Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Minggu, 31 Maret 2019

Pameran Literasi Sejarah Nasional Pertama di Magelang

Beberapa Pengunjung sedang Membaca Buku dalam Pameran
Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan gelar Pameran Lintasan Literasi Sejarah Nasional dengan tema "Pangeran Diponegoro". Acara yang digelar Jumat-Minggu (29-31/3) ini pertama kalinya diselenggarakan di Magelang, tepatnya di Museum BPK RI.

Pameran ini tidak hanya memamerkan buku-buku sejarah, tapi beberapa bentuk literatur lain, seperti buku audio, aplikasi atlas sejarah, infografis interaktif, film pendek inspiratif, dan 2 lukisan asli serta 47 lukisan repro gambar Babad Diponegoro.

Pameran tersebut merupakan rangkaian acara Gerakan Melek Sejarah (GEMES) 2019 di Museum BPK RI. 

Acara ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi dan minat baca bagi generasi muda dan khalayak umum serta dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap sejarah. 

"GEMES ini bertujuan untuk menguatkan dan menjaga keberlanjutan budaya literasi di tengah masyarakat," ujar Triana Wulandari, Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud.
(GW/EI/ES)
Read more ...

Senin, 25 Maret 2019

Ada Jam Malam, Organisasi Kampus Mampus?



Surat: Cuplikan isi surat edaran yang telah beredar di Whatsapp
UNTIDAR - Senin, (25/3) telah beredar surat yang meresahkan para mahasiswa, yaitu tentang diberlakukannya jam malam yang bertanda tangan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR, Jaka Isgiyarta. Dalam surat tersebut, tertulis bahwa telah dikeluarkan SK Rektor Universitas Tidar Nomor 58/UN57/HK.02/2019 tentang Ketentuan Tata Tertib di Kampus UNTIDAR.

Berdasarkan SK tersebut dan hasil rapat rektorat pada Rabu, (20/3), tertuang 4 poin dalam surat itu. Pertama, "Kepada semua unit kerja dan ormawa untuk senantiasa menjaga ketertiban dan kebersihan di lingkungan kerjanya. Selanjutnya yang kedua, "Untuk kegiatan kurikuler dan kokurikuler di lingkungan kampus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku mulai jam 07.00 WIB sampai dengan jam 21.00 WIB. Lalu ketiga, "Kepada seluruh komponen baik pegawai maupun mahasiswa dilarang untuk menginap di kampus. Kemudian poin keempat, "Dilarang membawa barang-barang yang tidak sesuai dengan kegiatan kemahasiswaan."

Surat yang banyak beredar dalam status media sosial jenis WhatsApp mahasiswa UNTIDAR itu telah diberikan ke ormawa tingkat universitas serta ditempel di beberapa lokasi UNTIDAR. Dalam surat tersebut tertulis satu berkas lampiran, namun lampiran tersebut tidak diberikan.

Surat tersebut berhubungan dengan adanya isu mengenai peraturan tentang diadakannya jam malam yang telah beredar di lingkungan kampus beberapa hari yang lalu. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan ormawa dan UKM yang rata-rata mengadakan kegiatan hingga malam hari.

Candra Wahyu Arif Adani, salah satu anggota UKM Pramuka, tak tahu pasti alasan aturan tersebut dibuat. Ia menyayangkan jika dibuatnya aturan tersebut hanya karena merasa terganggunya warga.
"Rapat dan acara rata-rata berlangsung sore atau setelah magrib hingga malam hari, bahkan harus menginap," ujarnya. 

Hal tersebut dikarenakan penyesuaian dengan jadwal perkuliahan yang mayoritas selesai sore hari. Selain itu, Candra mengaku disebabkan oleh acara yang dimulai dini hari atau usai menghadiri acara di kampus lain yang hingga larut malam.

Sama halnya dengan Kholid Firdausi, Ketua English Departement Student Association (EDSA) UNTIDAR, menyayangkan diberlakukannya peraturan jam malam tersebut. Ia mengaku kegiatan yang diadakan EDSA hanya bisa dilakukan malam hari dengan alasan perkuliahan baru usai sore hari.

“Apabila ormawa tidak diberi keleluasaan, maka akan berdampak pada akreditasi kampus karena akan mengurangi produktifitas organisasi,” tuturnya.

Kholid juga berpesan kepada pihak rektorat untuk mengkaji ulang mengapa bisa ada peraturan seperti ini. Menurutnya untuk memutuskan hal seperti ini harusnya melibatkan perwakilan pihak ormawa baik kepemerintahan dan UKM.

Gustia Anggit Ayu Shandra, anggota Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) ikut menyatakan kekurangsetujuannya terkait peraturan tersebut. “Ada beberapa proker yang harus dilaksanakan pada malam hari seperti Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang juga terdapat kegiatan shalat tahajud,” akunya.

Ditambahkan oleh Asih Kurniastuti, anggota Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI), “Kalau ada kegiatan yang membangun dan positif harusnya diizinkan, walaupun harus menggunakan surat tembusan tertentu.”
(WW, ES)


Read more ...

Sabtu, 23 Maret 2019

Komunitas Sami Seneng Siap Suguhkan Monolog “Kasir Kita”

Latihan: Aktor latihan monolog pada Jumat, (22/3) di Auditorium UNTIDAR.


UNTIDAR – Komunitas Sami Seneng siap gelar monolog berjudul “Kasir Kita” pada Minggu, (24/3) di Auditorium UNTIDAR. Pertunjukan yang akan dimulai pukul 19.30 WIB tersebut sebagai ajang pamit ke acara Parade Teater dan Sastra Se-Nusantara awal April mendatang di Situbondo. 

Pertunjukan monolog karya Arifin C. Noer tersebut berpegang teguh pada prinsip imperior, bahwasanya kesenian dapat dipentaskan dengan nuansa kesederhanaan. Selain menyuguhkan pertunjukan monolog, akan diadakan diskusi bersama, disertai doa untuk korban bencana alam oleh Tio Rivaldi.

Komunitas Sami Seneng dirintis Kukuh Adi Wibowo dan Lancar Swasono Edy pada Februari lalu. Lancar mengemukakan, pertunjukan ini sebagai wadah pengenalan komunitas kepada warga kampus dan warga Magelang. “Tidak adanya kotak-kotak antara komunitas sehingga bisa menyatu. Sami Seneng berlandaskan tiap orang yang terlibat sama-sama suka,” ungkapnya.

Persiapan yang dilakukan membutuhkan proses panjang. Dari latihan tiga kali seminggu, dua hari sekali, dan latihan tiap hari saat mendekati pelaksaan pertunjukan. Latihan dimulai dari latihan fisik, olah vokal, reading, meditasi, hingga peningkatan emosi pemain.

“Kami berharap adanya dukungan moral dan materiel dari warga karena sebagian hasil pementasan ini juga untuk disalurkan kepada korban bencana alam,” pungkasnya.
(AM/MR)

Read more ...

Rabu, 20 Maret 2019

Menyingkap Perspektif Forum Perempuan Sarang Jilbab Lebar


Perempuan berjilbab lebar menjadi isu sensitif akhir – akhir ini. Salah satunya adalah Forum Perempuan UNTIDAR 2018 yang berada di bawah naungan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM). Forum ini mendapat perhatian dari beberapa pihak karena dianggap bahwa anggotanya didominasi oleh "perempuan berjilbab lebar".

 Anggapan tersebut dikemukakan oleh Ade Safri Fitria (PBSI/4) saat Kongres KM 2019. Hal serupa juga diungkapkan oleh Raynanda Izzati (PBSI/4), ia mengurungkan niatnya mengikuti FP UNTIDAR karena dalam persepsinya FP UNTIDAR hanya diisi oleh perempuan berjilbab lebar. Ade juga beranggapan bahwa program kerja forum ini dalam bidang sosial masih kurang karena dinilai hanya sebatas ajang perkumpulan mahasiswa.

Pernyataan tersebut dibantah oleh Nurul Dwi Astari, Ketua FP UNTIDAR 2018. Menurutnya, memang beberapa anggota forum perempuan mengenakan jilbab lebar. Namun, bukan berarti   bahwa kecil-besarnya jilbab dapat menentukan sifat seseorang. Nurul merasa kurangnya kegiatan FP UNTIDAR di dalam kampus dan belum meratanya sosialisasi FP menyebabkan terbentuknya asumsi tersebut. FP UNTIDAR sendiri tidak membahas isu-isu agama, namun bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pengembangan softskill perempuan khususnya mahasiswi UNTIDAR, menjalin relasi dengan forum perempuan dari Universitas lain dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait.

 “Kegiatan-kegiatan di FP UNTIDAR itu banyak, kita nggak pernah bikin kegiatan kemuslimahan, karena di UNTIDAR sendiri kemuslimahan sudah ada yang menangani sendiri. Dan anggota kita itu ada yang non muslim, dan kalau ingin tahu kegiatan di FP UNTIDAR silakan bisa buka instagramnya atau ketemu aku, kita diskusi bareng,” pungkasnya.

Pandangan mahasiswi Untidar mengenai Forum Perempuan yang di dominasi perempuan berjilbab lebar memang bukan sesuatu yang baru, Nadifa Oksa Arlintang (EP/6) selaku Wakil Ketua FP UNTIDAR 2018 turut mengutarakan bahwa mengubah pandangan mahasiswi UNTIDAR terhadap FP memang tidak mudah, mengingat persepsi tersebut sudah ada sejak FP UNTIDAR periode pertama karena FP periode pertama diketuai oleh anak UKAI yang berjilbab lebar. Padahal di periode kedua, hanya ada beberapa saja yang berjilbab lebar.

Jika kedepannya di BEM KM 2019 ada Forum Perempuan, baik Nurul maupun Oksa berpesan agar ada regenerasi baru di FP UNTIDAR 2019, karena menurut mereka Forum Perempuan sendiri sudah eksis di Universitas se-Jateng DIY dan LSM di Kota Magelang.

"Untuk kedepannya saya berharap pada FP UNTIDAR periode ke-3 fokus membangun kegiatan di dalam Kampus UNTIDAR supaya mahasiswi juga mengenal FP UNTIDAR dengan baik, bukan seperti yang sedang beredar saat ini", pungkas Nadifa. (NJH/ASR)

Read more ...

Rabu, 13 Maret 2019

Buka Dies Natalis Ke-5, UNTIDAR Gelar Jalan Sehat

Sambutan oleh walikota Magelang dan rektor baru Universitas Tidar
UNTIDAR - Dies Natalis ke-5 Universitas Tidar telah diselenggarakan. Acara yang dibuka pada pukul 07.00 WIB (10/3) ini diikuti oleh masyarakat umum, para mahasiswa, serta staf dan dosen di Universitas Tidar (UNTIDAR). Dari beberapa rangkaian acara yang diselenggarakan, jalan sehat dipilih menjadi acara pertama yang dilaksanakan dengan jumlah peserta mencapai kurang lebih 1.200 orang. Nuwun Priyono, S.E., Akt., M.Ak., ketua panitia kegiatan tersebut menjelaskan bahwa jalan sehat rutin dilaksanakan guna mengenalkan UNTIDAR kepada masyarakat umum.

Dies Natalis kali ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, acara kali ini turut dihadiri oleh Walikota Magelang, Ir. H. Sigit Widyonindito, MT, Kapolsek, Lurah Potrobangsan, rektor UNTIDAR yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu, Prof. Dr Mukh Arifin, M.Sc, dan Rektor UNTIDAR periode sebelumnya, Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jalan sehat kembali dipilih sebagai acara pembuka serangkaian acara. "Tujuannya adalah bagaimana kita mengenalkan budaya sehat sivitas akademika dan masyarakat sekitar," ujar Nuwun Priyono, S.E., Akt., M.Ak.

Dalam jalan sehat kali ini, terdapat berbagai macam doorprize yang disediakan oleh panitia. Dapat dijumpai jajaran stand makanan yang turut dibuka oleh mahasiswa dari beberapa UKM dan Ormawa. Berbeda dari tahun lalu, rute yang dilalui jalan sehat tahun ini meliputi sepanjang Jalan Ahmad Yani. Kemudian melalui Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, dan kembali ke UNTIDAR.

Vatjarjinanto, salah satu mahasiswa UNTIDAR Program Studi Agroteknologi, mengatakan bahwa dies natalis tahun ini dirasa masih kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya antusiasme partisipan. Selain itu, kurangnya publikasi kepada masyarakat sekitar menyebabkan minimnya animo masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Sulistio, warga Desa Tulung Kota Magelang pun mengatakan, "Rute terlalu jauh, jalan yang dilalui cenderung sempit, dan kurang luasnya publikasi ke masyarakat sekitar menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat."

Setelah kegiatan jalan sehat, rangkaian acara Dies Natalies ke-5 UNTIDAR dibuka secara resmi dengan  pelepasan balon oleh rektor dan rektor periode sebelumnya, Prof Cahyo Yusuf, M. Pd. Rektor UNTIDAR turut menerbangkan dua voucher undian senilai Rp. 500.000 yang dikaitkan pada balon-balon.

Salah satu kupon ini berhasil ditemukan oleh Zaenal Arifin, warga Tuguran 112 RT 05 RW 06. Ia memaparkan, Saat itu saya dan warga setempat sedang bersama-sama kerja bakti membersihkan wilayah kampung kami. Lalu melihat ada balon yang menyangkut di pohon Randu Alas langsung kami mencoba menariknya dan ternyata ada hadiah senilai Rp 500 ribu. Rencana hadiah akan kami gunakan untuk makan-makan bersama warga,”. Voucher undian telah ditukarkan ke pihak panitia oleh Zaenal Arifin pada Senin. 

Namun, disayangkan bahwa kegiatan jalan sehat kali ini sangat minim animo masyarakat sekitar dan juga warga UNTIDAR sendiri. Dikarenakan minimnya sosialisasi acara dan doorprize yang dirasa kurang menarik daripada tahun sebelumnya, dapat menjadi salah satu pemicu minimnya partisipasi dalam acara ini. Sehingga acara pada hari ini cenderung sepi dan kurang meriah. (FHZ/MUB)
Read more ...

Sabtu, 02 Maret 2019

Simposium Nasional "Menggagas Pemerintah Desa Sebagai Penyelenggara Langsung Pelayanan Publik"


Simposium Pemerintah Desa Bersama Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (ASIAN) dan Badan Kehormatan DPR RI

UNTIDAR - Universitas Tidar gelar Simposium Nasional yang bertemakan "Menggagas Pemerintah Desa sebagai Penyelenggara Langsung Pelayanan Publik". Acara yang berlangsung pada Jum'at - Sabtu (1-2/3) ini, digelar di Auditorium Universitas Tidar bersama Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (ASIAN) dan Badan Kehormatan DPR RI. Lima pembicara yang hadir turut gabung dalam diskusi diantaranya Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si. (Universitas Terbuka), Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum (Universitas Indonesia), Dr. Sutoro Eko (IRE Yogyakarta), Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum (BK DPR RI)  dan Drs. H. Akhmad Muqowam (Wakil Ketua DPD RI). Tak dapat dipungkiri, selain pembicara utama diatas, simposium ini juga membuka call of paper yang diikuti oleh berbagai kalangan dengan subtema yang telah ditentukan. Demi keberlangsungan acara ini tak lupa Pemerintah Desa Kabupaten turut andil dalam memeriahkan acara tersebut. Acara ini dimeriahkan dengan pembukaan stand yang berjumlah dua belas, masing-masing diantaranya memamerkan produk andalan mereka dari mulai makanan, cinderamata hingga pariwasata.

Digelarnya acara ini guna membahas tentang peran Pemerintah Desa dan bagaimana posisi Pemerintah Desa dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia. Mulai dari penampilan kesenian oleh pemuda Desa Jogonegoro yang kemudian dilanjutkannya pembukaan oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Much Arifin. Acara selanjutnya pemaparan tentang Pelayanan Publik Masyarakat Desa yang dimoderatori oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Dr. Samodra Wibawa, M.Sc. dari Universitas Tidar. Masing-masing pembicara utama saling memaparkan pendapat mereka tentang Pemerintah Desa, hingga dari keseluruhan pembicara sepakat bahwa Pemerintah Desa hendaknya diperkuat guna meningkatkan Pelayanan Publik. (AN)

Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com