MAGELANG - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar (UNTIDAR) menyelenggarakan program Corporate Social Responbility (CSR) Campaign MASCERIA (Masyarakat Cerdas Bermedia) bersama ibu-ibu PKK Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, pada Jumat (22/5), pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan CV Barokah Merapi sebagai bentuk kepedulian terhadap banyaknya kasus penipuan digital di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi seputar penipuan digital. Materi edukasi disampaikan oleh Ibu Dwitasari dari MAFINDO Magelang Raya. Dalam sesi tersebut, beliau menjelaskan tentang apa itu penipuan digital, yakni berbagai bentuk kejahatan yang dilakukan melalui media digital dan internet untuk menipu, mengambil data pribadi, atau merugikan korban. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai modus penipuan digital yang marak di media sosial seperti modus lowongan kerja palsu, penipuan berkedok hadiah, hingga penipuan berkedok asmara.
Selain itu, pemateri juga membagikan contoh kasus penipuan digital yang terjadi di wilayah Magelang. Mulai dari penipuan berkedok hadiah undian, penipuan belanja, hingga pencurian data pribadi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak dari penipuan digital, baik kerugian secara finansial maupun dampak seperti rasa takut, cemas, dan trauma setelah menjadi korban. Oleh karena itu, dalam sosialisasi ini peserta diajak untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media digital serta tidak mudah percaya pada informasi atau tawaran yang mencurigakan.
Tidak hanya membahas bahaya penipuan digital, pemateri juga menjelaskan berbagai cara untuk melawan penipuan digital, seperti menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak sembarangan mengklik tautan, memastikan nomor atau akun pengirim benar, serta membiasakan diri untuk memeriksa informasi sebelum memercayainya. Peserta juga diberikan langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila menjadi korban penipuan digital, seperti segera mengganti password akun, menyimpan bukti percakapan atau transaksi, menghubungi pihak terkait, dan melaporkan kejadian kepada pihak berwenang. Peserta juga diajarkan cara melakukan cek fakta melalui sumber terpercaya agar dapat membedakan informasi asli dan hoaks.
Tidak hanya mendengarkan materi dari narasumber, ibu-ibu PKK juga diajak untuk terlibat secara aktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab mengenai berbagai bentuk penipuan digital yang saat ini marak terjadi di masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, para peserta antusias turut berbagi pengalaman pribadi maupun cerita yang dialami keluarga dan lingkungan sekitar terkait modus penipuan digital, seperti penipuan melalui pesan singkat, keluarga kecelakaan, hingga pencurian data pribadi.
Ibu Nada, salah satu peserta menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru terkait berbagai bentuk penipuan digital yang marak terjadi di masyarakat. Peserta yang tadinya belum memahami penipuan digital, kini menjadi lebih tahu cara mengenali dan mengantisipasinya setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, peserta juga berharap agar pelaksanaan kegiatan serupa dapat diperluas sehingga manfaat edukasi mengenai keamanan digital dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. “Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua orang, yang sebelumnya belum tahu jadi lebih tahu tentang penipuan digital. Saya juga berharap semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara lebih luas lagi,” ujarnya.
Ketua TP PKK Desa Ngadipuro, Ibu Erna Hemawati, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNTIDAR atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi dan edukasi mengenai penipuan digital sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat di tengah maraknya kasus penipuan digital yang terjadi saat ini, bahkan sudah banyak terjadi di lingkungan sekitar dengan berbagai macam modus penipuan. “Bagi saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena saat ini penipuan digital semakin banyak terjadi, bahkan di lingkungan sekitar kita dengan berbagai macam modus penipuan. Saya juga pernah mengalami penipuan digital dengan modus ada anggota keluarga yang kecelakaan,” tuturnya.
Melalui program MASCERIA, diharapkan masyarakat Desa Ngadipuro bisa lebih cerdas dalam bermedia, lebih bijak dalam menerima informasi, serta mampu melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan digital yang semakin marak terjadi.
Penulis: Muhamad Hilmy A.
Editor: Salsa


