foto: Artdiles.com
Indonesia bercerita dalam secarik sang saka
Berlabuh ke Krong Bade nan turut ke ujung bukit barisan
Aduhai batak perkasa pergi menyangga karih beramai-ramai
Turut suka yang sangat, menengok selendang si empu sakti

Dulu Bengkalis menyandang badik, gagah perkasa
Tak ada tanding siapa mereka yang namanya terpatri dalam prasasti pasi panjang
Turut mengenang kawah datu-datu nan semayam
Ukir citra Melayu di serambi nusa

Sungguh luhur setiap gemulai bidadari berhelai songket
Nan turun tuk puji elok semburat senja Tanjung Priok
Dan menabuh dawai tuk irama si jali-jali
Habis pujian di sepanjang Bengawan Solo

Kelakar datuk di sebatang bambu runcing
Usir pistol bersisa amukan Bung Tomo kala asap menghujam clurit
Tak ada peluh tersisa bagi pujangga Bugis dan Madura
Bela mentari menghantar lara kaum patriotis

Kicir-kicir tak riang layak kala keris masih jadi aji-aji
Serupa nasib keraton kasepuhan yang menyimpan histori
Berkobar dalam semangat Diponegoro
Tuk kapan lagi batik menyingkap kisah candra di balik benteng Mataram

Indonesia bercerita dalam secarik sang saka
Rindu tersulut di sela-sela si raja ampat
Terbang bersama asa di puluhan bulu cendrawasih
Menutup histori Serui yang tenggelam dalam polusi globalisasi

Karya: Luthfi Dinda Shafia  (MG1238), Hanuun Ridhakusuma (MG1225)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama