Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Selasa, 04 September 2018

Carut Marut Technical Meeting



Hidup mahasiswa!!!
Hidup mahasiswa Indonesia!!!
Hidup rakyat Indonesia!!!



Pekikan penuh semangat para mahasiswa baru Universitas tidar (UNTIDAR) menggema pada Jumat, (17/08) di lapangan parker UNTIDAR. Setelah upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia selesai, mereka bergegas merapatkan barisan menyimak dengan seksama penuturan panitia Orientasi Tidar Muda (Otadama) tingkat universitas. Tak berhenti sampai disitu, setelah technical meeting (TM) universitas selesai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik harus mengikuti TM Otadama fakultas di tempat yang berbeda. Fakultas Teknik memilih bantala budaya sebagai tempat TM, sedangkan Fakultas Ekonomi lebih memilih halaman gedungnya sendiri.
Malam sebelum kedua fakultas tersebut mengadakan TM, telah dilaksanakan pertemuan dadakan yang diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM). Galih Sigit Setiadi sebagai pimpinan komisi III DPM KM menuturkan bahwa alasan mendasar diadakanya pertemuan mendadak itu karena ketidaktegasan panitia Otadama dalam menanggapi isu kedua fakultas tersebut akan tetap melaksanakan TM pada tanggal 17. Pasalnya sebelum TM telah beredar surat keputusan dari BEM KM yang menghimbau seluruh panitia Otadama fakultas untuk tidak melakukan TM pada tanggal 17.  Namun, surat tersebut dirasa terlalu mendadak. Kamis, (16/8) surat edaran tersebut baru sampai ke masing-masing fakultas
Tak mau dianggap melanggar, ketua panitia Otadama Fakultas Teknik, Rinaldi Ridho Arrahman angkat bicara “Jauh sebelum adanya surat keputusan yang masuk ke fakultas, sudah ada konsolidasi yang mengizinkan untuk mengadakan TM pada tanggal 17 dengan catatan tidak sampai jam 3 sore.”
Pihaknya merasa kecewa atas keputusan secara sepihak tersebut. “Kalau keputusan sebelumnya diambil melalui konsolidasi, seharusnya keputusan tidak memperbolehkan TM pada tanggal 17 Agustus ya harus melalui jalan yang sama. Tidak mengambil keputusan sepihak seperti itu,” tambahnya. Konsolidasi tersebut dihadiri oleh wakil presiden mahasiswa, ketua Otadama universitas, seluruh ketua panitia otadama fakultas dan ketua BEM fakultas. Ketua panitia Otadama, Wahyu Nurohmansyah membenarkan adanya konsolidasi sebelumya namun tidak ada kesepakan secara tertulisnya. “Ada konsolidasi sebelumnya, namun tidak ada hitam di atas putihnya,” tambahnya.
Nizar Bagas Maulana menambahkan, sebenarnya mereka sudah mempunyai plan B ketika tanggal 17 benar-benar tidak diperbolehkan untuk mengadakan TM. Namun, karena pengambilan keputusan hanya dilakukan secara sepihak, ia merasa hal tersebut tidak menghargai keputusan yang telah disepakati bersama. “Sebenarnya ada plan B. kalau dari awalnya A ya A. tapi kalau ini kan dari A jadi B tanpa koordinasi sebelumnya. Ya kita juga punya harga diri. Kalau pengambilan keputusanya benar sih kita sebenarnya ngikut saja,” tegasnya.
Menurut penuturan Linda Putri Sulistiyana sekretaris DPM KM yang kala itu mengikuti pertemuan mendadak menyebutkan alasan Fakultas Ekonomi tetap melaksanakan TM pada tanggal 17 Agustus dikarenakan adanya perubahan jadwal Otadama Fakultas tersebut. Awalnya Fakultas Ekonomi mendapat jadwal Otadama fakultas di hari Minggu, (26/08), Namun setelah terjadi perubahan jadwal menjadi Selasa, (21/08). “Kalau dari Ekonomi memang tidak mendapat izin dari dekan dan dosenya untuk melaksanakan acara di weekend. Jadi jadwal mereka dimajukan. Lumrah bagi mereka untuk TM di tanggal 17, karena jika dilakukan pada hari-hari berikutnya  sudah tidak ada waktu lagi,” tegasnya.
Beberapa pihak menyayangkan adanya keputusan sepihak dan kurangnya koordinasi dari kepanitian Otadama universitas dengan pihak-pihak terkait seperti panitia Otadama fakultas dan juga DPM KM. Menurut Feby Rudianto, pihak panitia kurang melibatkan DPM KM dalam pelaksanaan Otadama kali ini, contohnya pihak panitia tidak memberikan proposal Otadama kepada DPM KM, sehingga menghambat proses pengawasan yang akan dilakukan. “Kita kan kedudukanya sama, harusnya bersinergi,”tuturnya.
Senada dengan Feby, Bagas juga berharap agar kepanitiaan kedepanya lebih bias berkoordinasi dengan pihak terkait. “Ya ini kan sudah terjadi. Harapanya untuk kepanitian mendatang lebih bias berkoordinasi dengan teman-teman fakultas. Kalau yang sekarang kan kurang merangkul,” pungkasnya. (Lil)

Tidak ada komentar:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com