Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Sabtu, 31 Desember 2016

Candi Umbul, Pemandian Air Hangat Ala Kerajaan


S
Candi Umbul: pemandian air panas di Kabupaten Magelang.
                         MATA Photos
ebagian dari kita masih asing dengan nama Candi Umbul terutama orang-orang yang bukan asli dari daerah Magelang. Candi ini bukanlah sekedar candi seperti pada umumnya, melainkan sebuah candi yang memiliki pemandian air panas yang terletak di Kabupaten Magelang. Tepatnya di desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Agar dapat mencapai objek wisata ini, dengan kendaraan pribadi bisa melalui dua arah. Pertama, dari arah Semarang pengunjung dapat mengambil jalan ke kiri sebelum Kecamatan Pringsurat, Temanggung, sekitar 400 meter akan langsung sampai di lokasi. Sedangkan yang kedua, dari arah Yogyakarta, pengunjung dapat mengambil jalan ke kanan di pertigaan Desa Krincing, sebelah utara Secang ke arah Grabag, atau melewati jalan alternatif dari Menowo kemudian sampai di pertigaan Kayupuring, Banyusari lalu ambil kanan ke arah Grabag, kemudian mengikut papan penunjuk arah menuju Candi Umbul. Tempat ini masih sangat asri dengan berpagarkan pohon-pohon yang amat rindang.
“Candi ini sebenarnya adalah sebuah pendopo dan dibawahnya merupakan kolam pemandian,” ungkap Restu, yang merupakan putra dari pengelola Candi Umbul. Konon, situs ini dibangun sejak zaman Wangsa Syailendra. Candi Umbul merupakam Candi Hindu, yang dahulunya kolam ini merupakan tempat pemandian para putri bangsawan. Hingga saat ini masyarakat sekitar tetap menjaga dan merawatnya sebagai situs peninggalan bersejarah dan menjadikannya tempat rekreasi. Candi Umbul berasal dari kata Umbul dalam bahasa Jawa berarti naik. Hal ini dikarena sumber air yang dihasilkan dari dasar kolam selalu menyembul membentuk gelembung-gelembung, sehingga masyarakat menyebutnya “umbul atau mumbul”.

            Kolam pemandian dibagi atas dua bagaian, yaitu berupa kolam air panas dan kolam air dingin yang letaknya lebih rendah. Dinding dari kolam ini tersusun atas batu andesit seperti candi pada umumnya. Ada pula candi-candi yang berjejer di tepian kolam menggambarkan berbagai relief tumbuhan, binatang, dan stupa bagian puncak candi. Secara keseluruhan candi ini masih kental dengan nuansa sejarahnya. Keberadaan umpak (pondasi) yang terdapat di setiap sudut dasar kolam merupakan tiang penyangga. Sedangkan batuan lain berbentuk lingga datar merupakan alas duduk untuk bersemedi para ksatria terdahulu. Suasana yang tenang berada jauh dari kebisingan kota dan air yang hangat untuk berendam sangat cocok untuk merileksasikan badan. Air kolam ini memiliki kandungan sulfur atau belerang, tetapi berbeda dengan pemandian air hangat lainnyanya, Candi Umbul tidak memiliki bau belerang yang menyengat. Sehingga pengunjung dapat sepuasnya berendam ditempat ini tanpa mengalami resiko. Belerang yang terkandung didalamnya konon bermanfaat untuk  menyembuhkan berbagai penyakit kulit, dengan suhu air yang dapat menjadi terapi tulang dan pelancaran peredaran darah. Layaknya Spa disalon-salon ternama. Tidak perlu merogoh kocek yang dalam, hanya dengan Rp.3500/dewasa dan Rp.2500/anak pengunjung bisa merasakan kehangatan dan keindahan Candi Umbul. (SPU)

Tidak ada komentar:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com