Pelatihan penulisan karya jurnalistik yang diselenggarakan oleh Lontar Merah dihadiri 50 peserta pada Kamis (23/4). Dokumentasi: Penulis.

UNTIDAR - Lontar Merah menyelenggarakan pelatihan penulisan berita “WriteSmart” di Aula Rektorat Lantai 6, Universitas Tidar, pada Kamis (23/4/2026). Pelatihan yang mengusung tema “Peningkatan Kemampuan Penulis dalam Menyusun Karya Jurnalistik yang Aktual dan Berkualitas” diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa umum dan perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan Untidar. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Luky Fitriani, S.I.Kom., M.I.Kom dan Fadil Akbar Lubis, S.P., M.P. serta bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis berita dan opini untuk dipublikasikan melalui media daring.

Luky Fitriani, narasumber sekaligus dosen Ilmu Komunikasi UNTIDAR, memaparkan materi tentang penulisan berita berkualitas. Ia menjelaskan mengenai tujuh nilai berita (news value) serta menekankan pentingnya akurasi, objektivitas, kejelasan, dan prinsip cover both sides dalam penulisan. Dalam pemaparannya, ia mengutarakan tidak semua informasi merupakan berita, tetapi setiap berita pasti mengandung informasi. Selain itu, peserta diperkenalkan pada jenis-jenis berita seperti hard news, soft news, feature, investigasi, dan interpretatif. Secara teknis, peserta juga dibekali pemahaman dasar 5W+1H serta struktur penulisan berita yang meliputi headline, lead, body serta leg berita.


Potret narasumber pada kegiatan “WriteSmart” Dokumentasi: Penulis

Sementara itu, Fadil Akbar Lubis membawakan materi tentang peran dan tanggung jawab jurnalis. Ia menjelaskan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, fungsi kontrol sosial penting untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan menyampaikan informasi yang belum diketahui publik. Ia juga mengulas kode etik jurnalistik serta berbagi pengalaman selama berkecimpung di dunia pers mahasiswa.

Ketua Lontar Merah, Muhammad Hafez, mengatakan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan wadah publikasi bagi mahasiswa. “Kami sering mengadakan kegiatan, tetapi masih bingung harus mempublikasikan berita ke mana. Karena itu, kami menginisiasi pembuatan website sebagai wadah publikasi bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini dirancang untuk menyeimbangkan aspek teknis dan etika dalam penulisan jurnalistik, “Materi dari Bu Luky, S.I.Kom., M.I.Kom. berfokus pada teknik penulisan, sedangkan Pak Fadil, S.P., M.P. menekankan etika jurnalistik,” tambahnya.

Salah satu peserta, Dennis, membagikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat menikmati, enjoy selama kegiatan serta materi yang diberikan sangat menginspirasi dan menambah wawasan bagi saya,” ungkapnya. Menurutnya, materi yang paling menarik adalah tentang kode etik jurnalistik dan fakta bahwa pers adalah salah satu pilar demokrasi. “Kalau kita menjadi pers, itu berarti kita memiliki jaringan relasi yang kuat dan kontrol sosial untuk mengontrol hal-hal tentang pemerintahan agar tidak bertindak sewenang-wenang, juga apabila menjadi jurnalis kita tidak asal membuat berita, tetapi juga diatur melalui perundang-undangan berupa kode etik,” paparnya.

Bersamaan dengan kegiatan ini, Lontar Merah juga menyosialisasikan website yang mereka canangkan sebagai tempat pengunggahan berita. Mahasiswa umum dapat menulis dan mengirimkan berita melalui website yang resmi dibuka pada Kamis (23/4/2026). Website tersebut dapat diakses oleh khalayak umum sebagai wadah publikasi tulisan secara terbuka dan tanpa biaya.


Selama kegiatan ini berlangsung, antusiasme peserta cukup tinggi melebihi target jumlah peserta yang ditetapkan panitia. Melalui kegiatan ini peserta diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan menulis serta aktif mempublikasikan kegiatan mahasiswa melalui karya jurnalistik yang disebarluaskan melalui media yang sudah difasilitasi oleh komunitas Lontar Merah.

 

Penulis: Aji, Naufal, dan Dita

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama