Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Selasa, 26 Desember 2017

Kamis, 14 Desember 2017

KEMBALI

KEMBALI
Karya: Zurriyatina Qurrota A’yun

Pendar cahaya
Silaukan mata
Tetes embun  mulai turun
Sepi
Sunyi

Melodi itu kini menghilang
Hanya tinggal kenangan
Sajak sajakku kini lumpuh
Sikapmu membuatku gupuh

Pena ini menari nari tanpa makna
Tak jelas apa maunya
Satu satunya kata yang ku mengerti adalah kita
Bukan kau dan dia

Rasaku kini hambar
Ia menguar

Jika titik berarti berakhir
Tak sudi ku gunakan tanda itu untuk baitku
Tentu ku gunakan koma,
Agar tak tahu kapan akhirnya
Namun bila kutanya mengapa
Selalu kau maki aku dengan tanda seru


Rasamu telah habis
Tiada guna aku menangis
Hanya membuatmu miris
Bukannya teriris

Bait Ini bukan puisi
Hanya sederet kata tak bermakana

Yang terlanjur kau baca
Read more ...

Kamis, 07 Desember 2017

Menengok Pesona Tanjung Papuma

Sumber Gambar Google.com

Jika anda suka bersantai, maka pilihan yang tepat adalah berlibur di pantai. Ingin menikmati pantai lain dari yang lain?
Kabupaten Jember menyuguhkan berbagai wisata yang sangat tepat untuk dijadikan destinasi liburan. Di sini anda akan dimanjakan oleh sederet pantai dengan keeksotisan pemandangannya. Kebanyakan wisata alam yang ada di Kota Jember memang berupa pantai. Hal tersebut tidak lain karena letak geografis kota Jember yang hampir berada di ujung paling timur pulau Jawa. Siapa tak kenal Jawa Timur? Provinsi ini memang akrab dikenal dengan daerah yang memiliki koleksi pantai-pantai eksotis. Jika ditanya mana primadonanya? Maka Pantai Papuma-lah jawabanya.
Pantai Papuma ini terletak di Kecamatan Wuluhan, ± 50 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Jember. Perjalanan untuk menuju pantai membutuhkan waktu ± 60 menit dari pusat Kota Jember. Namun, jika anda sudah memasuki kawasan pantai disarankan untuk ekstra hati-hati. Hal ini dikarenakan letak pantai yang berada di balik pegunungan. Demi mencapai lokasi, anda perlu melewati lereng gunung yang jalannya pun naik turun. Tapi bukankah segala keindahan membutuhkan pertaruhan?
Nama Papuma sebenarnya merupakan akronim dari “Pasir Putih Malikan”. Malikan sendiri merupakan nama yang diberikan oleh Perhutani tatkala mulai menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi wisata. Pantai Papuma juga terkenal dengan sebutan Pantai Tanjung Papuma. Sebagai mana kita ketahui bahwa tanjung merupakan daratan kecil yang menjorok ke lautan.
Pesona Papuma akan lebih nampak ketika sore hari tiba. Tanjung ini akan menawarkan kepada wisatawan untuk menyaksikan langsung pengalaman menikmati sunset yang indahnya tak perlu ditanya. Papuma di kala senja memang tak ada duanya. Untuk mendapatkan momen ini anda harus berkenan menaiki Bukit Siti Hinggil yang berada tepat di tanjung. Tenang saja, anda akan dituntun menaiki anak-anak tangga untuk sampai ke puncak bukit. Bahkan, Asisten Manager Pemasaran Wisata Tanjung Papuma dan Pulau Merah Perhutani Jawa Timur, Suharno mengatakan bahwa Bukit Siti Hinggil adalah satu tempat yang menawarkan pengalaman untuk melihat matahari terbenam dan terbit terbaik di Jawa Timur.
Tidak sampai di situ, anda akan dibuat takjub dengan keindahan karang di sana. Karang akan nampak jelas ketika air sedang surut. Uniknya, di Papuma terdapat tujuh karang besar. Deretan pulau karang ternyata memiliki nama bak manusia. Nama-nama ini sendiri diambil dari tokoh pewayangan. Ada Batara Guru, Kresna, Narada, Nusa Barong, hingga Kajang.
Jika anda hobi berfoto, di sini adalah tempat yang cocok untuk bergaya. Agar memeroleh angle foto yang bagus di kawasan Papuma, anda dapat menyusuri tepi pantai yang memiliki banyak karang. Anda juga bisa menaiki salah satu dari sekian banyak bukit karang di Pantai Papuma. Dengan begitu anda bisa melihat bebas ke sekitaran pantai. Pantai Papuma memang merupakan surganya bagi fotografer yang ingin mengabadikan pantai.
Selain menyuguhkan pemandangan laut yang eksotis, bagi Anda khususnya pecinta kuliner, Pantai Papuma juga menawarkan berbagai menu sea food yang terdapat di rumah makan yang berada di sekitar pantai. Harga yang ditawarkan pun tidak begitu mahal. Tentunya hal tersebut setimpal dengan suasana yang diberikan, menikmati sea food di antara pemandangan nan eksotis.
Kalau anda menginginkan suasana lebih menawan. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi kota Jember adalah saat pertengahan hingga akhir bulan Agustus, yaitu sekitar 16 s/d 30 Agustus. Pada tanggal-tanggal ini Jember akan kedatangan momen tahunan yang rajin diselenggarakan pemerintah Kabupaten Jember, yakni Jember Fashion Carnival atau yang lebih dikenal dengan istilah JFC.
Jember Fashion Carnival merupakan karnaval kelas internasional yang menampilkan beragam budaya lokal hingga internasional dengan mengenakan kostum yang eksotis nan epik. Banyak wartawan dari berbagai penjuru negara yang berdatangan untuk meliput langsung acara tahunan tersebut. Selain wartawan dari berbagai negara, partisipan dari acara tersebut juga tak sedikit yang berasal dari mancanegara. Bagaimana? Sudah berniat menandai di kalender anda untuk mengunjungi Papuma Agustus mendatang? Atau anda sudah tak sabar menikmati Papuma dalam waktu dekat?(Mg.19)
Read more ...

Jumat, 01 Desember 2017

Prodi Peternakan Dorong Mahasiswa Kenali Kurikulum

 BERLANGSUNG: R. Edwin Indarto sedang sampaikan materi, Selasa (28/11) lalu.


Program Studi Peternakan, Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar seminar bertajuk Sosialisasi Kurikulum untuk  Menunjang Peningkatan Wawasan Dan Motivasi Mahasiswa Peternakan, Selasa (28/11), di Auditorium UNTIDAR. Ketua Program Studi Peternakan Widitya Tri Nugraha saat ditemui mengungkapkan hal itu difokuskan untuk pengenalan kurikulum program studi peternakan kepada mahasiswa Program Studi Peternakan. ”Sesuai tema, untuk outputnya mahasiswa yang kita ampu ini paham masalah kurikulum. Khususnya kurikulum yang akan dihadapi, terangnya.

Tak tanggung-tanggung, Prodi Peternakan mengundang langsung Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) R. Edwin Indarto dan Bambang Rijanto Japuto asal Universitas Nadhatul Ulama (UNU) Purowokerto untuk berbagi pengetahuan di sana. “Datang juga para pejabat dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Magelang,” lanjut Widitya.

Seminar ini sekaligus sebagai launching perdana Program Studi Peternakan yang baru dibuka pada tahun ajar 2017 ini. Seminar yang dihadiri 100 peserta dari Fakultas Pertanian tersebut diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa dengan kurikulum yang ada. Di samping juga mengenalkan mahasiswa dengan potensi-potensi usaha peternakan. “Banyak sekali potensi usaha peternakan dari hulu hingga hilir yang dapat dikembangkan oleh sarjana peternakan,” katanya.

“Prospek usaha peternakan secara garis besar dibagai menjadi empat golongan. Diantaranya berupa budidaya ternak, transportasi sebagai distribusi ternak dan pakan ternak, konsultan peternakan yang diperlukan dalam pengambilan setiap kebijakan, serta pengolahan hasil ternak berupa daging, susu dan telur yang dapat diolah,” ujar Bambang Rijanto Japuto saat acara berlangsung.

R. Edwin Indarto mengungkapkan  hal terpenting yang harus dilakukan mahasiswa adalah mengenali potensi dirinya sendiri. “Pendidikan memang penting. Namun yang lebih penting adalah bagaimana cara melihat potensi dan cara mengembangkan potensi itu sendiri. Tidak ada kegagalan. Yang ada hanya umpan balik,” katanya. (Mg.11)
Read more ...

Urai Kemacetan, Pemkot Magelang Bangun Jalan


DIBANGUN : Proses pengerjaan jalan penghubung antara
 Jl. Jendral Sudirman dan Jl. Sarwo Edhie Wibowo, Jum'at (1/12)

Lpmmata.com - Pemeritah Kota Magelang membangun jalan penghubung antara Jl. Sarwo Edhie Wibowo dengan Jl. Jenderal Sudirman. Jalan tersebut tepatnya berada di daerah pusat perbelanjaan Armada Town Square Shopping Mall. Pembangunan ini guna mengatasi kepadatan lalu lintas dari arah Purworejo ke arah Magelang Kota.

