Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Minggu, 30 Desember 2018

PBSI Kritik Krisis Indonesia Melalui Karya Sastra

Penampilan mahasiswa PBSI Untidar Semster 3 dengan tema kritik krisis Indonesia

Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Tidar semester 3, gelar pentas apresiasi karya sastra berjudul Ibuku Merindu dengan tema “Kritik Krisis untuk Indonesia” di Auditorium Universitas Tidar pada Jum'at malam (28/12). Judul pentas Ibuku Merindu dipilih karena memiliki makna bahwa,  Indonesia merindukan kedamaian dan ketentraman di dalam aspek ekonomi, sosial dan budaya. Acara ini terbuka untuk umum dalam rangka melaksanakan tugas Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Apresiasi Karya Sastra. Acara ini dihadiri oleh beberapa dosen PBSI, mahasiswa UNTIDAR,  masyarakat umum serta mengundang sastrawan lokal seperti E.S Wibowo dan sastrawan dari Temanggung. Terdapat lima jenis karya sastra yang ditampilkan oleh masing-masing kelas yakni membaca puisi, musikalisasi puisi, puisi berantai, monolog, dan drama pendek. Pembacaan puisi oleh E.S Wibowo juga turut memeriahkan pentas ini. Selama acara berlangsung, terdapat beberapa kendala seperti kesalahan pengaturan lighting  yang kurang mendukung penampilan, backsound yang tidak dapat dimainkan, serta terdapat suara gaduh dari penonton yang kurang dapat dikondisikan.
“Pada saat musikalisasi puisi, backsound itu sempat tidak dapat dimainkan atau di play, karena ada gangguan dari kabel yang menghubungkan ke laptop itu agak kendor setelah itu kita ganti lagi baru bisa. Untuk lighting juga tidak banyak membantu, justru membuat silau pemain dan dilihat dari penonton kurang jelas,” jelas Alma Dhio Pasadhena selaku Ketua Panitia acara.
Ade Safri Fitria, salah satu koordinator kelas menambahkan, “Masih terdapat penonton yang gaduh, apalagi kami tidak menggunakan microphone kecuali pada saat musikalisasi puisi jadi itu cukup mengganggu.”

Read more ...

Minggu, 23 Desember 2018

Pemberian Penghargaan Warnai BEM Thank’s to

Pembacaan nominasi penghargaan dalam kegiatan BEM Thank’s to

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Tidar gelar BEM Thanks To 2018. Acara yang berlangsung pada (21/12) di Auditorium Untidar ini sangat meriah dengan  berbagai penampilan dari beberapa UKM di Untidar, yang dihadiri oleh perwakilan dari Ormawa Kepemerintahan, non Kepemerintahan, Komunitas, aliansi BEM se Magelang, dan mahasiswa Universitas Tidar. Selain itu, para tamu undangan juga dijamu dengan makanan angkringan. “Acara ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas kepekaan dengan ormawa dan mempererat tali silahturahmi antara BEM KM dengan ormawa di untidar. Output yang diinginkan terjalin komunikasi antara bem km dan ormawa memperkenalkan bem km terhadap ormawa yang ada di Untidar.” Ujar Linda Agustian, ketua panitia BEM Thank’s to. Acara BEM Thank’s to dibuka oleh Bakul Present dari pihak panitia penyelenggara dan selanjutanya ditampilkan Acara TV bertajuk Tetrikal. BEM KM juga berikan penghargaan kepada seluruh Ormawa Kepemerintahan, non Kepemerintahan, Komunitas, dan aliansi BEM se Magelang.

Acara puncak dengan memberikan penghargaan kepada pemenag Lomba video yang diselenggarakan BEM KM. Juara pertama diraih oleh Yusuf, Mahasiswa PBI semester lima, juara 2 diraih oleh Retno, mahasiswi PBSI semester 5, dan juara 3 diraih oleh Anggi Anggara mahasiswa Teknik Mesin. Sebagai penutup dan persembahan terakhir dari acara BEM thank’s to dengan memberikan persembahan dari Guest star.

Pembawa acara dibawakan oleh Sapta Adhi K. Dan Riri Rubus, membuka acara tersebut dengan nuansa santai dan menyampaikan konsep acara yang bertajuk BEM KM TV. Susunan kepanitian dalam kegiatan BEM Thank’s to ini berebda dari nama struktur kepanitian kegiatan lainnya. Sebut saja Produser BEM KM TV, Linda Agustian yang memberikan sambutannya.

Sambutan berikutnya dari CEO BEM KM TV, Abrar Trio Putra Nasution. Ia menuturkan sepatah kata perpisahan. “Penyelenggaraan acara ini merupakan salah satu bentuk perpisahan dari kita. Saya ucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman Fakultas, HMJ dan Eksekutif. Ini merupakan bentuk pertunjukan bagi teman-teman dan yang biasanya Teman-teman yang memberikan pertunjukan,” ujar Abrar, Presiden Mahasiswa 2018 sekaligus CEO BEM KM TV dalam acara tersebut.

Disampaikan juga beasiswa yang diberikan oleh BEM KM untuk mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi. Beasiswa tersebut jatuh kepada Sultan, prodi Teknik Sipil semster tiga dan Candra, prodi D3 Akuntansi semester tiga yang diserahkan secara simbolis oleh Abrar Trio Putra Nasution. Selain itu diberikan juga santunan kepada empat anak, Dika siswa kelas tiga tingkat Sekolah Dasar (SD), Robith siswa kelas empat tingkat Sekolah Dasar (SD), Friska siswi kelas empat tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Irfan siswa kelas 1 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Santunan tersebut diserahkan oleh Ardin.

Persembahan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen (UKMK) oleh Sherlin, Tata, Habib dan Yoshua. Persembahan bertajuk akustikan dengan menampilkan tiga buah lagu, Risalah Hati, Pelagi di Matamu, dan Karena Ku Cinta Kau.

Pemberian award pun diberikan kepada seluruh Ormawa baik itu dari pemerintahan, non kepemerintahan, Ormada (Organisasi Mahasiswa Daerah), Komunitas, dan Aliansi di seluruh Magelang. Penghargaan kepada Ormawa, pertama diberikan kepada seluruh DPM Fakultas di Untidar, DPM Fakultas Ekonomi, DPM Fakultas Pertanian, DPM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, DPM Fakultas Teknik dan DPM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poitik,  yang diberikan oleh Mentri PSDM BEM KM, Riri Rubus. Disusul pemberian penghargaan kepada Aliansi mahasiswa seluruh Magelang atau lebih tepatnya dikenal Komunitas BEM se-Magelang, oleh Abrar Trio Putra Nasution, Presiden Mahasiwa Untidar 2018. Aliansi mahasiswa se-Magelang sudah ada sejak tahun 2007 tapi mati suri. Dibentuk kembali pada tahun 2017 oleh BEM KM Untidar. Penghargaan selanjutnya kepada Ormada dan Komunitas yang diberikan oleh Mentri Sosmas BEM KM.

Pemberian penghargaan juga diberikan kepada BEM Fakultas dan HMJ. BEM FE, BEM FAPERTA, BEM FKIP, BEM TEKNIK BEM FISIP, serta Himepa, Himakta, HMJM, Himagro, Himaproter, EDSA, Himaprodi Pbsi, Himapipa, HMM, HMTM, HMTS, HMTE, Himanisra, HMIK, dan HMPH, yang diberikaan oleh koordinator Forum Perempuan, Nurul. Berikutnya pemberian penghargaan kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Untidar, LPM MATA, Bengkel Seni, KOPMA (Koperasi Mahasiswa), UKMK, Pramuka, GST, Resimen Mahasiswa (Menwa), KSR PMI dan UKAI Ar-Ribath.

Disela-sela pemberian penghargaan tersebut diberikan persembahan iklan yang berupa video hasil karya mahasiswa Untidar yang dikirimkan saat Lomba Video yang diselenggarakan BEM KM. UKM Bengkel Seni memberikan persembahan berupa musikalisasi puisi. BEM Thank’s to menghadirkan penyanyi salah satu jebolan ajang pencarian, Natasya. Grandio Sonara Tidar (GST) menampilkan akustik dengan tiga buah lagu, diantaranya Hapus Aku, Ruang Rindu, serta Aku dan Dirimu. Persembahan Akustik dari GST  menjadi penampilan terakhir dari perwakilan UKM. (IN/SY/RKF)

Read more ...

Sabtu, 22 Desember 2018

Preskripsi Tak Serasi, Birokrasi FT Dikritisi

Tanggapi Aspirasi: Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik sedang menanggapi aspirasi mahasiswa (Foto oleh Mata Photos)

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) mengadakan audiensi terbuka tahun akademik 2017/2018 bersama perwakilan sivitas akademika Fakultas Teknik (FT), guna menyampaikan aspirasi mahasiswa teknik semua angkatan yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Tidar (20/12). Kegiatan dengan tema “Mewujudkan Sinergitas antara Birokrasi Fakultas Teknik dengan Mahasiswa Teknik” membahas keresahan-keresahan mahasiswa Fakultas Teknik perihal fasilitas yang kurang memadai dan kebijakan-kebijakan dari birokrasi Fakultas Teknik yang kurang selaras antara Prosedur Pengajuan Kegiatan Mahasiswa dengan implementasi di lapangan, sebagaimana disebutkan dalam poin 5.1 butir g, yang berbunyi : “Mahasiswa mengambil anggaran 70% maksimum 3 hari ke bagian fakultas setelah mendapatkan persetujuan dari wakil dekan bidang umum dan pengadaan.” Juga di poin 5.2 pengajuan Laporan Pertanggungjawaban butir d, yang implementasinya sekarang ini adalah dana di awal 0% sehingga sangat membebani Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Teknik dan menghambat jalannya kegiatan ormawa. 

Berdasarkan hal tersebut, KMFT mengajukan tuntutan kepada birokrasi antara lain: Pertama, pelayakkan fasilitas penunjang perkuliahan di Fakultas Teknik, yaitu peralatan laboratorium; AC di gedung Teknik Mesin lantai 4 di ruang E.01.04.6 sampai E.01.04.9; perawatan fasilitas gedung teknik seperti kursi, toilet, proyektor, plafon, parkiran; penambahan fasilitas diskusi yaitu meja, kursi maupun tempat baru di area gedung fakultas; serta penataaan parkir yang rapi dan memudahkan akses keluar masuk. Kedua, diubahnya kebijakan di FT yaitu kebijakan yang menyangkut kepentingan mahasiswa harus melibatkan  perwakilan dari mahasiswa; dibukanya gedung 24 jam; pencairan dana yang sesuai dengan Prosedur Pengajuan Kegiatan Mahasiswa; mudahkan peminjaman ruang; diadakannya Wakil Dekan 3 sebagai bidang jalinan kerja.

Mahasiswa meminta birokrasi untuk lebih memperhatikan serta menindaklanjuti aspirasi mereka yang telah disampaikan melalui audiensi secara terbuka dan tertulis. Sejumlah civitas academica FT menanggapi aspirasi yang telah disampaikan, yaitu mengenai fasilitas gedung. Salah satu mahasiswa yang hadir dalam audiensi menanyakan perihal kerja praktik harus di luar Magelang. 

“Surat permohonan ruang yang belum ada LCD-nya telah diberikan ke Wakil Rektor II, sedangkan untuk peraturan jam malam tergantung dari alokasi ristekdikti, untuk kerja praktik harus di luar kota karena Universitas Tidar memiliki daya saing dengan Perguruan Tinggi lain,” sanggah Bagus Fatkhurrozi, S.T., M.T, selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan. 

Ibrahim Nawawi, S.T., M.T, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro menambahkan, “Pemerintah fokus pada infrastruktur sehingga pembangunan universitas di Indonesia belum optimal, Teknik Elektro sudah mengajukan dana 4 Miliyar dan telah habis untuk praktikum, kerja praktik tidak dapat disamakan dengan semua program studi karena mempunyai aturan masing-masing,”.

Trisma Jaya Saputra, S.T., M.T mengakhiri audiensi dengan janjinya, “Aspirasi kalian kami tampung, tunggu saja Surat Keputusan untuk HMJ, BEM, DPM dari FT maksimal tanggal 31 Desember 2018.” 

Ahmad Faisal, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil menanggapi, “Bila aspirasi kami tidak ditindaklanjuti, kami akan melakukan aksi.”
Read more ...

Jumat, 21 Desember 2018

Hampir Setahun Dinanti, Tahta Birokrasi Kembali Diduduki

Tunjukkan Hasil: Plt Rektor Prof. Drs. John Hendri, M.Si. Ph.D. menunjukkan hasil pemilihan rektor UNTIDAR (Foto oleh: tribunjogja.com)

Universitas Tidar (UNTIDAR) resmi memiliki rektor baru. Dilansir dari tribunjogja.com, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc, yang merupakan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, mendapatkan 26 dari 31 suara pada proses pemilihan di Ruang Multimedia Untidar, Rabu (19/12). Sedangkan Dr. Samodra Wibawa, M.Sc. mendapatkan 1 suara dan Prof. Dr. Sukarno M.Si. yang merupakan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untidar hanya mendapatkan 4 suara.

Setelah terpilih, Mukh Arifin dilantik bersama 11 rektor dari universitas lainnya di Jakarta oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Kamis (20/12). Pelaksana Tugas (PLT) Rektor UNTIDAR, Prof. Drs. John Hendri, M.Si. Ph.D. mengingatkan bahwa siapapun yang terpilih, maka seluruh civitas semestinya mendukung program-program kerjanya.

Lanjutnya, dalam pemilihan ini Arifin memang didukung oleh mayoritas suara dari senat dan Kementerian Ristekdikti dengan sejumlah pertimbangan dan kesepakatan bersama, dimana kandidat terpilih yang berasal dari luar Untidar ini memiliki wacana dan juga jaringan atau networking yang lebih besar.

“Di sini tidak ada yang menang atau kalah telak tapi hanya kesepakatan bersama. Ini didukung oleh mayoritas. Tahun depan kalau beliau sudah dilantik, artinya harus bagaimana didukung semua programnya bersama-sama. Tidak lagi ada lagi masalah atau perbedaan. Harus lebih maju lagi,” tutur John.

Menurutnya, terpilihnya rektor baru yang berasal dari luar UNTIDAR bukan menjadi persoalan. Namun justru akan menambah wawasan dan jaringan yang lebih luas. Ia berpesan, sebagai pemimpin, rektor terpilih bahwa harus membawa UNTIDAR ke arah yang lebih maju, dan mampu bekerja dalam tim UNTIDAR, dari dosen, karyawan, dan mahasiswa.

“Sehingga kalau itu bisa berkomunikasi dengan baik, harmonis, maka orang dengan senang hati akan membantu, sehingga nantinya UNTIDAR bisa maju lebih baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, John menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika karena telah diberi kesempatan bekerja di UNTIDAR selama enam bulan. (ES)
Read more ...

Mohammad Nuh Beri Pembinaan Mahasiswa Bidikmisi Untidar


Penyampaian materi oleh Mohammad Nuh (Foto oleh Mata Photos)

Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar (HIMADIKTAR) bekerja sama dengan Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerjasama (BAKPK) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan pembinaan bagi mahasiswa bidikmisi Untidar bertajuk "Strategi Mahasiswa Bidikmisi Menjadi Mahasiswa Berprestasi".

Pembinaan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA., mantan Menteri Pendidikan dan pencetus program Bidikmisi sebagai pembicara. Pembinaan yang diselenggarakan di GOR Samapta, Rabu (19/12) ini diikuti oleh mahasiswa penerima bidikmisi tahun angkatan 2015-2018 serta perwakilan orangtua atau wali mahasiswa bidikmisi tahun 2018. 

Acara dibuka secara meriah dengan peluncuran Tari Elang Untidar yang dibawakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Seni. Tarian ini menjadi simbol perjalanan Untidar dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri. 

Mohammad Nuh sampaikan materi melalui lagu. Salah satu lagu yang diputarkan berjudul Aku Memilih Setia yang dipopulerkan oleh Fatin Shidqia. 

"Belajarlah untuk setia. Setia kepada NKRI, bangsa dan negara, kebenaran dan kepada siapapun termasuk dalam berorganisasi. Jadi, mahasiswa bidikmisi harus setia kepada semua yang memiliki janji,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa dengan adanya Bidikmisi maupun LPDP diharapkan agar generasi muda bisa mengenyam pendidikan sehingga bisa mencapai kejayaan pada tahun 2045. Bidikmisi ini bagian dari afirmatif untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dengan keterbatasan ekonomi, tetapi memiliki kemampuan yang luar biasa. Terlihat banyak sekali mahasiswa yang memiliki IPK tinggi dan juga banyak yang dapat melanjutkan ke jenjang Strata 3. Hingga nantinya, orang-orang miskin akan bisa bangkit. Melalui pembinaan ini pula, mahasiswa bidikmisi diharapkan dapat  meningkatkan minat mahasiswa bidikmisi untuk berprestasi. Beliau juga berpesan agar kuota bidikmisi ditambah.
(ERS, BS, IN, SY)
Read more ...

Minggu, 16 Desember 2018

Cak Nun Bangun Semangat Syiar Islam di Untidar

Cak Nun menyampaikan sambutan (Foto oleh Mata Photos)

Dalam serangkaian acara Untidar Islamic Fair ke-3 yang bertema "Mewujudkan Indonesia Madani melalui Generasi Emas yang Berjiwa Islami" yang diadakan - Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) Ar-Ribath Universitas Tidar (Untidar) terdapat acara "Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng." Kehadiran Emha Ainun Nadjib atau sering disapa Cak Nun atau Mbah Nun diharapkan menjadi awal dari semangat mensyiarkan Islam di Untidar. Acara yang berlangsung di halaman kampus Universitas Tidar Magelang pada 14 Desember ini dimulai pukul 19.30.

Menurut Andri Rohidin, selaku ketua panitia menyampaikan, "UIF ini terdapat 5 kegiatan yaitu: Kejuaran Panahan, Sholawat Amal, Sarasehan FSLDK Semarang Raya, Sinau Bareng Cak Nun, dan Bazar. Sekarang ada sinau bareng Cak Nun. Merumat sejarah Untidar dan gunung Tidar, apa yang bisa kita ambil dari sejarah tersebut.” 

Acara yang dihadiri sekitar 10.000 masyarakat umum, 3.000 sivitas akademika, 200 peserta panahan, dan 50 peserta sarasehan memiliki Tema “Ngrumat Sejarah Tidar, Ngrakit Kawicaksanan, Mbangun Peradaban.” Dari tema tersebut terdapat poin-poin yaitu, Ngrumat (merawat) Sejarah Tidar atau merawat sejarah Tidar, yang membahas 1) sejarah Islam gunung Tidar, 2) nilai historis Tidar sebagai lembah yang dijadikan kawah condrodimuko para perwira tinggi negara, dan 3) Tidar sebagai perguruan tinggi tempat ribuan mahasiswa mengembleng diri. Nilai dari setiap poin tersebut belum banyak dipahami oleh masyarakat, terutama mahasiswa Universitas Tidar yang sebagian notabene bukan berasal dari Magelang.

Ngrakit Kawicaksanan atau merakit kebijaksanaan, yang membahas bagaimana para pemuda (terutama mahasiswa Universitas Tidar) menyikapi nilai historis apa yang dimiliki oleh Universitas Tidar. Dengan harapan setiap aktivitas yang dilakukan berangkat dari semangat nilai sejarah sehingga setiap aktivitas pembelajaran di Universitas Tidar dapat berorientasi pada kemaslahatan masyarakat banyak.

Mbangun Peradaban atau membangun peradaban, yang membahas upaya untuk mewujudkan peradaban intelektual berawal dari cara berfikir untuk memahami apa yang terjadi dimasa lalu serta bagaimana menyikapi saat ini dan memandang masa depan Universitas Tidar sebagai kawah condrodimuko  baru bagi ribuan anak muda di Universitas Tidar.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd menuturkan diskusi dengan Cak Nun selalu mencerdaskan karena beliau selalu berdasarkan logika yang rapi. 

“Pertama, Cak Nun tidak pernah berteori dan bertele-tele. Kedua, solutif dan cocok dengan pegangan Al Qur’an dan Hadits, dan Ketiga, hasil pemaknaan akan dikembalikan kepada pemaknaan masing-masing bukan pemaknaan Cak Nun sendiri,” tuturnya. 

Bangkit Wirawan selaku ketua UKAI Ar-ribath menambahkan, "Diharapkan dari seluruh mahasiswa, civitas akademica dan masyarakat sekitar tau terkait sejarah lembah Tidar. Semoga bisa menyerap ilmu yg akan di sampaikan oleh pemateri yaitu Cak Nun."
Read more ...

Senin, 10 Desember 2018

BPKM Rilis Hasil Pemira KM 2018

Ketua BPKM, Abdullah Labib menyampaikan hasil Pemira 2018 (Foto oleh Mata Photos)


Badan Pemira Keluarga Mahasiswa (BPKM) merilis hasil Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa (Pemira KM), Senin (10/12) malam. Rapat pleno dipimipin langsung oleh ketua BPKM, Abdullah labib dan dihadiri oleh perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Hasil Pemira Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa menunjukkan angka 33% untuk kemenangan pasangan Hermowo Pribadi Dewabroto dan Theges Selvina Ade Sofyana dan 8% untuk kotak kosong. Sementara surat suara tidak sah menujukkan angka 7% dan 52% merupakan golongan putih atau tidak memilih. Persentase ini merujuk pada jumlah mahasiswa yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Selain itu dari Pemira Dewan Pengawas Mahasiswa (DPM) KM, calon nomor urut 1 yakni Afif Nur Sofyan memperoleh suara sebanyak 30% sehingga ia resmi memenangkan Pemira DPM KM 2018. Afif mengalahkan calon nomor urut 2 yakni Septian Yoga Prabowo dengan perolehan suara yang cukup jauh dari Afif yaitu 10% dari total mahasiswa yang tercatat sebagai daftar pemilih tetap. Dalam pemilihan DPM, angka golongan putih juga sangat mendominasi seperti halnya Pemira Presiden Mahasiswa yaitu sebanyak 53%.


Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiwa 2018 terpilih bersama Ketua BPKM (Foto oleh Mata Photos)

Labib lanjut, Ketua BPKM menjelaskan bahwa pemenang Pemira di Untidar adalah calon yang mendulang suara terbesar, “Berapapun jumlah golput yang ada tetap sah. Jadi tahap kedua adalah tahap penghitungan suara sah, seperti di negara yang dipakai adalah suara sah, jadi dari DPM kita memakai suara sah. Suara sah untuk pemira kali ini mencapai 79%,” jelasnya.

Sehingga dalam rapat tersebut diputuskan bahwa Hermowo Pribadi Dewabroto dan Theges Selvinna Ade Sofyana resmi menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa 2018/2019 terpilih. Sementara Afif Nur Hidayat resmi terpilih menjadi ketua DPM KM 2018/2019.

Afif diketahui merupakan mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Elektro, menyampaikan alasannya perihal keputusannya mencalonkan diri sebagai ketua DPM KM 2018, “Saya maju ke DPM KM karena ada banyak problem dan banyak yang harus dibenahi antara DPM KM dengan fakultas. Kurang adanya sinergis di pusat dan adanya peraturan yang kurang diperhatikan saat sudah dijalankan di fakultas,” ujarnya. Ia juga menyampaikan keinginannya untuk satu periode ke depan agar adanya keterwakilan dan keselarasan.

Saat diwawancarai usai rapat pleno, Theges juga menyampaikan perasaannya, “Jujur saya masih tidak percaya. Hal ini tidak masuk dalam daftar harapan saya. Merasa takjub dan sebagai amanah dalam satu tahun ke depan. Dengan adanya KM 2018 akan ada perubahan dan kami siap untuk menampung aspirasi dari mahasiswa dan siap membantu advokasi. Kami berharap hal tersebut dapat terlaksana, semoga makin solid. Dari teman-teman semoga bisa membantu KM kedepannya.”

“Masa kenaikan pendewasaan diri secara pribadi, yang dulu masih emosional dan sekarang harus dewasa dalam segala hal untk tidak emosional dalam melakukan pengabilan keputusan. Saya berharap apa yang sudah kami rencana dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat meminta banyak masukan untuk apa yang akan kita lakukan. Semoga ada perubahan yang lebih baik untk untidar kedepan, ” tutup Presma 2018 terpilih. (IN/GIS)

Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com