WONOSOBO Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (UNTIDAR) kelompok 12 Desa Pulosaren menggelar sosialisasi pencegahan stunting dan tuberkulosis (TBC) di Balai Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja wajib KKN sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan kesehatan di tingkat desa.


Sosialisasi diikuti oleh 35 peserta mulai dari ibu hamil, ibu muda, ibu menyusui, serta kader PKK. Kepala Desa Pulosaren, Suwadi Sudiro, turut hadir dalam kegiatan yang menghadirkan dosen gizi UNTIDAR, Martha Arum Nugraheni, S.TP., M.Gz., dan bidan desa Pulosaren, Dwi Lestari, A.Md.Keb., sebagai narasumber.


Suwadi Sudiro menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi mengenai kesehatan dan gizi penting diberikan kepada masyarakat karena stunting masih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mewujudkan Desa Pulosaren yang lebih sehat. Terlebih, banyak masyarakat yang menikah pada usia muda sehingga membutuhkan bekal pengetahuan mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi dalam kehidupan berkeluarga.


“Kegiatan KKN ini sangat kami apresiasi karena stunting masih menjadi permasalahan yang perlu kita perhatikan bersama untuk mewujudkan Desa Pulosaren yang lebih sehat. Apalagi banyak masyarakat yang menikah di usia muda, sehingga kegiatan ini penting untuk memberikan bekal pengetahuan bagi mereka dalam menjalani kehidupan setelah pernikahan,” ujar Suwadi.


Materi mengenai pencegahan stunting disampaikan oleh Martha Arum Nugraheni, dosen gizi UNTIDAR yang membahas pentingnya penerapan gizi seimbang sejak masa kehamilan, masa menyusui, hingga periode pertumbuhan anak.


Selain gizi seimbang, Martha juga menyampaikan pentingnya diversifikasi pangan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan beragam bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai sumber makanan yang bergizi dan mudah dijangkau.

 “Pemenuhan gizi tidak selalu harus menggunakan bahan pangan yang mahal. Bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, selama dikonsumsi secara beragam dan seimbang,” jelas Martha.


Sementara itu, bidan desa Pulosaren, Dwi Lestari, menyampaikan materi mengenai TBC. Peserta diajak mengenali ciri-ciri TBC, memahami cara mencegah penularan, serta mengetahui pentingnya melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan hingga tuntas.


Berdasarkan data kasus TBC di Desa Pulosaren dalam rentang tahun 2010 hingga 2026, tercatat sebanyak 15 kasus. Dari jumlah tersebut, dua pasien meninggal dunia, sedangkan 13 pasien lainnya telah menjalani pengobatan.


 “Melalui kegiatan ini, kami sangat berharap masyarakat menjadi lebih sadar dan paham mengenai TBC. Masyarakat juga tidak perlu takut untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan karena TBC dapat ditangani apabila ditemukan dan diobati dengan tepat,” ungkap Dwi.


Selain sosialisasi, mahasiswa KKN kelompok 12 turut memberikan telur puyuh dan jus jambu kepada peserta kegiatan. Pemberian tersebut menjadi bagian dari pengenalan sumber pangan yang dapat mendukung pemenuhan gizi serta menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah dijumpai.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan kepada siswa SD Negeri 1 Pulosaren dan SD Negeri 2 Pulosaren. Mahasiswa mengenalkan pola hidup sehat dan konsep “piring sehat” untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi serta penerapan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.


Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 12 UNTIDAR berupaya mendorong masyarakat Pulosaren untuk lebih sadar terhadap pentingnya kesehatan keluarga. Sosialisasi mengenai gizi, pencegahan stunting, dan TBC diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan, melakukan pemeriksaan ketika diperlukan, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis: Muhamad Hilmy A.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama