Magelang --- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pelita melalui Sarasehan Buku dan Diskusi Bersama (SABDA) berkolaborasi dengan Sunday Reads Club, sebuah klub buku di Magelang dalam kegiatan diskusi buku yang berlangsung di Kafe Melek Huruf pada Minggu (11/10). Diskusi kali ini mengangkat tema “fiksi”, yang membuat peserta mengeksplorasi cerita lalu saling bertukar pandangan mengenai karya fiksi yang dibaca.
SABDA merupakan kegiatan yang telah dilaksanakan sebanyak empat kali yaitu pada bulan Mei-Juni dan September-Oktober. Tujuannya untuk mengenal lebih dalam tentang dunia literasi yang mana ini sejalan dengan fokus UKM Pelita yaitu keilmiahan. SABDA biasanya berlangsung di Taman Ahmad Yani yang dibuka untuk umum tanpa adanya registrasi.
Berbeda dari sebelumnya, kegiatan kali ini dilaksanakan di Kafe Melek Huruf, Borobudur—sebuah kafe buku di Magelang yang sangat dekat dengan “literasi”. Melalui kolaborasi ini, Abaric selaku ketua SABDA menyatakan bahwa peserta menjadi lebih aktif berdiskusi karena buku yang tersedia lebih banyak dan beragam, yaitu hingga ratusan buku yang disediakan gratis oleh Kafe Melek Huruf.
“Peserta menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan, terutama dalam sesi diskusi buku. Yang paling mencolok, buku-buku yang dibaca disediakan langsung oleh Melek Huruf dan jumlahnya itu ratusan,” ujar Abaric. Selain perubahan lokasi, kegiatan ini menghadirkan pengalaman baru bagi SABDA karena berkesempatan berkolaborasi dengan komunitas baca yang lain yaitu Sunday Reads Club.
Sunday Reads Club merupakan komunitas baca di Magelang yang berdiri tahun 2023 dan berfokus pada literasi dan diskusi buku. Dalam kegiatan rutinnya, komunitas ini biasanya berkegiatan di taman Ahmad Yani atau kafe-kafe tertentu yang open untuk kegiatan literasi. Salah satu perwakilan dari Sunday Reads Club, Tania, mengungkapkan ketertarikannya untuk menerima kolaborasi ini dengan alasan kesamaan tujuan yaitu literasi.
“Sunday Reads Club itu sangat terbuka untuk kolaborasi dalam hal literasi karena memang di Magelang belum banyak kegiatan semacam ini,” ujar Tania. Ia berharap kegiatan ini dapat menyebarkan literasi, mengenalkan SRC dan SABDA kepada lebih banyak orang, serta semakin banyak menarik peserta.
Kegiatan ini dimulai dengan jelajah buku koleksi Melek Huruf selama 15 menit lalu dilanjutkan dengan silent reading selama 60 menit dan diakhiri diskusi buku selama 60 menit. Para peserta bebas memilih buku fiksi sesuai keinginannya. Mereka juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat, dan menanggapi pendapat yang disampaikan peserta lain.
Salah satu peserta, Meiy, mengaku bahwa tertarik mengikuti diskusi ini karena ia sudah menyukai membaca dan tertarik mencoba suasana baru dalam membaca buku. Menurutnya, diskusi ini dapat menambah wawasan baru terkait buku-buku yang belum pernah ia baca. “Pertukaran ide ini menambah wawasanku terkait buku-buku yang belum aku baca sebelumnya,” ujar Meiy.
Berdiskusi dengan anggota yang berbeda juga memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta. Meiy, menyampaikan ia memperoleh sudut pandang baru setelah mendengarkan diskusi dari peserta lain. “Aku mendapatkan sudut pandang yang berbeda-beda dari masing-masing anggota setelah adanya sesi diskusi tadi,” imbuhnya.
Kedepannya, kolaborasi antara komunitas baca seperti ini diharapkan dapat terus terjalin melalui kegiatan-kegiatan yang lebih beragam. Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi pendapat, tetapi juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk mengenal sudut pandang baru dan memperluas relasi. Melalui kegiatan ini, literasi di kalangan mahasiswa dan anak muda diharapkan terus tumbuh.
Penulis : Inggar
Editor: Naila




