Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Minggu, 21 Mei 2017

GREEN VILAGE GEDANGSARI MENJADI DESTINASI

GVG:  saat malam hari menjadi salah satu daya tarik wisatawan. (Mata Photos)
Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Letak geografis Kabupaten Gunungkidul ialah berada di daerah pegununggan hingga daerah pantai. Kabupaten ini juga terkenal dengan wisata pantainya yang pasti sudah tidak diragukan lagi eksistensinya. Keberadaan wisata pantai di Gunungkidul tidak hanya dikenal di Indonesia saja namun sudah di ranah internasional.
Saat ini Gunungkidul mulai mengembangkan sektor pariwisatanya, tidak hanya daerah pantai saja namun juga wisata-wisata alamnya. Kini beberapa tempat wisata baru di daerah Gunungkidul mulai dibangun. Tempat wisata tersebut antar lain, Gua Pindul, Embung Bathara Sriten, Gunung Api Purba, gunung Gentong, dan beberapa lainnya.
Dari beberapa tempat wisata baru tersebut, ada salah satu yang diharapkan mampu mengundang wisatawan-wisatawan local maupun asing melalui salah satu wahana yang ada. Tempat wisata tersebut adalah Green Vilage Gedangsari atau yang sering disebut GVG. Tempat wisata ini berada di pegunungan yang terletak di kecamatan Gedangsari, tepatnya di desa Guyangan. Wisata alam di daerah gunung dengan pemandangan perkotaan ini dilengkapi dengan gazebo-gazebo yang juga memiliki bentuk yang unik, salah satunya adalah bentuk delman atau kereta kencana.  Selain gazebo-gazebo yang memiliki bentuk unik, ada pula jembatan bamboo atau yang sering disebut menara pandang sederhana. Menara pandang ini akan ramai ketika senja tiba, dimana banyak pengunjung yang menggunakanya untuk melihat sunset. Wahana baru yang saat ini masih menjadi viral adalah dibukanya flaying fox terpanjang di Asia Tenggara.
Akses untuk menuju ke tempat wisata Green Vilage Gedangsari atau GVG ini sangat mudah karena saat ini sudah dibangun jalan menuju ke tempat wisata tersebut. Biaya retribusi parkir dan wisata juga cukup terjangkau, hanya dengan membayar Rp.5.000,00 kita sudah bisa menikmati keindahan alam dari GVG. Namun berbeda untuk wahana flaying fox, karena untuk bisa menikmati sensasi terbang dengan flaying fox terpanjang se-Asia Tenggara ini kita harus merogoh kocek sebesar Rp.50.000,00 sebagai biaya asuransi dan transpot dari bawah kembali ke atas.
Tempat wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas lain seperti, mushola sebagai tempat ibadah, pendopo atau aula sebagai rest area, taman bermain untuk anak-anak, dan warung-warung yang menjual makanan serta oleh-oleh khas.

Dengan dibangunnya tempat-tempat wisata baru ini diharapkan Gunungkidul mampu menarik wisatawan bukan hanya dari sektor kelautan atau pantainya melainkan dari wisata alam yang ada di wilayahnya. (NY)
Read more ...

Senin, 08 Mei 2017

Si Cantik Waduk Tempuran


Waduk Tempuran adalah sebuah waduk yang terletak di Tempuran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Waduk Tersebut menyajikan keindahan yang meyatu dengan alam dengan akses jalan cukup mudah meskipun kurang rapi dan banyak bebatuan. Kondisi jalan tidak akan membuat wisatawan menyesal berkunjung karena sesampainya di waduk, pemandangan yang disajikan cukup memuaskan hati. Waduk Tempuran bukan hanya sekedar waduk biasa karena cocok menjadi wisata popular karena keindahannya dengan luas mencapai 4.675 Ha benar-benar menyajikan suasana yang tenang dan romantic. Artinya, waduk ini sangat pas sebagai setting pasangan muda-mudi yang ingin menikmati romantisme masa muda. Kalau yang jomblo bagaimana ya?? Hmm.... tak perlu risau bagi yang jomblo bisa ajak temen atau sahabat semacam friendshit gitu eh.. salah friendship maksudnya (ajak penulis juga bisa eh).
Sesuai dengan namanya, waduk merupakan pembendungan sungai yang bertujuan menyimpan air. Jadi bagi yang belum tau waduk itu apa, datang langsung saja ke waduk Tempuran. Kenapa waduk Tempuran? Karena waduk tersebut bukan hanya sekedar bendungan, namun bendungan istimewa yang menyediakan perahu bagi wisatawan yang ingin mengarungi lautan (read: waduk). Kita bisa memilih untuk mendayung sendiri atau menggunakan mesin. Bagi yang suka memancing, Waduk Tempuran juga tempat yang cocok untuk pecinta ikan (read: suka memancing). Seusai memancing dan main perahu pasti wisatawan akan merasa lapar. Nah, tenang aja, ada banyak warung di sepanjang tepi waduk yang menyediakan makanan dengan bahan utama ikan. Bagi yang memancing dan mendapat ikan bisa dimasak langsung di sana, dengan begitu akan terasa ikan yang segar benar-benar hasil jerih payah sendiri.
Bagi kalian yang tidak suka turun langsung ke air (main perahu dan memancing), kalian bisa selfie-selfie di spot-spot yang cocok untuk pengabadian momen kalian di sana. Selain itu, kalian bisa mampir ke WDB (Warung Duwur Blora) yang notabene merupakan wisata lain yang berada di Blora. Hanya membutuh waktu sekitar 15 menit menuju WDB jika ditempuh dari Waduk Tempuran. Sebelum menuju WDB kalian akan menjumpai kampong dekat waduk, Kampung Bluron. Di sana ada permainan-permainan bagi anak-anak maupun dewasa, jadi kalian tak akan rugi datang ke Waduk Tempuran.
“Lumayanlah untuk nenangin pikiran," komentar Leni Avianty sebagai pengunjung Waduk Tempuran. So Guys jangan sampai kamu gak wisata ke sana ya. (EA)


Read more ...

Minggu, 07 Mei 2017

Elang UNTIDAR, Transportasi Alternatif Magelang


Elang UNTIDAR: Transportasi alternatif berbentuk 
                                mobil listrik buatan Untidar.
Sabtu (06/05) kemarin Universitas Tidar (Untidar) telah resmi luncurkan prototype mobil listrik “Elang UNTIDAR” pada Magelang Fair 2017 yang berlangsung di alun-alun Kota Magelang. Meskipun masih banyak kekurangan, Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T., Ketua Tim Mobil Listrik, berharap mobil ini nantinya mampu menjadi transportasi alternatif bagi masyarakat Magelang.
Masih banyak kekurangan yang harus dikoreksi serta dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari prototype ini menjadi sarana transportasi alternatif di Kota Magelang,” tuturnya.
Elang UNTIDAR” memiliki panjang 260 cm dengan tinggi 70 cm. Mobil ini mengandalkan tenaga listrik dari 4 accu yang dirangkai secara seri dengan total daya 48 volt.
Dalam pngerjaan mobiil listrik ini, Sigit yang juga merupakan dosen D3 Teknik Mesin UNTIDAR menggaet 4 mahasiswa yaitu Lukman N.H., Bangkit Hendra Pratama, Setya Pambudi, dan Nurofik. Proses perakitan mesin dimulai bulan Februari-April 2017, sedangkan body mobil dibuat awal Mei 2017.
Desember 2016, kami sudah mulai membahas konsep awal seputar tinggi, bahan serta steering dengan tujuan membuat rangkaian komponen seringan mungkin sehingga kecepatan mobil bisa maksimal,” jelas Lukman.
Kecepatan maksimal yang mampu ditempuh "Elang UNTIDAR" diperkirakan mencapai 50km/jam. "Elang UNTIDAR" pun  tidak memerlukan waktu lama dalam pengisian daya. Dengan waktu kurang dari 30 menit, daya sudah terisi penuh dan mobil siap untuk dioperasikan. "Kecepatan maksimal diperkirakan mencapai 50 km/jam. Pengisian daya ulang juga tidak terlalu lama, kurang dari 30 menit,” tambah Lukman.
Selain mobil listrik, UNTIDAR juga menampilkan inovasi lainnya seperti mesin penetas telor, robot elang, kran wudhu otomatis, electroplating (penyepuh besi), mesin bubut otomatis, arm robotic serta pakan ternak organik.