“Semua tau di sini sering macet, ini salah satu upaya untuk mengatasi hal itu,” terang Sumardi, mandor proyek.

Menurut sumber, proyek ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 983.114.166.  Pembangunan tersebut dimulai pada Juli 2017 lalu dengan mempekerjakan 15 orang.

Awalnya proyek ini sedikit terhambat karena di ujung utara terdapat selokan yang debit airnya cukup tinggi. Terlebih saat ini tengah musim hujan. Namun, hal tesebut tidak menjadi kendala yang berarti karena dapat diatasi dengan baik oleh para pekerja.

“Cuaca hujan seperti sekarang ini jadi kendala untuk kami. Tapi proyek harus berhenti sementara sampai hujan reda,” ujar Sumardi (48). Sumardi melanjutkan, hal ini dapat diatasi oleh para pekerjanya. “Berkat kerjasama tim, proses pelapisan atas dan bawah ini akan selesei kira-kira 10 hari lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, pengerjaan ditargetkan akan selesai pada awal Desember 2017.  Target ini hanya berlaku untuk tahap pondasi lapis atas dan lapis bawah. “Untuk tahap pengaspalan menjadi program Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang rencananya akan dimulai pada awal tahun 2018,” lanjut Sumardi.

Di sisi lain, proses pelapisan jalan ini tidak berdampak pada pengguna jalan maupun pedagang kaki lima di sekitar lokasi pembangunan. Hal ini diakui oleh Murniati, salah satu pedagang kali lima di sana.

Menurut Murniati (42), tidak terjadi kemacetan parah di Jl. Sarwo Edhie Wibowo saat proses pembangunan berlangsung. Juga ia mengaku adanya proyek ini tidak mempengaruhi pendapatannya. “Tidak, biasa-biasa saja. Tidak naik tidak turun, macet juga tidak,” ujar Murniati. Ia juga berharap agar pembangunan segera selesai dan dapat dilewati agar lalu lintas lebih lancar. (Mg.54/Mg.56/Mg.57/Mg.62)

Read more ...

Menang, Fajar Tak Targetkan Jadi Jawara



SELAMAT: Fajar Rahmat dan Nur Khasanah Putra Putri FISIP 2017

Lpmmata.com - Fajar Rahmat, mahasiswa semester 1 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar dinobatkan sebagai Putra FISIP 2017. Saat ditemui usai Pemilihan Putra Putri FISIP 2017, Senin (27/11) lalu ia mengaku tak menargetkan untuk menjadi jawara dalam serangkaian acara Fisiphony tersebut. 

“Sebenarnya karena masih mahasiswa baru, saya hanya menargetkan untuk mendapat juara 2,” akunya.

Peserta yang awalnya berpasangan dengan Nadya Rizki itu telah mengalahkan 19 peserta lain. “Saya berpasangan dengannya sampai babak final. Tapi tidak disangka dia tersisih, dan malah saya yang dapat juara 1,” katanya.

Sementara itu, Nadya hanya menjadi Runner Up Putri FISIP 2017. Sedangkan jawara pada pemilihan Putri FISIP yang diadakan di Auditorium UNTIDAR ini diraih oleh Nur Khasanah, mahasiswa semester 3.

Sebelum tampil di malam penganugerahan, seluruh peserta harus menjalani pelatihan. Pelatihan tersebut meliputi public speaking dan catwalk. “Pelatihan public speaking, kita diajari bagaimana cara berbicara di depan banyak orang, setelah itu ada juga pelatihan catwalk untuk melihat bagaimana action-nya,” tambah Fajar.

Di sini ia mengungkapkan sempat mengalami kesulitan saat menjalani pelatihan catwalk. “Nah agak susahnya di situ. Saya biasa jalan cepat, tapi di sana diajari untuk jalan lamban. Lebih anggun. Juga gak boleh sembarangan,” ujar Fajar.

Meskipun sempat tak menyangka menjadi jawara, Fajar mengaku dirinya memiliki beberapa keunggulan sebagai putra kebanggaan FISIP. Saya memiliki kecakapan berbicara, menganalisis permasalahan yang ada, dan memberi tanggapan serta solusi dari permasalahan yang diberikan,” katanya.

Di sisi lain, usai dinobatkan menjadi Putra FISIP 2017 ia berharap agar bisa menjalankan visi dan misi fakultasnya.Sebagai mahasiswa FISIP harus tetap berpikir kritis dan berwibawa, berpikir secara intelektual, karena setiap perkataan yang kita ucapkan itu ada akibatnya, ujarnya. (Mg.05/Mg.07)
Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com