeran Diponegoro". Acara yang digelar Jumat-Minggu (29-31/3) ini pertama kalinya diselenggarakan di Magelang, tepatnya di Museum BPK RI.

Pameran ini tidak hanya memamerkan buku-buku sejarah, tapi beberapa bentuk literatur lain, seperti buku audio, aplikasi atlas sejarah, infografis interaktif, film pendek inspiratif, dan 2 lukisan asli serta 47 lukisan repro gambar Babad Diponegoro.

Pameran tersebut merupakan rangkaian acara Gerakan Melek Sejarah (GEMES) 2019 di Museum BPK RI. 

Acara ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi dan minat baca bagi generasi muda dan khalayak umum serta dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap sejarah. 

"GEMES ini bertujuan untuk menguatkan dan menjaga keberlanjutan budaya literasi di tengah masyarakat," ujar Triana Wulandari, Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud.
(GW/EI/ES)
Read more ...

Senin, 25 Maret 2019

Ada Jam Malam, Organisasi Kampus Mampus?



Surat: Cuplikan isi surat edaran yang telah beredar di Whatsapp
UNTIDAR - Senin, (25/3) telah beredar surat yang meresahkan para mahasiswa, yaitu tentang diberlakukannya jam malam yang bertanda tangan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR, Jaka Isgiyarta. Dalam surat tersebut, tertulis bahwa telah dikeluarkan SK Rektor Universitas Tidar Nomor 58/UN57/HK.02/2019 tentang Ketentuan Tata Tertib di Kampus UNTIDAR.

Berdasarkan SK tersebut dan hasil rapat rektorat pada Rabu, (20/3), tertuang 4 poin dalam surat itu. Pertama, "Kepada semua unit kerja dan ormawa untuk senantiasa menjaga ketertiban dan kebersihan di lingkungan kerjanya. Selanjutnya yang kedua, "Untuk kegiatan kurikuler dan kokurikuler di lingkungan kampus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku mulai jam 07.00 WIB sampai dengan jam 21.00 WIB. Lalu ketiga, "Kepada seluruh komponen baik pegawai maupun mahasiswa dilarang untuk menginap di kampus. Kemudian poin keempat, "Dilarang membawa barang-barang yang tidak sesuai dengan kegiatan kemahasiswaan."

Surat yang banyak beredar dalam status media sosial jenis WhatsApp mahasiswa UNTIDAR itu telah diberikan ke ormawa tingkat universitas serta ditempel di beberapa lokasi UNTIDAR. Dalam surat tersebut tertulis satu berkas lampiran, namun lampiran tersebut tidak diberikan.

Surat tersebut berhubungan dengan adanya isu mengenai peraturan tentang diadakannya jam malam yang telah beredar di lingkungan kampus beberapa hari yang lalu. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan ormawa dan UKM yang rata-rata mengadakan kegiatan hingga malam hari.

Candra Wahyu Arif Adani, salah satu anggota UKM Pramuka, tak tahu pasti alasan aturan tersebut dibuat. Ia menyayangkan jika dibuatnya aturan tersebut hanya karena merasa terganggunya warga.
"Rapat dan acara rata-rata berlangsung sore atau setelah magrib hingga malam hari, bahkan harus menginap," ujarnya. 

Hal tersebut dikarenakan penyesuaian dengan jadwal perkuliahan yang mayoritas selesai sore hari. Selain itu, Candra mengaku disebabkan oleh acara yang dimulai dini hari atau usai menghadiri acara di kampus lain yang hingga larut malam.

Sama halnya dengan Kholid Firdausi, Ketua English Departement Student Association (EDSA) UNTIDAR, menyayangkan diberlakukannya peraturan jam malam tersebut. Ia mengaku kegiatan yang diadakan EDSA hanya bisa dilakukan malam hari dengan alasan perkuliahan baru usai sore hari.

“Apabila ormawa tidak diberi keleluasaan, maka akan berdampak pada akreditasi kampus karena akan mengurangi produktifitas organisasi,” tuturnya.

Kholid juga berpesan kepada pihak rektorat untuk mengkaji ulang mengapa bisa ada peraturan seperti ini. Menurutnya untuk memutuskan hal seperti ini harusnya melibatkan perwakilan pihak ormawa baik kepemerintahan dan UKM.

