Sering kali kita mengingat-ingat kenangan masa kecil yang sudah tidak dapat diulang. Bukan selalu tentang kenangan manis bersama keluarga, melainkan tentang cerita yang menjadi bagian dari kehidupan. Kenangan seseorang tentang makanan, permainan, lagu, dan bahkan beberapa orang memiliki kenangan indah di tempat-tempat tertentu yang sudah tidak dapat dikunjungi saat ini. Walaupun waktu terus berjalan, ingatan di masa lalu sering kali masih terlintas di benak kita.
Pemerintah Kota Magelang mengajak masyarakat untuk bernostalgia ke puluhan tahun belakang melalui event tahunan “Magelang Tempo Doeloe” yang diselenggarakan di Alun-Alun Kota Magelang. Event ini sukses digelar dan berhasil menarik banyak pengunjung. Keramaian mulai terlihat dari sisi luar alun-alun yang dipadati kendaraan terparkir. Suara musik dari panggung hiburan bersama dengan deretan stand dengan nuansa klasik sangat menarik perhatian.
Daya tarik acara ini adalah pameran koleksi benda-benda zaman dulu yang dipajang dan beberapa lainnya dijual. Seperti yang dipamerkan oleh PDAM Kota Magelang yaitu mesin ketik, mesin bubut, manometer, dan perkakas zaman dulu. Perpustakaan Daerah Kota Magelang juga turut berpartisipasi dengan memamerkan arsip administrasi, bacaan, dan foto-foto lawas Kota Magelang. Pengunjung dapat melihat denah Kota Magelang yang digambar dan ditulis secara manual menggunakan tangan. Arsip majalah, koran, dan dokumentasi kegiatan Kota Magelang tahun 80-an juga dapat diakses melalui stand Perpusda.
Bukan hanya pihak dinas yang mengisi stand, UMKM dan kolektor benda bersejarah turut meramaikan event “Magelang Tempo Doeloe.” Tak kalah menarik, komunitas Vespa memamerkan motor Vespa yang terlihat antik bahkan beberapa di antaranya dijual. Terdapat pula komunitas kolektor HP dan HT yang memamerkan koleksi alat komunikasi dan telepon genggam jadul. Beberapa pameran lain yaitu mobil tua, lukisan, wayang, foto-foto lawas, majalah, koran, dan buku lawas. Selain itu, pengunjung juga dapat mencoba permainan tradisional “egrang” yang sudah sangat jarang dimainkan anak-anak di zaman sekarang.
Tak kalah menarik, banyak stand makanan dan kerajinan tangan. Makanan tradisional seperti sego megono, es limun jadul, dan berbagai jajanan pasar jadul mengingatkan pengunjung akan kenangan masa muda. Kerajinan tangan seperti tas dan sepatu rajut serta batik eco-print sangat indah dan mencuri perhatian. Ada juga yang menjual kebaya jadul atau yang biasa disebut kebaya nenek, dimana kebaya jenis ini mulai menjadi trend berkain ala Gen-Z.
Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, Magelang Tempo Doeloe menjadi wadah bagi masyarakat untuk kembali dekat dengan sejarah dan budaya yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain benda-benda lama, kuliner, dan permainan tradisional, acara ini sebagai bentuk hiburan sekaligus edukasi bagi generasi muda.


