Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Selasa, 31 Mei 2016

Tahun Kedua Jadi Sub Panlok, Untidar Tampung 2853 Peserta

Sumber: https://sbmptn.ac.id/ 
Memasuki tahun kedua masa penegerian, menjadi tahun kedua pula bagi Universitas Tidar (Untidar) menjadi salah satu sub panitia lokal (panlok) Magelang dari panlok Semarang dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Di tahun ke dua ini, jumlah peserta SBMPTN yang memilih Untidar sebagai tempat pelaksanaan tes uji masuk perguruan tinggi negeri tersebut mengalami peningkatan dari semula kurang lebih 2440 menjadi 2853 peserta.
Pelaksanaan SBMPTN tersebut serentak dilaksanakan hari ini, Selasa (31/5), di seluruh Indonesia. Bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), dan UIN Walisongo (Universitas Islam Negeri Walisongo), Untidar bergabung menjadi panlok Semarang sebagai sub panlok Magelang untuk kedua kali. Dipilihnya Untidar menjadi sub panlok Magelang untuk mempermudah peserta yang khususnya berasal dari Karesidenan Kedu agar tidak terhambat jarak tempuh yang jauh ketika akan melaksanakan seleksi bergengsi dalam memperebutkan bangku perkuliahan. “Akan lebih dekat jika mereka melaksanakan tes di Untidar,” jelas Dr. Farikha M.Pd., panitia pelaksanaan SBMPTN Seksi Pelaksanaan.
Persiapan pelaksanaan SBMPTN ini sudah dilakukan berhari-hari. Untuk Seksi Pelaksanaan dalam mempersiapkan segala sesuatu guna menyukseskan jalannya seleksi ini, dilakukaan mulai dari kesiapan lokasi, pengawas, sarana prasarana, dokumen ujian, keamanan, kesekretariatan, dsb. Tidak hanya di Untidar, pelaksanaan SBMPTN untuk sub panlok Magelang tersebar di beberapa tempat di Magelang.

Ada enam lokasi  yang menjadi tempat pelaksanaan SBMPTN di Magelang, yaitu SMA Negeri 1 Magelang, SMA Negeri 2 Magelang, SMA Negeri 3 Magelang, SMA Negeri 4 Magelang, SMA Negeri 5 Magelang, dan Untidar. Lokasi pelaksanaan di Untidar menjadi lokasi pelaksanaan SBMPTN jenis IPC. Lokasi lainnya menjadi lokasi kelompok ujian saintek yakni berlokasi di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 4 Magelang, serta kelompok ujian soshum berlokasi di SMA Negeri 2, SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5 Magelang. Pengawas untuk pelaksanaan seleksi ini mayoritas yang dipilih adalah guru SMA dan hanya mewakilkan empat perwakilan dari Untidar untuk bertugas di sekolah-sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan seleksi. (Flo/Lil)

Read more ...

SBMPTN 2016 | Unversitas Tidar

Reportase: Lilis Sinarsih / Bety Setyorini
Read more ...

Daftar Ulang SNMPTN Untidar 2016

Reporter: Puji Lestari/ Filla Adyarti Bety Setyorini
Read more ...

Reportase Engineering Cup

Reporter: Filla Adyarti/ Bety Setyorini
Read more ...

3 Jam Unjuk Bakat Akting Depan 350 Penonton

SORAK SORAI USAI PENTAS: Segenap pemain bersorak sorai bersama usai lakukan pementasan drama "Persimpangan", Senin (30/5) di Auditorium Untidar. (Flo/ Mata Photos)
Selama kurang lebih tiga jam dari pukul 19.00-22.00 WIB, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tidar (Untidar) unjuk kemampuan akting di depan 350 penonton lewat pementasan drama bertajuk “Persimpangan”, Senin (30/5).
Bertempat di Auditorium Untidar, pementasan drama free htm yang diadakan guna memenuhi tugas mata kuliah Drama Pentas dengan dosen pengampu Imam Baihaqi S.Pd., M.A.,  tersebut dilaksanakan oleh 65 mahasiswa PBSI semester 4 kelas C dan D. Sebanyak 65 Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok drama Recede (Rewo-rewo Kelas C dan D) ini sebelumnya telah melewati tahap casting terlebih dahulu sebelum terpilih 15 mahasiswa untuk menjadi pemeran dan sisanya menjadi pendukung suksesnya acara pementasan drama yang disutradarai oleh Huda Gudel, mahasiswa PBSI semester 4 .
Persiapan dari pementasan drama ini dilakukan melalui tiga tahap sejak tiga bulan lalu. Tahap pertama yaitu tahap pembekalan selama satu bulan, pemilihan naskah dan tahap casting, kemudian tahap latihan. Tahap casting ini sendiri dilakukan selama tiga minggu dan latihan rutin diadakan kurang dari dua bulan sebelum acara diadakan. Tentunya sebelum acara ini memasuki tahap persiapan, telah dilaksanakan terlebih dahulu pelatihan dasar  teater. “Ada pelatihan dulu sebelum casting dilakukan, karena setiap mahasiswa pasti memiliki karakter yang berbeda sehingga perlu ada pendalaman karakter terlebih dahulu,” jelas Indah Nurmayani, asisten sutradara, mahasiswa PBSI semester 4. 
Naskah yang ditulis oleh P. Haryanto dengan judul “Persimpangan” ini mengandung pesan bahwa di dalam kehidupan tentu ada jalan kiri dan kanan. Entah jalan tersebut baik ataupun buruk, setiap manusia bebas memilihnya. “Sebenarnya tidak ada setiap pilihan itu tidak bisa dianggap buruk dan baik, karena semua tergantung orang yang memilih dan bagaimana orang tersebut menyikapinya,” tambah Indah. (Flo/ Lpm Mata)

Read more ...

Minggu, 29 Mei 2016

Kekompakan Mahasiswa Teknik Sipil Membuahkan Hasil

Foto: Supporter Civil Squad, Pendukung Teknik Sipil (NTA/Lpm Mata)
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan acara futsal Engineering Cup 2016 pada Sabtu – Minggu (28/05 – 29/05) di Gelanggang Olahraga (GOR) Samapta. Selain memilih tiga tim terbaik dalam kegiatan tersebut, acara ini juga memilih supporter terbaik yang sangat antusias mendukung tim kesayangannya. Teknik Sipil berhasil merebut piala best supporter dari sekian banyak supporter program studi (Prodi) yang ada di GOR Samapta. Atas kemenanganya menjadi best supporter, Teknik Sipil mendapatkan piala dan uang binaan sebesar Rp. 300.000,00. Kemenangan tersebut tak lepas dari kekompakan dan antusiasme seluruh mahasiswa teknik sipil, walaupun tim dari Teknik Sipil gagal melaju sampai kebabak semifinal.
Acara tersebut diikuti oleh 20 tim dari lima fakultas yang ada di Untidar dan setiap program studi (Prodi) mengirim satu sampai tiga tim. Tiap tim harus beranggotakan mahasiswa masing - masing prodi dan hanya boleh mewakili satu tim. Panitia mengantisipasi kecurangan dengan meminta pemain menyerahkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebelum bertanding..
Semua prodi dari lima fakultas yang ada di Untidar antusias berpartisipasi dalam acara. Hani Prasetyo selaku ketua panitia Engineering Cup mengaku bahwa acara Engineering Cup masih belum dapat memenuhi target karena masih banyak kekurangan dan perlunya evaluasi agar kedepannya Engineering Cup selanjutnya lebih baik dari yang sekarang ini
Dana acara didapat dari pihak Universitas kurang lebih 2.5 juta dan dari pendaftar sendiri tiap tim harus membayar formulir sebesar Rp.150.000,00 total 3 juta dengan 20 tim yang mengikuti.  Kekurangan saat acara yakni keterlambatan tim yang bermain pada lomba dan sempat terkendala hujan, karena atap di GOR Samapta mengalami kebocoran yang mengakibatkan lantai basah dan perhentian sejenak permainan dan menunggu hujan kembali reda. Selain itu,  ada juga supporter yang rusuh dengan melempar gelas plastic bekas air mineral kedalam area perlombaan. Tetapi semua itu tidak menghentikan perlombaan, perlombaan tetap berjalan walau ada kemunduran waktu. (NTA)


Read more ...

