TEMANGGUNG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 07 Universitas Tidar Desa Jetis tahun 2026 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Elisitor Biosaka bagi kelompok tani Desa Jetis pada Selasa (14/7) pukul 13.00 WIB di Gedung Serbaguna Desa Jetis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan Biosaka sebagai elisitor alami yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Koordinator Desa KKN 07 Universitas Tidar dan sambutan Kepala Desa, kemudian memasuki sesi penyampaian materi.
Narasumber kegiatan ini adalah anggota KKN 07 Universitas Tidar, saudari Rahmadina Eka Nuria dan Addina Amalia. Pada sesi penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa Biosaka merupakan elisitor alami yang dibuat dari ekstrak berbagai jenis rerumputan atau dedaunan yang tumbuh di sekitar lingkungan. Biosaka bukan merupakan pupuk maupun pestisida, melainkan senyawa yang berfungsi merangsang mekanisme pertahanan alami tanaman sehingga tanaman menjadi lebih kuat dalam menghadapi serangan organisme pengganggu.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai manfaat penggunaan Biosaka, di antaranya membantu meningkatkan daya tahan tanaman, mengoptimalkan proses pertumbuhan tanaman, menjaga keseimbangan ekosistem lahan pertanian, serta berpotensi mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia apabila diterapkan secara tepat dan berkelanjutan.
Selain menjelaskan manfaatnya, pemateri turut menyampaikan syarat pembuatan elisitor Biosaka. Syarat pembuatan biosaka di antaranya menggunakan rerumputan yang masih hijau segar, tidak terserang hama dan penyakit, dan tidak bergetah. Materi juga menjelaskan mekanisme Biosaka pada tanaman. Pertama, senyawa aktif dalam Biosaka dikenali oleh tanaman sehingga mengaktifkan jalur sinyal pertahanan. Proses ini kemudian memicu pembentukan fitohormon serta mengaktifkan jalur metabolisme sekunder. Aktivasi tersebut meningkatkan produksi berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam memperkuat daya tahan tanaman. Pada akhirnya, proses tersebut membantu meningkatkan efisiensi fisiologis tanaman sehingga pertumbuhan, kesehatan, dan kualitas hasil tanaman menjadi lebih baik.
Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan Biosaka. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok agar dapat mencoba langsung setiap tahapan pembuatannya, mulai dari meremas tanaman bersama air hingga menyaring hasil ekstraksi. Selama praktik berlangsung, suasana tampak aktif dan antusias. Peserta aktif berdiskusi seputar elisitor Biosaka.
Koordinator Desa KKN 07 Universitas Tidar Desa Jetis, Prime Mustofa Adeyan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung inovasi pertanian yang lebih ramah lingkungan di Desa Jetis.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para petani Desa Jetis dapat memahami konsep Biosaka dengan baik, mulai dari manfaat, cara pembuatan, hingga pengaplikasiannya. Harapannya, Biosaka dapat menjadi salah satu alternatif yang mudah diterapkan untuk mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan," ujarnya.
Kepala Desa Jetis, Bapak Sutaat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim KKN 07 UNTIDAR atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi dan praktik pembuatan Biosaka ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Jetis.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim KKN 07 UNTIDAR yang telah berbagi kepada para kelompok tani dalam kegiatan ini. Semoga apa yang telah diberikan dapat bermanfaat, bagi para petani," tuturnya.
Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik ini, Tim KKN 07 Universitas Tidar berharap kelompok tani di Desa Jetis dapat mengembangkan inovasi pertanian berbasis sumber daya lokal sehingga tercipta sistem budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Penulis : Muhamad Hilmy A.
Editor : Yeni

