Magelang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 Universitas Tidar (UNTIDAR) menyelenggarakan program ECOBAG (Pelatihan Pembuatan Ecoprint pada Totebag) di Maddin, Dusun Weru, Desa Candiretno, pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan remaja Dusun Weru ini bertujuan mengenalkan teknik ecoprint sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi tanaman di sekitar lingkungan menjadi produk yang bernilai seni dan ekonomi.
Program ECOBAG menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam menghadirkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami bahwa daun dan bunga yang selama ini mudah ditemukan di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan motif alami pada kain tanpa menggunakan pewarna kimia sintetis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, penyampaian materi mengenai ecoprint, demonstrasi pembuatan motif pada media totebag, praktik bersama, hingga sesi dokumentasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh penjelasan mengenai konsep dasar ecoprint, jenis-jenis daun yang cocok digunakan, serta tahapan pembuatan menggunakan teknik pounding, yaitu teknik memindahkan pigmen alami daun ke kain dengan cara dipukul menggunakan palu.
Setelah sesi materi, peserta langsung mempraktikkan teknik yang telah dipelajari. Dengan didampingi mahasiswa KKN, mereka menyusun berbagai jenis daun di atas totebag berbahan katun, kemudian melakukan proses pemukulan hingga motif daun tercetak pada kain. Selanjutnya, totebag direndam menggunakan larutan tawas sebagai proses fiksasi agar warna yang dihasilkan lebih tahan lama.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Tidak hanya ibu-ibu PKK, para remaja Dusun Weru juga aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mereka tampak bersemangat mencoba berbagai susunan daun untuk menghasilkan motif yang unik sesuai kreativitas masing-masing. Seluruh peserta berhasil menghasilkan satu produk totebag ecoprint dengan karakter motif yang berbeda-beda, mencerminkan keunikan setiap karya yang dibuat menggunakan bahan alami.
Narasumber pelatihan, Isnani Puspita Jayanti, mengapresiasi semangat peserta, khususnya para remaja yang turut hadir dan aktif selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu modal penting dalam mengembangkan kerajinan ecoprint di masa mendatang.
"Saya sangat mengapresiasi antusiasme para peserta, terutama kaum muda yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan ini. Semangat mereka untuk belajar dan mencoba hal baru sangat luar biasa. Harapannya, keterampilan sederhana seperti ecoprint ini tidak hanya menjadi pengalaman sesaat, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan kreatif, bahkan menjadi peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Isnani Puspita Jayanti.
Ketua PKK Dusun Weru, Ibu Ritna, turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UNTIDAR atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat nyata karena tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga membuka wawasan mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari potensi lokal.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNTIDAR yang telah bersedia menyelenggarakan pelatihan ecoprint di Dusun Weru. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK maupun para remaja karena memberikan pengalaman dan keterampilan baru. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga memunculkan ide-ide usaha kreatif yang dapat menambah penghasilan masyarakat di masa mendatang," tutur Ibu Ritna.
Melalui program ECOBAG, mahasiswa KKN UNTIDAR berharap masyarakat dapat melihat bahwa potensi alam di sekitar lingkungan memiliki nilai lebih apabila diolah secara kreatif. Produk ecoprint tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk seperti totebag, jilbab, pakaian, pouch, hingga suvenir yang memiliki daya saing di pasaran.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menggabungkan unsur edukasi, kreativitas, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan warga, pelatihan ecoprint diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai inovasi berbasis potensi lokal di Dusun Weru. Dari sehelai daun yang tumbuh di pekarangan, lahir sebuah karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Arina Oktovian
Sumber Dokumentasi: dokumentasi pribadi