MAGELANG -  Puluhan ibu-ibu PKK Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten  Magelang mengikuti kegiatan sosialisasi literasi penipuan digital dalam program MASCERIA (Masyarakat Cerdas Bermedia) yang dilaksanakan pada Jumat 22 Mei 2026 pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari CSR Campaign yang diinisiasi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tidar berkolaborasi bersama CV Barokah Merapi. Penipuan digital yang semakin marak terjadi dimasyarakat menjadi latar belakang penyelenggaraan program ini. Semakin banyaknya laporan kejahatan penipuan digital di berbagai daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Magelang, mendorong Tim MASCERIA untuk melaksanakan program ini sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan bagi ibu-ibu yang rentan menjadi sasarn penipuan  digital.


        Kegiatan sosialisasi menghadirkan Ibu Fida dari MAFINDO Magelang Raya sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Ibu Fida mengenalkan tentang apa itu penipuan digital , yakni segala tindak kejahatan yang memanfaatkan media digital maupun internet untuk menipu korban, mengambil data pribadi, atau menyebabkan kerugian bagi korban. Peserta juga diberikan pengetahuan tentang ciri-ciri penipuan digital seperti meminta data pribadi dan OTP, menggunakan bahasa kmendesak dan mengancam, hingga meminta transfer uang. Narasumber juga menyampaikan berbagai modus penipuan yang banyak terjdi media sosial. Di antaranya adalah penawaran lowongan kerja palsu, jebakan berkedok hadiah undian, hingga penipuan investasi ilegal. Ibu Fida juga memaparkan sejumlah contoh kasus penipuan digital nyata yang terjadi di wilayah Magelang, mulai dari penipuan bantuan sosial, penipuan lowongan kerja, hingga penipuan yang megatasnamakan Bupati Magelang.


        Selain dampak finansial, narasumber juga menekankan bahwa penipuan digial juga menimbulkan dampak psikologis bagi korban seperti taruma, rasa takut, dan kehilangan kepercayaan pada orang lain. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di masyarakat, peserta diberikan pengetahuan terkait langkah pencegahan, dianyaranya menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak sembarangan mengeklik tautan asing, hingga cek kebenaran informasi yang diterima. Tak hanya itu, peserta juga diberikan tips untuk melawan penipuan digital dengan langkah “ABCD”, yaitu Amati pesan yang diterima, Baca secara utuh isi informasinya, Cek fakta dan kebenarannya, dan Diskusikan dengan orang lain. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan jika menjadi korban, yakni segera mengganti kata sandi akun, memblokir dan menhentikan transaksi, serta melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.



        Selain itu, narasumber juga menyampaikan cara cek fakta bagi masyarakat. Di antaranya cek fakta bantuan sosial melalui situs resmi Kementrian Sosial, yang hanya dapat diakses melalui domain kemensos.go.id atau cekbansos.kemensos.go.id. Jika diluar alamat tersebut, tautan atau situs yang beredar adalah palsu. Selain cek fakta tentang bantuan sosial melalui domain resmi, masyarakat juga diberikan pemahaman cara cek fakta melalui Chatbot WhatsApp “CEKSUMBER”. Di mana melalui WhastApp tersebut, masyarakat bisa verifikasi kebenaran informasi yang beredar. Tak hanya itu, narasumber juga menyampaikan cara cek fakta melalui website turnbackhoax.id. yang bisa memverifikasi informasi- informasi yang beredar merupakan penipuan atau tidak. Diakhir kegiatan, peserta juga diajak bermain quiz tentang materi penipuan digital yang sudah diberikan sekaligus menjadi sesi ice breaking bagi peserta, yang di mana pemenang dari quiz tersebut mendapatkan hadiah dari panitia.

    

        Ketua TP PKK Desa Dukun, Ibu Prastiwi, menyampaikan terima kasih kepada tim MASCERIA Ilmu Komunikasi Untidar atas terselenggaranya kegiatan literasi penipuan digital di Desa Dukun. Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini kita hidup di era digital, sehingga mau tidak mau kita harus belajar memahami dan menguasainya. Menurut beliau, jangan sampai kita hanya merasakan dampak negatif dari perkembangan digital, tetapi juga harus bisa memanfaatkan sisi positifnya untuk kehidupan sehari-hari. “Terima kasih kepada adik-adik ilmu Komunikasi Untidar yang sudah mau menyelenggarakan kegiatan literasi penipuan digital di desa Dukun untuk memberikan edukasi. Karena zaman sekarang adalah zaman digital, jadi mau tidak mau kita harus memahaminya dan menguasainya, jangan sampai kita merasakan dampak negatifnya saja tapi merasakan positifnya juga dari dunia digital yang ada”, tuturnya.



    Pemerintah Desa Dukun berharap dengan ada kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Di mana saat ini, penipuan digital semakin sering terjadi, mulai dari modus jual beli online hingga berbagai bentuk penipuan lainnya yang banyak memakan korban. Karena itu, melalui kegiatan ini beliau berharap para ibu-ibu bisa lebih paham cara mengenali penipuan digital agar tidak mudah tertipu dan lebih bijak saat menggunakan media digital.”Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, karena saat ini banyak sekali penipuan-penipuan, baik itu terkait dengan jual beli, dan banyak masyarakat di tengah-tengah kita yang tertipu”. Ujarnya.


    Melalui program ini, tim MASCERIA CAMPAIGN berharap masyarakat Desa Dukun semakin cerdas dalam bermedia, lebih selektif dalam menerima informasi, serta mampu melindungi diri dari ancaman penipuan digital yang semakin banyak.

 

Penulis: Muhamad Hilmy A.

Editor: Raicita

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama