Mobilitas menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sehari-hari. Pergi ke kampus, mengikuti kegiatan organisasi, mengerjakan tugas, hingga menjalani praktikum di lokasi berbeda membuat kebutuhan transportasi tidak dapat dipisahkan dari aktivitas. Namun, tidak semua mahasiswa memiliki kendaraan pribadi atau dapat menggunakannya setiap saat. Kondisi ini membuat sebagian mahasiswa membutuhkan alternatif transportasi yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Harga jasa transportasi pada sejumlah aplikasi atau platform yang semakin mahal menjadi salah satu keresahan mahasiswa. Di sisi lain, kebutuhan untuk berpindah tempat tetap ada, terutama ketika perkuliahan atau praktikum berlangsung di luar kampus utama.
Dari keresahan tersebut, Anjem District UNTIDAR hadir sebagai alternatif mobilitas bagi mahasiswa. Gagasan ini berangkat dari kebutuhan mahasiswa akan layanan transportasi yang lebih sesuai dengan kondisi dan aktivitas mereka.
Anjem District UNTIDAR dijalankan oleh mahasiswa yang tetap menjalani perkuliahan dan berbagai kegiatan lainnya. Di sela-sela kesibukan tersebut, para driver mengambil order sesuai waktu yang mereka miliki sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.
Bagi driver, aktivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghasilan. Mereka juga dituntut untuk mengatur waktu antara kuliah, mengerjakan tugas, mengikuti organisasi, dan bekerja. Selain itu, pengalaman berkomunikasi dengan pengguna, melayani orang lain, dan membangun relasi menjadi nilai tambah yang diperoleh dari aktivitas tersebut.
“Menurut saya Anjem ini sangat membantu mahasiswa. Pemasukan dari sini lumayan untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan kuliah, bahkan bisa disisihkan untuk bayar UKT. Selain mendapatkan penghasilan tambahan saya juga senang bisa membantu mahasiswa lain yang membutuhkan,” ujar Maul, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 sekaligus driver Anjem District UNTIDAR.
Dari sisi pengguna, layanan yang dijalankan sesama mahasiswa ini memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan transportasi. Mobilitas bagi mahasiswa bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berkaitan dengan berbagai aktivitas yang harus dilakukan tepat waktu, mulai dari perkuliahan hingga kegiatan akademik lainnya.
“Menurut saya Anjem cukup membantu karena harganya juga sangat terjangkau untuk mahasiswa. Prosesnya juga gampang, cukup order lewat grup WhatsApp, jadi tidak perlu download atau buka aplikasi khusus. Kalau memang lebih nyaman dengan driver perempuan, kita juga bisa request. Jadi menurut saya cukup praktis dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” ujar Euis, mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2024 sekaligus pengguna Anjem District UNTIDAR.
Keberadaan Anjem District UNTIDAR mempertemukan antara mahasiswa yang membutuhkan mobilitas dan mahasiswa yang bersedia membantu menciptakan hubungan timbal balik. Hal ini membuat pengguna mendapatkan kemudahan dalam menjalankan aktivitasnya dan driver memperoleh kesempatan untuk mendapatkan penghasilan sekaligus pengalaman. Lebih jelasnya di dalam Anjem District UNTIDAR terdapat kebutuhan yang saling bertemu yang kemudian membentuk interaksi antarmahasiswa.
Meskipun demikian, layanan ini tetap membutuhkan tanggung jawab dari kedua pihak. Driver harus mampu membagi waktu dengan kewajiban akademik serta memastikan perjalanan berlangsung dengan aman, sedangkan pengguna juga perlu memahami bahwa driver memiliki jadwal kuliah, tugas, dan kegiatan lainnya. Oleh karena itu, sikap saling menghargai waktu, kondisi, dan tanggung jawab menjadi bagian penting agar layanan ini dapat berjalan dengan baik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa solidaritas mahasiswa tidak selalu hadir melalui kegiatan besar. Solidaritas juga dapat tumbuh dari kebutuhan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mahasiswa melihat persoalan yang dialami sesamanya, mereka dapat mengambil peran untuk menciptakan solusi dari lingkungan mereka sendiri.
Pada akhirnya, perjalanan bukan hanya tentang siapa yang mengantar dan siapa yang tiba di tujuan. Di dalamnya terdapat kebutuhan yang ingin dipenuhi, ada mahasiswa yang mengambil kesempatan untuk membantu, dan ada ruang yang mempertemukan keduanya. Anjem District UNTIDAR menjadi salah satu contoh layanan yang berawal dari keresahan terhadap kebutuhan mobilitas dapat melahirkan inisiatif dari mahasiswa untuk mahasiswa. Dari kebutuhan sehari-hari, tumbuh sebuah bentuk solidaritas: mahasiswa bantu mahasiswa.
Penulis: Ghaza Lucas Berto