Lajur Kiri Menangkan Engineering Cup 2016

Lajur Kiri dari Program Studi (Prodi) Teknik Elektro berhasil merebut juara satu pada kompetisi futsal Engineering Cup yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Tidar (Untidar) pada Sabtu – Minggu (28/05 – 29/05) di Gelanggang Olahraga (GOR) Samapta.
 Tim futsal Lajur Kiri berhasil mengalahkan 19 tim lainnya yang berasal dari lima fakultas di Untidar. Teknik elektro sendiri mengirim tiga tim pada Engineering Cup namun hanya Lajur Kiri yang mampu lolos hingga babak final dan memenangkannya.
Kemenangan tersebut sempat gagal saat Lajur Kiri bertanding dengan Radikal dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Awalnya Radikal menang telak atas Lajur Kiri namun karena faktor kesalahpahaman bahwa pemain hanya diperbolehkan mewakili satu tim, tidak diperbolehkan bermain untuk tim lain meskipun satu Prodi.  Akibat kesalahpahaman sistem di Engineering Cup tersebut, maka pertandingan diulang. Pengulangan skor dilakukan dengan cara adu finalti digawang lawan karena keterbatasan waktu. Lajur Kiri berhasil lolos mengalahkan Radikal dan masuk final melawan tim Blumbang FC yang beranggotakan alumni Fakultas Teknik dengan skor kemenangan 4-1.
Foto: Juara Engineering Cup 2016 (NTA/Lpm Mata)
Atas kemenangan tersebut maka Lajur Kiri berhasil mendapatkan piala dan uang binaan sebesar Rp. 900.000,00. Juara kedua diraih oleh Blumbang FC mendapat piala dan uang binaan sebesar Rp.700.000,00 dan juara ketiga berhasil diraih oleh tim Omswastiastu dari prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, dengan mendapat piala dan uang binaan senilai Rp.  500.000,00. Tidak hanya itu, supporter Civil Squad juga terpilih menjadi supporter terbaik dalam ajang Engineering Cup, sehingga berhak atas piala dan uang senilai Rp. 300.000,00.
Keberhasilan Lajur Kiri di Engineering Cup juga sebagai penutup acara yang diadakan BEM FT selama dua hari di GOR Samapta pada Minggu (29/05) pukul 18:20 tersebut. (NTA)

Read more ...

Jumat, 20 Mei 2016

Jumat, 13 Mei 2016

Berbagi Virus Baca Sastra bersama Ahmad Tohari dan Triyanto Triwokromo


Untidar (12/03) Dalam rangka memperingati Hari Sastra, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) menyelenggarakan Seminar Sastra Nasional di auditorium Untidar. Narasumber pada siang hari ini adalah Ahmad Tohari, penulis trilogi "Ronggeng Dukuh Paruk" dan Triyanto Triwikromo, sastrawan, redaktur budaya Suara Merdeka sekaligus dosen Universitas Diponegoro. Lebih dari 200 peserta baik dari civitas akademika Untidar maupun dari luar Untidar seperti guru maupun pelajar ikut meramaikan acara ini.

Seminar Sastra Nasional yang dimulai pukul 13.00-16.00 WIB ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultar Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untidar, Prof. Dr. Sukarno, M.Pd., Dilanjutkan dengan penampilan mini teater oleh mahasiswa PBSI bergabung Bengkel Seni. Acara ini dimoderatori oleh Wicahyaniti Rejeki, pengiat sastra. Sesuai dengan tema, Triyanto Triwikromo menyampaikan materi tentang Menuju Sastra Alih Wahana. Sedangkan Ahmad Tohari memaparkan pokok-pokok pikiran tentang Membangun Kembali Kesetiaan terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia. "Orang membaca sastra itu lebih manusiawi, sensitifitas, otak kiri dan otak kanan berjalan. Kembangkan dan menjadilah manusia yg seimbang, jadi bacalah sastra", urai Ahmad Tohari.


Dalam akhir acara, kepada tim redaksi LPM Mata, Ahmad Tohari mengungkapkan kesan bangga pada acara ini. "Saya merasa bangga karena minat para peserta itu tinggi sekali, pertanyaannya berkualitas, hampir tidak ada yang keluar dalam seminar ini. Saya menangkap suasana anak-anak menyadari bahwa memang bahasa dan sastra itu suatu hal yang penting, yang tidak boleh ditinggalkan", ungkap penulis novel Bekisar Merah ini. (Isn)
Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com