Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Sabtu, 29 April 2017

Justifikasi

Justifikasi
Oleh:Sr.H

Kebenaran, milik siapakah kebenaran?
Kita berjalan, berjalan mencarai kebenaran
Bukan tanpa arah bukan tanpa tujuan
Akal, keistimewaan tiada duanya dari Sang Pencipta
Apakah itu sia-sia atau berguna?
Kita tanya pada diri kita
Berfikir rasional atau irasional
Itu pilihan, keputusan ada di tangan.
Jadi yang benar atau sebalikanya
Keyakinan, kalau yakin itu benar maka lakukan









Read more ...

Kamis, 27 April 2017

Gua Jatijajar, Kreativitas Sang Maha Kreatif

Pemandangan di dalam Gua Jatijajar yang terlihat alami meski banyak mengalami renovasi.

Liburan akhir pekan ke mall, pantai, mendaki gunung, atau bahkan hanya males-malesan di rumah sambil nonton televisi yang acaranya gitu-gitu aja, ah… itu semua sudah mainstream banget deh kayaknya. Coba cari tujuan liburan baru yang tidak ada di Magelang deh, misalkan Kebumen. Kabupaten yang satu ini memiliki banyak tujuan hidup, ehh tujuan wisata buat menghabiskan weekend seru. Bayangkan saja, kalau dari Magelang berarti Kebumen bisa dianggap luar kota kan? Artinya, kalau ditanya liburan kemana, bisa menjawab ke luar kota padahal jaraknya belum terlalu jauh dan irit ongkos perjalanan, hehe.  Nah, yang bisa dikunjungi di Kebumen dan tidak biasa yaitu, gua.
Gua Jatijajar contohnya, sebuah lubang menganga yang indah dan menakjubkan dengan panjang 250 meter yang telah disediakan bumi Kebumen, lebih spesifiknya Kecamatan Ayah. Gua Jatijajar sudah direnovasi untuk mempermudahkan pengunjung menyelami kreativitas Tuhan yang tidak ada duanya ini. Di dalam gua ini, kisah cerita Raden Kamandaka yang dulu bersemedi dan Lutung Kasarung diceritakan menggunakan patung-patung yang dibangun sangat rapih dan terkonsep alami. Gua Jatijajar juga menyuguhkan sungai atau sendang, yaitu Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Konon, air Sendang Mawar memiliki khasiat bisa awet muda, sedangkan Sendang Kantil dipercaya dapat menjadikan cita-cita terwujud dengan mudah. Namun harus diingat bahwa ini hanya mitos, kita hanya patut percaya kepada Sang Maha Kuasa.
Kapur adalah pembentuk Gua Jatijajar. Zat alami ini mampu menyulap berpasang mata yang mengunjungi gua ini karena kapur-kapur itulah yang membentuk berbagai abstraksi hebat. Keindahan yang terbagun juga efek dari ditambahkannya lampu sebagai penerangan dan lampu hias berwarna-warni yang diletakkan disebelah deorama patung. Walaupun banyak renovasi yang dilakukan, kealamiahan gua ini tidak terusik sama sekali. Bahkan, memberikan nilai tambah tersendiri. Untuk masuk kedalam gua kapur andalan Kebumen ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp. 7.500,00 untuk orang dewasa dan Rp. 3000,00 untuk anak-anak. Murah, keren, dan anti-mainstream.
Objek wisata Gua Jatijajar tidak hanya sebatas menyediakan gua dan pernak-pernik di dalamnya, tetapi di luarnya juga menyuguhkan taman hijau yang asri dan cocok untuk tamasya bersama keluarga, pacar, atau teman-teman. Tidak perlu repot membawa bekal makanan karena di objek wisata ini banyak makanan khas Kebumen yang rasanya tidak diragukan lagi. Ada pecel, soto, mendoan anget, pisang goreng, sampai getuk goreng. Tidak hanya taman, objek wisata keren ini juga menyediakan pasar di area pintu keluar.
“Nah, disini pasar unik tempat souvenir lucu dan menggemaskan yang bisa ditemui dan dijamin limited edition, khas Jatijajar. Aku juga baru pertama ini kesini, dan bakal sering-sering kesini deh kayaknya, haha,” kata Ade, salah satu pengunjung Gua Jatijajar. Tinggal menunggu weekend atau tanggal merah kan buat ke sini? (GIS)


Read more ...

