Lombok Tengah — Kebakaran melanda
Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa
Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (22/8/2026) malam. Api berhasil dipadamkan
pada Minggu (23/8/2026) pagi. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal
menyebut penyebab kebakaran rumah di kampung adat wisata Sade masih diselidiki.
Dia menduga kebakaran itu disebabkan oleh masalah kelisitrikan.
"Kemungkinan ada yang terkait dengan
elektriknya, dengan listrik yang ada, aliran listrik yang ada di situ," kata
Lalu di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan data sementara Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, sebanyak 120 unit
rumah terdampak kebakaran. Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyebut
sebanyak 320 jiwa atau 120 kepala keluarga (KK) turut terdampak dalam peristiwa
tersebut.
Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan,
dari bangunan yang terbakar, sebanyak 89 unit mengalami kerusakan berat atau
ludes terbakar, sementara bangunan lainnya mengalami kebakaran ringan.
Kebakaran tidak hanya berdampak pada rumah
warga, tetapi juga sejumlah aset budaya masyarakat Suku Sasak. Menteri
Kebudayaan Fadli Zon menyebutkan bahwa pendataan sementara mencatat 167 aset
bangunan terdampak, terdiri atas 75 rumah adat, 69 artshop, delapan
lumbung alang, serta sejumlah bangunan pendukung seperti Berugak, Bale Beleq,
gerbang desa, dan tempat ibadah.
Sejumlah benda budaya dan perlengkapan seni
tradisional turut terbakar, di antaranya keris, tombak, perlengkapan Peresean,
Gendang Beleq, Gong Tua ritual, serta naskah kuno. Warga juga menemukan naskah
lontar Rengganis dalam kondisi hangus setelah kebakaran.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum
pasti. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga melakukan pendataan
terhadap warga serta aset yang terdampak kebakaran di Desa Adat Sade.
Penulis: Okta
Editor: Fitri
Layouter: Zaskia Nurul H