Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Kamis, 09 Juni 2016

Batu Ratapan Angin, Surga Tersembunyi Dataran Tinggi Dieng

Batu Ratapan Angin : Pengunjung tengah berpose untuk mengabadikan moment 
                                             sambil menikmati pemandangan telaga warna dan 
                                             telaga pengilon dari batu ratapan angin.(RRS?Mata Foto)
Dieng merupakan daerah yang berada di ketinggian dengan udara yang sejuk dan suasana pegunungan yang mendamaikan hati. Banyak keindahan alam yang tersimpan di negeri sejuta pesona dan budaya ini, salah satunya adalah Batu Ratapan Angin. Belum banyak orang yang bisa menikmati sejuknya desiran angin dan bisikan burung-burung kecil penghuninya karena memang tempatnya yang belum banyak diketahui khalayak. Surga tersembunyi ini merupakan pahatan alam yang berasal dari letusan gunung vulkanik yang sekarang sudah tidak aktif lagi. Dari batu Ratapan Angin dapat dilihat lukisan alam nan indah berupa telaga warna dan pengilon. Ibarat  kanvas yang telah dilukis, kesempurnaan telaga warna dan pengilon dapat dinikmati secara detail dari atas batu berbentuk agak kotak yang berdiri kokoh berdampingan. Hembusan angin sering terasa kencang dan menimbulkan suara mendesis seperti orang meratapi kesedihan, itulah kenapa dua buah batu ini diberi nama batu ratapan angin.
Jalan menuju surga tersembunyi ini rusak dan menanjak. Namun dengan suasana pegunungan nan sejuk serta mata yang dimanjakan oleh lahan pertanian warga dengan sayur-mayurnya yang tertanam rapi, semua rasa lelah akan terbayarkan dan hilang dengan seketika. “jalanannya memang rusak parah, naik turun juga. Tapi udaranya sejuk dan pemandangannya juga bagus jadi capeknya enggak kerasa” ucap Angga salah satu pengunjung Batu ratapan angin. Pohon pinus yang ada di sekitar ratapan angin menjadi salah satu saksi yang bercerita tentang indahnya pemandangan dan pengunjung disana. Semua terkesan mengindahkan ketika milihat secercah dataran tinggi dengan segenap surga tersembunyinya. Untuk menaiki Batu Ratapan Angin ini harus melewati puluhan anak tangga yang akan sedikit melelahkan, tapi ketika sudah berdiri dan menatap Telaga Warna dan Pengilon yang menyilaukan mata maka setiap yang melihat akan terkesima dengan pemandangan yang dihadirkan. Pemandangan akan semakin indah apabila cuaca sedang bagus dan kabut masih tipis apalagi ketika matahari mulai menampakan diri atau menyembunyikan dirinya, siluet tubuh akan terlihat sangat jelas dihiasi fajar yang berkilau menyapa setiap orang yang ada.
Selain batu yang berbentuk agak kotak dan kokoh yang berdiri disampingnya masih banyak spot yang dapat digunakan untuk berfoto, salah satunya adalah taman bunga dan batuan-batuan besar yang berada dibelakang batu ratapan angin. Tak kalah cantiknya dengan ratapan angin, batu-batuan ini juga banyak diminati oleh pengunjung yang datang. “ wisatanya disini tidak hanya batu ratapan angin yang biasa digunakan untuk melihat telaga warna dan telaga pengilon tapi masih ada taman dan batu-batuan kokoh lain yang lebih besar. Letaknya dibelakang batu ratapan angin. Disana tempatnya juga bagus buat foto-foto jadi coba saja foto disana” ucap Fendi, salah satu pengelola wisata Batu Ratapan Angin. Menurut Fendi pengunjung yang datang memang lebih memilih berfoto di Batu Ratapan Angin. (RRS)

Tidak ada komentar:

Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com