Gustia Anggit Ayu Shandra, anggota Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) ikut menyatakan kekurangsetujuannya terkait peraturan tersebut. “Ada beberapa proker yang harus dilaksanakan pada malam hari seperti Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang juga terdapat kegiatan shalat tahajud,” akunya.

Ditambahkan oleh Asih Kurniastuti, anggota Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI), “Kalau ada kegiatan yang membangun dan positif harusnya diizinkan, walaupun harus menggunakan surat tembusan tertentu.”
(WW, ES)


Read more ...

Sabtu, 23 Maret 2019

Komunitas Sami Seneng Siap Suguhkan Monolog “Kasir Kita”

Latihan: Aktor latihan monolog pada Jumat, (22/3) di Auditorium UNTIDAR.


UNTIDAR – Komunitas Sami Seneng siap gelar monolog berjudul “Kasir Kita” pada Minggu, (24/3) di Auditorium UNTIDAR. Pertunjukan yang akan dimulai pukul 19.30 WIB tersebut sebagai ajang pamit ke acara Parade Teater dan Sastra Se-Nusantara awal April mendatang di Situbondo. 

Pertunjukan monolog karya Arifin C. Noer tersebut berpegang teguh pada prinsip imperior, bahwasanya kesenian dapat dipentaskan dengan nuansa kesederhanaan. Selain menyuguhkan pertunjukan monolog, akan diadakan diskusi bersama, disertai doa untuk korban bencana alam oleh Tio Rivaldi.

Komunitas Sami Seneng dirintis Kukuh Adi Wibowo dan Lancar Swasono Edy pada Februari lalu. Lancar mengemukakan, pertunjukan ini sebagai wadah pengenalan komunitas kepada warga kampus dan warga Magelang. “Tidak adanya kotak-kotak antara komunitas sehingga bisa menyatu. Sami Seneng berlandaskan tiap orang yang terlibat sama-sama suka,” ungkapnya.

Persiapan yang dilakukan membutuhkan proses panjang. Dari latihan tiga kali seminggu, dua hari sekali, dan latihan tiap hari saat mendekati pelaksaan pertunjukan. Latihan dimulai dari latihan fisik, olah vokal, reading, meditasi, hingga peningkatan emosi pemain.

“Kami berharap adanya dukungan moral dan materiel dari warga karena sebagian hasil pementasan ini juga untuk disalurkan kepada korban bencana alam,” pungkasnya.
(AM/MR)

Read more ...

Rabu, 20 Maret 2019

Menyingkap Perspektif Forum Perempuan Sarang Jilbab Lebar


Perempuan berjilbab lebar menjadi isu sensitif akhir – akhir ini. Salah satunya adalah Forum Perempuan UNTIDAR 2018 yang berada di bawah naungan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM). Forum ini mendapat perhatian dari beberapa pihak karena dianggap bahwa anggotanya didominasi oleh "perempuan berjilbab lebar".

 Anggapan tersebut dikemukakan oleh Ade Safri Fitria (PBSI/4) saat Kongres KM 2019. Hal serupa juga diungkapkan oleh Raynanda Izzati (PBSI/4), ia mengurungkan niatnya mengikuti FP UNTIDAR karena dalam persepsinya FP UNTIDAR hanya diisi oleh perempuan berjilbab lebar. Ade juga beranggapan bahwa program kerja forum ini dalam bidang sosial masih kurang karena dinilai hanya sebatas ajang perkumpulan mahasiswa.

Pernyataan tersebut dibantah oleh Nurul Dwi Astari, Ketua FP UNTIDAR 2018. Menurutnya, memang beberapa anggota forum perempuan mengenakan jilbab lebar. Namun, bukan berarti   bahwa kecil-besarnya jilbab dapat menentukan sifat seseorang. Nurul merasa kurangnya kegiatan FP UNTIDAR di dalam kampus dan belum meratanya sosialisasi FP menyebabkan terbentuknya asumsi tersebut. FP UNTIDAR sendiri tidak membahas isu-isu agama, namun bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pengembangan softskill perempuan khususnya mahasiswi UNTIDAR, menjalin relasi dengan forum perempuan dari Universitas lain dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait.

 “Kegiatan-kegiatan di FP UNTIDAR itu banyak, kita nggak pernah bikin kegiatan kemuslimahan, karena di UNTIDAR sendiri kemuslimahan sudah ada yang menangani sendiri. Dan anggota kita itu ada yang non muslim, dan kalau ingin tahu kegiatan di FP UNTIDAR silakan bisa buka instagramnya atau ketemu aku, kita diskusi bareng,” pungkasnya.

Pandangan mahasiswi Untidar mengenai Forum Perempuan yang di dominasi perempuan berjilbab lebar memang bukan sesuatu yang baru, Nadifa Oksa Arlintang (EP/6) selaku Wakil Ketua FP UNTIDAR 2018 turut mengutarakan bahwa mengubah pandangan mahasiswi UNTIDAR terhadap FP memang tidak mudah, mengingat persepsi tersebut sudah ada sejak FP UNTIDAR periode pertama karena FP periode pertama diketuai oleh anak UKAI yang berjilbab lebar. Padahal di periode kedua, hanya ada beberapa saja yang berjilbab lebar.

Jika kedepannya di BEM KM 2019 ada Forum Perempuan, baik Nurul maupun Oksa berpesan agar ada regenerasi baru di FP UNTIDAR 2019, karena menurut mereka Forum Perempuan sendiri sudah eksis di Universitas se-Jateng DIY dan LSM di Kota Magelang.

"Untuk kedepannya saya berharap pada FP UNTIDAR periode ke-3 fokus membangun kegiatan di dalam Kampus UNTIDAR supaya mahasiswi juga mengenal FP UNTIDAR dengan baik, bukan seperti yang sedang beredar saat ini", pungkas Nadifa. (NJH/ASR)

Read more ...

Rabu, 13 Maret 2019

Buka Dies Natalis Ke-5, UNTIDAR Gelar Jalan Sehat

Sambutan oleh walikota Magelang dan rektor baru Universitas Tidar
UNTIDAR - Dies Natalis ke-5 Universitas Tidar telah diselenggarakan. Acara yang dibuka pada pukul 07.00 WIB (10/3) ini diikuti oleh masyarakat umum, para mahasiswa, serta staf dan dosen di Universitas Tidar (UNTIDAR). Dari beberapa rangkaian acara yang diselenggarakan, jalan sehat dipilih menjadi acara pertama yang dilaksanakan dengan jumlah peserta mencapai kurang lebih 1.200 orang. Nuwun Priyono, S.E., Akt., M.Ak., ketua panitia kegiatan tersebut menjelaskan bahwa jalan sehat rutin dilaksanakan guna mengenalkan UNTIDAR kepada masyarakat umum.

Dies Natalis kali ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, acara kali ini turut dihadiri oleh Walikota Magelang, Ir. H. Sigit Widyonindito, MT, Kapolsek, Lurah Potrobangsan, rektor UNTIDAR yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu, Prof. Dr Mukh Arifin, M.Sc, dan Rektor UNTIDAR periode sebelumnya, Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jalan sehat kembali dipilih sebagai acara pembuka serangkaian acara. "Tujuannya adalah bagaimana kita mengenalkan budaya sehat sivitas akademika dan masyarakat sekitar," ujar Nuwun Priyono, S.E., Akt., M.Ak.

Dalam jalan sehat kali ini, terdapat berbagai macam doorprize yang disediakan oleh panitia. Dapat dijumpai jajaran stand makanan yang turut dibuka oleh mahasiswa dari beberapa UKM dan Ormawa. Berbeda dari tahun lalu, rute yang dilalui jalan sehat tahun ini meliputi sepanjang Jalan Ahmad Yani. Kemudian melalui Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, dan kembali ke UNTIDAR.

Vatjarjinanto, salah satu mahasiswa UNTIDAR Program Studi Agroteknologi, mengatakan bahwa dies natalis tahun ini dirasa masih kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya antusiasme partisipan. Selain itu, kurangnya publikasi kepada masyarakat sekitar menyebabkan minimnya animo masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Sulistio, warga Desa Tulung Kota Magelang pun mengatakan, "Rute terlalu jauh, jalan yang dilalui cenderung sempit, dan kurang luasnya publikasi ke masyarakat sekitar menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat."

Setelah kegiatan jalan sehat, rangkaian acara Dies Natalies ke-5 UNTIDAR dibuka secara resmi dengan  pelepasan balon oleh rektor dan rektor periode sebelumnya, Prof Cahyo Yusuf, M. Pd. Rektor UNTIDAR turut menerbangkan dua voucher undian senilai Rp. 500.000 yang dikaitkan pada balon-balon.

