Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Minggu, 02 April 2017

MASJID AL-MAHDI, MASJID PERCAMPURAN DUA BUDAYA DI KOTA MAGELANG


Masjid merupakan tempat ibadah untuk umat muslim tapi bagaimana jadinya jika tempat ibadah umat muslim ini dibangun meyerupai klenteng yang merupakan tempat ibadah pemeluk keyakinan Kong Hu Cu? Pencampuran dua arsitektur ini sekarang bisa kita temui di Magelang. Bangunan yang menyerupai klenteng tersebut teletak di Perum Armada Estate. Dari bentuknya yang mirip dengan klenteng seakan membuat orang bertanya-tanya, apakah itu klenteng ataukah sebuah masjid? Masjid bernuansa bangunan Cina ini dibangun mulai bulan September tahun lalu dan direncanakan diperkirakan selesai pada bulan Maret tahun ini. Pada mulanya, pengerjaan masjid ini dilakukan oleh 11 pekerja tetapi sekarang hanya tersisa delapan orang pekerja. Tahap pengerjaan masjid kini telah mencapai finishing dan pemasangan aksesoris masjid. Dalam empat bulan waktu pengerjaan, dana yang dikeluarkan sudah mencapai 2 milyar. Dana untuk pembangunan masjid ini bukan merupakan uang dari warga tetapi dari Mahdi, seorang kyai di Perum Depkes.
Ide pembangunan masjid bernuansa Cina ini bukan hanya sebagai tempat beribadah untuk umat islam saja yang jumlahnya mulai semakin banyak di Perum Armada Estate, tetapi juga sebagai tempat dakwah dan menyebarkan agama Islam di sana yang notabene mayoritas penduduknya adalah nasrani. Tujuan pembangunan masjid ini juga untuk mempermudah orang Islam di sana melaksanakan sholat karena masjid yang sudah ada letaknya terbilang jauh. Jadi harapannya setelah masjid ini selesai para warga Perum Depkes tidak perlu berjalan jauh jika ingin menunaikan ibadah.
Dilihat dari arsitekturnya, sekilas  bangunan masjid ini meniru klenteng yang ada di alun – alun kota Magelang, tetapi masjid ini memadukan nuansa islam pada eksteriornya, contohnya pada lampion masjid tertulis Asmaul Husna. Di setiap tiang luar masjid dihiasi dengan kaligrafi yang indah menambah nuansa Islam masjid. Bagian dalamnya bukan menggunakan keramik seperti masjid pada umumnya, namun menggunakan batu granit sebagai lantainya. Masjid ini hanya memiliki satu tiang penyangga di dalamnya sehingga hal itu menjadi kendala dalam pengerjaan masjid karena sulit untuk mengontruksinya. Mungkin nantinya masjid ini akan menjadi masjid yang bernuansa Cina yang pertama di Magelang. Bahkan bukan tidak mungkin nantinya masjid yang diberi nama Masjid Al-Mahdi menjadi salah satu alternatif objek wisata di kota Magelang. (WB & AJ)


Tidak ada komentar:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com