Minggu, 16 April 2017

Wisuda Universitas Tidar Periode April 2017

Reporter: 
Filla A.
Cameraman:
Ahmad Choirul
Editor:
Bondan Prakoso

LPM MATA Production
Read more ...

Jumat, 14 April 2017

Bintang Tak Lagi Bersanding dengan Bulan

            Namaku Ria Hikaru. Aku mempunyi sahabat baik namanya Myra. Dia anaknya sangat jail kepadaku. Kita berdua sudah menjalin persahabatan sejak kecil. Karena rumah kami berdekatan, setiap hari kami selalu bersama. Sejak sekolah TK sampai SMP kami selalu satu kelas. Namun, aku dengar dari ibuku yang sedang berbincang di warung dengan ibunya Myra bahwa, Myra itu mau nglanjuti SLTA di kota sana.
“Myra mau nglanjutin dimana, Bu?” tanya ibuku.
“Kayanya sih mau nglanjutin di kota, Bu,” jawab ibu Myra
“Loh kok di kota? Nanti ya gak bareng sama Ria lagi dong?” Tanya ibuku sambil kaget.
“Iyaaa. Soalnya bapaknya Myra kerjanya pindah di sana. Jadi kita ya harus ikut semua,” jawab ibu Myra.
Setelah selesai belanja, ibu pun pulang dan bilang kepadaku bahwa Myra mau melanjutkan sekolah SLTA di kota. Aku langsung kaget ketika ibuku bilang begitu.
Karena waktu sudah sore aku disuruh mandi sama ibu. Di kamar mandi aku berfikir apa yang ibu tadi katakan kepadaku. Aku seolah tidak percaya. Bahkan aku  sempat mencubit pipiku sendiri karena aku masih tak percaya.
Malam pun datang. Malam ini bulan dan bintang bersinar terang di langit. Namun tidak dengan hatiku yang sedang gelisah. Aku meminta izin untuk pergi kerumah Myra sebentar. Aku mengetuk pintu rumah Myra dan yang membukakan pintu adalah Myra. Aku langsung memeluk Myra dengan keadaan sedih. Myra seolah bertanya,kenapa dengan sahabatku ini? Tiba-tiba saja memelukku begini. Myra langsung menatap wajahku. Dia langsung merangkul aku dan mengajakku ke taman rumahnya.
“Kamu kenapa?,”.tanya Myra sambil duduk.
“Aku denger kamu mau nerusin sekolah SLTA di kota ya?” ucapku.
“Loh kok kamu tahu, padahal malam ini aku mau ke rumah kamu untuk ngomongin ini. Ehh kamu malah sudah kesini”, kata Myra.
“Iya aku tau dari ibuku, dia tadi waktu belanja bertemu dengan ibumu dan bilang kalau kamu mau pergi ke kota. Apa bener?,”jawab aku
“Maaf ya Ri, Ya aku harus nglakuin ini. Bapakku pindah kerjanya di sana jadi aku harus ikut kesana”. Jawab Myra dengan suara lirih.
“Kalau kamu pergi aku di sini sama siapa?”
“Kamu pasti akan mendapatkan sahabat lagi Ri banyak kok yang ingin jadi sahabat kamu”, jawab Myra sambil memeluk Ria.
“Pertemuan kayak gini mungkin terakhir bagi kita”. Ucap Ria dengan nada lembut.
“Gak kok ri, kita pasti akan kaya gini lagi besok kalau aku sudah kembali ke sini lagi”. Kata Myra.
Waktu semakin malam. Dinginnya embun menemani kita di taman ini. Aku ngobrol banyak dengan sahabatku yang akan pergi ini. Aku tak menyangka, kenapa sahabat satu satunya harus pergi meninggalkanku. Tapi harus bagaimana lagi, ini sudah jadi keputusan dia dan keluarganya.
                                                                        ***
Mentari pagi telah muncul, ini menandakna bahwa Myra akan segera pergi ke kota. Yaaaa hari ini adalah hari dimana Myra akan meninggalkanku di sini. Memang ini sudah jadi keputusannya untuk pergi namun aku masih tak percaya kalau mau ditinggal sahabat baikku. Jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, aku langsung mengambil sepedaku dan langsung ke rumah Myra untuk melihat dan bertemu dengan Myra untuk terakhir kali sebelum dia ke kota. Ketika aku sampai di depan rumah Myra aku melihat rumah tersebut sudah sepi, namun aku tetap mengetuk pintu rumah ini.
“Tok tok tok Assalamau’alaikum,” salamku sambil mengetuk pintu.
Aku mengetuk pintu itu berulang kali, namun tidak ada satu pun yang menjawab. Aku mencoba ke belakang rumah Myra sambil berseru-seru. Tapi hasilnya kosong seperti yang di depan tadi. Pundakku ditepuk dari belakang, aku sempat kaget.Ternyata tetangga Myra.
“Mau cari siapa, Nak?”tanya tetangga Myra
“Cari Myra dan keluarganya, Pak? Apa mereka sudah pergi ke bandara?”tanyaku sambil tergesa-gesa.
“Iya sudah, Nak, tadi sekitar 10 menit yang lalu," jawab tetangga itu.
Setelah aku tahu bahwa mereka sudah pergi ke bandara aku langsung mengayuh sepedaku sekencang mungkin. Sesampainya di bandara aku melihat sana-sini mencari Myra dan keluarganya. Tak lama mencari aku pun melihat Myra. Aku langsung lari dan mendekati Myra dan memeluknya.
“Aku janji, aku nggak akan lupa tentang persahabatan kita, walau raga kita jauh tapi hati kita akan tetap dekat kok,” kata Myra yang mencoba menenagkan hati Ria.
“Apa kamu yakin Myra dengan kata-kata kamu?” tanyaku dengan lantang.
“Iya Ri, aku janji nggak akan lupa dengan persahabatan kita yang terbangun sejak kecil. Aku pasti akan kangen dengan canda tawa kita, kebersamaan kita, dan semua tentang kita,” kata Myra menenangkanku..
“Kamu adalah sahabat terbaikku dari dulu sampai sekarang. Kamu tak akan terganti oleh sosok siapapun,” sambung Myra
Myra mulai meneteskan air mata. Ia seperti berat meninggalkan aku sebagai sahabat satu satunya, sahabat yang sejak kecil menemaninya dalam keadaan senang maupun susah. Pesawat yang akan dinaiki Myra akan segera cepat landas. Myra harus ke dalam untuk check in. Tanganku masih memegang Myra dengan erat. Langkah Myra semakin jauh, tanganku pun mulai lepas dengan tangan Myra. Akhirnya tangan kami pun saling lepas dan Myra langsung melambaikan tangan kepadaku. Aku dan Myra sama-sama melambaikan tangan, selain itu airmata kami pun menetes. Pada akhirnya, Myra pun masuk ke pesawat dan aku hanya bisa melihat di balik pagar besi yang kuat.
                                                                        ***
Sudah hampir tiga tahun Myra pergi meninggalkanku di sini. Aku berfikir setelah lulusan nanti dia pasti akan ke sini lagi dan menemuiku. Hari lulusan pun telah tiba. Allhamdulillah aku lulus dengan nilai yang memuaskan. Setelah itu liburan pun datang, dan aku berfikir kembali bahwa Myra akan kembali.
Sudah seminggu liburan berlalu. Aku tak dapat kabar kalau Myra akan pulang atau tidak. Ketika aku pergi ke warung, aku melewati rumah Myra. Aku melihat di situ ada orang berkerumunan. Aku langsung menghampiri orang-orang tersebut. Eitsss ternyata Myra pulang. Hatiku sangat senang ketika melihat Myra pulang. Aku malah langsung memanggilnya.
“Myra. . .,” seruku dengan kencang.
Ketika aku panggil dia satu kali, dia tidak menoleh, malah asyik mainan handpone. Aku mencoba untuk memanggilnya lagi. Panggilan kedua membuatnya menoleh, tapi dia malah seperti orang tak mengenaliku dan aku langsung mendekatinya.
“Myra??????” sapaku dengan senang.
“Maaf, siapa ya?” Heran Myra.
Aku langsung kaget ketika Myra bertanya demikian. Apa mungkin dia lupa denganku, karena dia sudah punya teman-teman baru disana.
“Kamu lupa sama aku, sahabatmu dari dulu?”
“Aku kayaknya nggak punya sahabat disini lohh…,” jawab Myra
“Aku Ria, Myr, sahabatmu dari kecil,” kataku mencoba menyakinkan Myra
“Aku nggak punya sahabat disini!” Jawab Myra dengan suara lantang
Aku langsung terdiam, tanpa kata satupun. Badanku tiba-tiba kaku seperti mayit ketika Myra bilang begitu. Aku langsung lari pulang dengan perasaan tak jelas. Sampai dirumah aku langsung memanggil ibu.
“Bu, Myra udah lupa sama aku,” kataku kepada ibu sambil meneteskan sedikit air mata.
“Gak mungkin Myra lupa sama sahabatnya dari kecil,” jawab ibu dengan suara lembut
Ibu seolah tak percaya. Namun ini kenyataanya. Myra tak lagi mengenaliku. Benar kata temanku, kalau anak sudah pindah ke kota pasti akan lupa sama temannya yang ada di desa walau sudah berteman sejak kecil dan udah janji tak akan lupa. Aku hanya bisa melamun dan berfikir.
”Mengapa ya sahabatku sudah tak mengenaliku lagi, apa mungkin dia sudah mempunyai sahabat yang lebih baik dari aku” lamunanku di teras depan rumah sambil memandang lagit yang sagat gelap seperti hatiku saat ini.
Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya bisa melamun. Apa yang aku bayangkan dari kemarin ternyata salah semua. Sudah tak ada Myra yang sering menjailiku seperti dulu, sekarang hanya ada Myra yang sombong. Aku sedih dengan ini semua. Mungkin ini sudah takdir dari Allah untukku. Ternyata benar peribahasa yang sering aku dengar “kacang lupa sama kulitnya”. Kita dari dulu selalu bersama, tapi sekarang dia tak mengenaliku sama sekali. Hmmm, ya sudahlah. Aku hanya bisa bersabar dan mendoakanya supaya ingat kembali kepadaku.  (QILBA)



Read more ...

Selasa, 11 April 2017

Peresmian Gedung Fakultas Teknik Universitas Tidar oleh Menristekdikti

Reporter: 
Filla A.
Kameramen:
 Ahmad Choirul
Editor:
Bondan Prakoso
Read more ...

Pertemuan



Read more ...

Selasa, 04 April 2017

Padatnya Penduduk Kota Magelang di Kemudian Hari


            Mobilitas penduduk diartikan sebagai perpindahan penduduk dari daerah satu ke daerah lain. Motif yang mendasari orang untuk melakukan mobilitas penduduk sangat beragam dapat berupa ekonomi, sosial, budaya, dan lainya. Namun, pada dasarnya ketika seseorang melakukan perpindahan mereka mempunyai motif dasar yang sama yaitu mencari kehidupan yang lebih baik. Keadaan Kota Magelang pada saat ini belum tergolong padat. Penduduknya masih dapat merasakan lengangnya jalan raya pada pagi maupun malam hari. Akan tetapi, sejak tiga tahun terakhir kebutuhan memperoleh pendidikan di lembaga negeri menjadi alasan mobilisasi penduduk di kota kecil tersebut meningkat.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2014 pada tanggal 1 April 2014 Universitas Tidar Magelang berubah nama menjadi Universitas Tidar dengan akronim Untidar sebagai akibat berubahnya status perguruan tinggi tersebut menjadi Negeri. Belajar dari pengalaman yang sudah lalu ketika sebuah perguruan tinggi berubah statusnya menjadi Negeri, perguruan tinggi tersebut mempunyai kecenderungan berkembang ke arah yang lebih baik. Peningkatan kualitas pendidikan menjadi hal yang tidak bisa dielakkan dari Kota Magelang. Peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya dapat memberikan kontribusi positif bagi suatu daerah namun juga kontribusi negatif terutama dalam ranah kependudukan yaitu perpindahan penduduk sebagai faktor fundamental kepadatan penduduk daerah.
             Dalam upaya mencari kehidupan yang lebih baik, seseorang dapat menempuh berbagai cara untuk mencapainya, salah satunya adalah pendidikan. Dengan meningkatknya kualitas pendidikan di kota Magelang, potensi perpindahan penduduk dari daerah sekitar Kota Magelang menuju ke dalam akan meningkat. Peningkatan penduduk menjadi salah satu dampak yang dapat dilihat kasat mata beberapa tahun kedepan. Bila peningkatan penduduk tidak diiringi dengan penyediaan infrastruktur dan tata ruang kota yang baik, bukan hanya kepadatan penduduk saja yang akan menjadi masalah. Pada dasarnya memang masalah kependudukan dapat digolongkan menjadi masalah ganas. Masalah kependudukan yang satu akan menghasilkan masalah lain apabila tidak ditangani dengan baik seperti mata rantai yang tidak akan putus. Mungkin saja penduduk Kota Magelang beberapa tahun kedepan sudah tidak bisa lagi menikmati leganya jalan raya pada pagi maupun malam hari.

            Pemerintah Kota Magelang khususnya Dinas Tata Kota dan Perhubungan sebagai pihak yang diberi wewenang oleh masyarakat Kota Magelang mengatur transportasi dan tata ruang kota, harus menyadari bahwa Kota Magelang mempunyai potensi besar menerima gelombang perpindahan penduduk dari daerah sekitarnya. Sekaranglah waktu yang paling tepat untuk membuat rencana menghadapi potensi gelombang perpindahan. (PSS)
Read more ...

Minggu, 02 April 2017

MASJID AL-MAHDI, MASJID PERCAMPURAN DUA BUDAYA DI KOTA MAGELANG


Masjid merupakan tempat ibadah untuk umat muslim tapi bagaimana jadinya jika tempat ibadah umat muslim ini dibangun meyerupai klenteng yang merupakan tempat ibadah pemeluk keyakinan Kong Hu Cu? Pencampuran dua arsitektur ini sekarang bisa kita temui di Magelang. Bangunan yang menyerupai klenteng tersebut teletak di Perum Armada Estate. Dari bentuknya yang mirip dengan klenteng seakan membuat orang bertanya-tanya, apakah itu klenteng ataukah sebuah masjid? Masjid bernuansa bangunan Cina ini dibangun mulai bulan September tahun lalu dan direncanakan diperkirakan selesai pada bulan Maret tahun ini. Pada mulanya, pengerjaan masjid ini dilakukan oleh 11 pekerja tetapi sekarang hanya tersisa delapan orang pekerja. Tahap pengerjaan masjid kini telah mencapai finishing dan pemasangan aksesoris masjid. Dalam empat bulan waktu pengerjaan, dana yang dikeluarkan sudah mencapai 2 milyar. Dana untuk pembangunan masjid ini bukan merupakan uang dari warga tetapi dari Mahdi, seorang kyai di Perum Depkes.
Ide pembangunan masjid bernuansa Cina ini bukan hanya sebagai tempat beribadah untuk umat islam saja yang jumlahnya mulai semakin banyak di Perum Armada Estate, tetapi juga sebagai tempat dakwah dan menyebarkan agama Islam di sana yang notabene mayoritas penduduknya adalah nasrani. Tujuan pembangunan masjid ini juga untuk mempermudah orang Islam di sana melaksanakan sholat karena masjid yang sudah ada letaknya terbilang jauh. Jadi harapannya setelah masjid ini selesai para warga Perum Depkes tidak perlu berjalan jauh jika ingin menunaikan ibadah.
Dilihat dari arsitekturnya, sekilas  bangunan masjid ini meniru klenteng yang ada di alun – alun kota Magelang, tetapi masjid ini memadukan nuansa islam pada eksteriornya, contohnya pada lampion masjid tertulis Asmaul Husna. Di setiap tiang luar masjid dihiasi dengan kaligrafi yang indah menambah nuansa Islam masjid. Bagian dalamnya bukan menggunakan keramik seperti masjid pada umumnya, namun menggunakan batu granit sebagai lantainya. Masjid ini hanya memiliki satu tiang penyangga di dalamnya sehingga hal itu menjadi kendala dalam pengerjaan masjid karena sulit untuk mengontruksinya. Mungkin nantinya masjid ini akan menjadi masjid yang bernuansa Cina yang pertama di Magelang. Bahkan bukan tidak mungkin nantinya masjid yang diberi nama Masjid Al-Mahdi menjadi salah satu alternatif objek wisata di kota Magelang. (WB & AJ)


Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com