Salah satu kupon ini berhasil ditemukan oleh Zaenal Arifin, warga Tuguran 112 RT 05 RW 06. Ia memaparkan, Saat itu saya dan warga setempat sedang bersama-sama kerja bakti membersihkan wilayah kampung kami. Lalu melihat ada balon yang menyangkut di pohon Randu Alas langsung kami mencoba menariknya dan ternyata ada hadiah senilai Rp 500 ribu. Rencana hadiah akan kami gunakan untuk makan-makan bersama warga,”. Voucher undian telah ditukarkan ke pihak panitia oleh Zaenal Arifin pada Senin. 

Namun, disayangkan bahwa kegiatan jalan sehat kali ini sangat minim animo masyarakat sekitar dan juga warga UNTIDAR sendiri. Dikarenakan minimnya sosialisasi acara dan doorprize yang dirasa kurang menarik daripada tahun sebelumnya, dapat menjadi salah satu pemicu minimnya partisipasi dalam acara ini. Sehingga acara pada hari ini cenderung sepi dan kurang meriah. (FHZ/MUB)
Read more ...

Sabtu, 02 Maret 2019

Simposium Nasional "Menggagas Pemerintah Desa Sebagai Penyelenggara Langsung Pelayanan Publik"


Simposium Pemerintah Desa Bersama Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (ASIAN) dan Badan Kehormatan DPR RI

UNTIDAR - Universitas Tidar gelar Simposium Nasional yang bertemakan "Menggagas Pemerintah Desa sebagai Penyelenggara Langsung Pelayanan Publik". Acara yang berlangsung pada Jum'at - Sabtu (1-2/3) ini, digelar di Auditorium Universitas Tidar bersama Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (ASIAN) dan Badan Kehormatan DPR RI. Lima pembicara yang hadir turut gabung dalam diskusi diantaranya Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si. (Universitas Terbuka), Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum (Universitas Indonesia), Dr. Sutoro Eko (IRE Yogyakarta), Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum (BK DPR RI)  dan Drs. H. Akhmad Muqowam (Wakil Ketua DPD RI). Tak dapat dipungkiri, selain pembicara utama diatas, simposium ini juga membuka call of paper yang diikuti oleh berbagai kalangan dengan subtema yang telah ditentukan. Demi keberlangsungan acara ini tak lupa Pemerintah Desa Kabupaten turut andil dalam memeriahkan acara tersebut. Acara ini dimeriahkan dengan pembukaan stand yang berjumlah dua belas, masing-masing diantaranya memamerkan produk andalan mereka dari mulai makanan, cinderamata hingga pariwasata.

Digelarnya acara ini guna membahas tentang peran Pemerintah Desa dan bagaimana posisi Pemerintah Desa dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia. Mulai dari penampilan kesenian oleh pemuda Desa Jogonegoro yang kemudian dilanjutkannya pembukaan oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Much Arifin. Acara selanjutnya pemaparan tentang Pelayanan Publik Masyarakat Desa yang dimoderatori oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Dr. Samodra Wibawa, M.Sc. dari Universitas Tidar. Masing-masing pembicara utama saling memaparkan pendapat mereka tentang Pemerintah Desa, hingga dari keseluruhan pembicara sepakat bahwa Pemerintah Desa hendaknya diperkuat guna meningkatkan Pelayanan Publik. (AN)

Read more ...

Minggu, 24 Februari 2019

Kongres V KM: Sedikit Partisipan, Banyak Waktu Dibutuhkan




Kongres Berlangsung: Berlangsungnya Kongres V KM UNTIDAR pada Jumat, (22/2) pagi.


UNTIDAR - Selain karena banyaknya pasal, minimnya partisipan Kongres V KM UNTIDAR merembet pada perpanjangan waktu kongres. Semula, kongres digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) pada Senin-Kamis (18-21/2) di Ruang E2.03.06. Karena belum selesai, maka diagendakan lagi pada Jumat-Sabtu (22-23/2) di Auditorium UNTIDAR. Kongres tersebut menuai dilema di kalangan peserta sidang.

Semakin berkurangnya peserta kongres memicu Ketua Badan Kongres V KM, Rizky Ardiansyah Rambe, untuk membuat sebuah tulisan dan menyebarluaskannya ke media sosial. Tulisan tersebut merupakan sebuah sindiran bagi seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNTIDAR, baik kepemerintahan maupun non kepemerintahan.

