Magelang - Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keberlanjutan sumber daya air, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 70 Universitas Tidar (UNTIDAR) melaksanakan kegiatan konservasi mata air melalui penanaman 50 bibit pohon di kawasan mata air yang berlokasi di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (25/7/2026). Mata air tersebut merupakan sumber air yang dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, melalui Kelompok Pengelola Sistem Penyedia Air Minum (KPSPAM) Desa Sugihmas. Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, pengurus KPSPAM, dan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kelestarian sumber kehidupan.
Melalui KPSPAM, mata air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan menjadi sumber utama penyedia air bersih bagi masyarakat desa Sugihmas. Keberadaan kawasan resapan di sekitar mata air memiliki peran sangat penting dalam menjaga kontinuitas debit air, terutama pada musim kemarau. Tutupan vegetasi yang optimal di sekitar sumber mata air menjadi salah satu faktor utama kemampuan tanah mengikat dan menyimpan air dan dapat menunjang keberlanjutan ketersediaan air bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Sugihmas dan pengurus KPSPAM untuk menentukan titik-titik penanaman yang strategis. Selanjutnya, mahasiswa KKN beserta pengurus KPSPAM bergotong-royong menanam bibit pohon di sekitar kawasan mata air. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tampak selama kegiatan berlangsung, menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan sumber air yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Perwakilan KPSPAM Desa Sugihmas, Sutarman, turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam mendukung pelestarian kawasan mata air. Menurutnya, penambahan tutupan vegetasi di sekitar sumber mata air menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi kawasan resapan sehingga pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 70 UNTIDAR berharap dapat menjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, KPSPAM, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman 50 bibit pohon diharapkan menjadi investasi ekologis yang mampu mendukung keberlanjutan sumber mata air sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat desa Sugihmas, baik untuk saat ini maupun bagi generasi yang akan datang.
Penulis: Riska Februani