"Jika kalian tidak bisa, ingatkan pimpinan kalian, himpunan kalian, UKM kalian, untuk bisa bertanggungjawab hadir di kongres. Mungkin bagi kita, kongres bukan hal yg dipandang penting," cuplikan pesan singkat Rizky yang dibagikan melalui WhatsApp.

Ia menambahkan, "Dari kongres inilah hak-hak kalian diperjuangkan teman-teman. Sekali lagi, tolong saya. Ingatkan pimpinan kalian, ormawa kalian, UKM kalian, jika kalian memang masih punya harapan."

Rizky mengeluhkan peserta kongres yang tidak mampu memanfaatkan waktu dan tempat dengan maksimal. Ia kecewa terhadap rekan-rekan organisasi mahasiswa (ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang tidak memanfaatkan sungguh-sungguh seluruh kesempatan, peran, dan tanggung jawab yang diemban.

Ketua Badan Kongres tersebut menegaskan, Yang kami keluhkan adalah esensi dari kongres. Saya merasa pikiran, tenaga, dan kinerja teman-teman disia-siakan karena teman-teman ormawa dan UKM yang saya himbaukan di kongres, tidak memaksimalkan segala hal yang telah mereka emban."

Kehadiran peserta kongres juga dikeluhkan Nur Faizah, salah satu peserta kongres yang merupakan mahasiswi semester enam Program Studi Ekonomi Pembangunan. Ia mengaku, banyak dari delegasi ormawa dan UKM yang tidak menghadiri kongres. Sehingga yang disuarakan di dalam kongres hanya yang hadir.

Selain itu, ia pun mengeluhkan banyak waktu terbuang yang menyebabkan molornya acara. “Karena kuorum belum terpenuhi, skorsing harus diambil. Efeknya, acara molor dan waktu terbuang sia-sia,” keluh Faizah.

Senada dengan Rizky yang mengaku bahwa peserta kongres yang hadir sangat sedikit, "Selalu skorsing untuk menunggu peserta kongres, baik peninjau maupun penuh."
Saat ditemui pada Sabtu (23/2), Rizky mengungkapkan, “Perlu kita ingat untuk seluruh keluarga mahasiswa, alangkah lebih baik jika kita bisa menyatukan pemikiran dan penalaran kita bersama-sama.

Tak hanya terkait kehadiran peserta, Faizah juga menyayangkan perpanjangan waktu kongres, "Sangat disayangkan tidak selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Peserta kongres lain, Siswo Eriyanto, Ketua Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) Ar-Ribath, mengungkapkan, “Perpanjangan waktu ini karena pembahasan setiap pasal memakan waktu cukup lama. Sehingga mengakibatkan cukup banyak energi yang terkuras dan dapat menjadi evaluasi untuk kongres berikutnya,” ungkapnya

Menanggapi hal tersebut, Rizky, Ketua Badan Kongres V KM menuturkan, perpanjangan waktu kongres lantaran keputusan forum. “Kami tidak dapat menetapkan kapan pembahasan di kongres berakhir. Mengingat pembahasan sangat banyak hingga sekitar 200 pasal dan terdiri dari tiga pokok bahasan utama, yaitu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KM, Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK), dan Pedoman Peraturan Organisasi (PPO). Tentu saja kami kembalikan kepada forum,” ujarnya

Siswo pun mengharapkan agar Kongres KM ke depan dapat berjalan lebih baik dan mampu memberikan pengaruh terhadap Keluarga Mahasiswa UNTIDAR. “Titik awal membangun KM UNTIDAR berasal dari hasil kongres yang mampu memberikan perubahan dan pengaruh. Bukan hanya sebagai aturan-aturan yang dibuat,” jelas Siswo.

Ia juga menyarankan agar kongres ke depan mampu membangun keaktifan peserta kongres. Sebaiknya tidak hanya beberapa orang yang menyampaikan aspirasi dan pendapatnya,” tutunya.

Alih-alih terkait penilaian kinerja Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) pun mencuat ke permukaan. Nur Faizah, salah satu anggota UKM KSR mengungkapkan bahwa kinerja DPM KM tidak mempunyai efek langsung kepada UKM dan tidak terlihat jelas keberadaannya. Ia pun menuturkan jika yang dapat dilihat hanya produk hukum, pembentukan Badan Pemilihan Raya dan Badan Kongres. (MY/MN)

Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com