Read more ...

Berhasil Kantongi Dua Medali untuk UMP, Fera Akui Jarang Berlatih

DUA MEDALI: Fera Agustin, pebulutangkis asal UMP bawa pulang 
                       dua medali sekaligus dalam POM RAYON III Jateng 
                       pada pertandingan ganda campuran dan ganda putri, (6/5).
Magelang - Fera Agustin, mahasiswi asal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama kedua rekan di dua timnya, Mara Fadilla pada ganda putri dan Rahmanda Putra pada ganda campuran berhasil mengantongi dua medali dari pertandingan bulu tangkis sebagai salah satu cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) RAYON III Jawa Tengah yang berlangsung di Gor Djarum Magelang sabtu  (6/5).  Medali yang mereka dapatkan yakni perak untuk ganda putri dan emas untuk ganda campuran. Meskipun pulang dengan membawa dua medali untuk almamaternya, Fera, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Biologi semester VI tersebut akui tak sering berlatih untuk menghadapi POM RAYON III kali ini karena aktivitas kuliah yang padat.
“Kurang persiapan karena sama-sama sibuk kuliah. Latihannya juga satu minggu cuma dua kali,” tutur Fera
Pasangan ganda campuran, Fera dan Rahmanda asal UMP tersebut berhasil taklukkan pasangan asal Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Sekar Ajeng Wulandari dan Tegar Dirgantara, dengan skor 19/21, 21/18, 22/20. Sedangkan pada ganda putri, Fera dan Mara harus berbesar hati menerima kekalahan dari pasangan ganda putri asal  AMIKOM Purwokerto, Naeda Fitrikhatun Latifah dan Sri Indriani dengan skor 21/13, 21/12.
Berhasilnya Fera bersama kedua rekannya di tim ganda putri dan ganda putra membawa pulang dua medali tidak hanya sampai di situ. Mereka bertiga nantinya akan membawa nama UMP untuk maju ke Pekan Olahraga Daerah (POMDA) Jawa Tengah di Semarang. Sebelumnya, Fera juga telah tercatat sebagai mahasiswa penyumbang emas di universitasnya pada POM RAYON III Jawa Tengah 2015 lalu di Universitas Pekalongan pada Cabang Olahraga Bulu Tangkis untuk ganda putri.
POM RAYON III Jawa Tengah kali ini berlangsung di Magelang dengan Universitas Tidar (Untidar) dan Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang sebagai tuan rumahnya. Kegiatan tersebut mencakup 11 cabang olahraga yakni tenis meja, tenis lapangan, bola voli, futsal, basket, bulu tangkis, taekwondo, pencak silat, catur, dan karate. Untidar sendiri mengirimkan 129 atlet yang terdiri atas enam atlet tenis meja, tiga atlet tenis lapangan, 24 atlet bola voli, 30 atlet futsal, 24 atlet bola basket, lima atlet bulu tangkis, 16 atlet taekwondo, 13 atlet pencak silat, empat atlet catur, dan empat atlet karate. (Flo/Choi)


Read more ...

Senin, 01 Mei 2017

Laguna nan Mempesona

Sumber: Mistiyah (Mata Photos)
Hai kawan, nggak terasa ya sekarang udah ujian aja nih, habis ujian mau ngapain yaa? Pastinya ingin dong refresh otak sebentar sekadar buang penat yang udah lama tertahan di kepala. Nah, kira-kira mau kemana nih guys?
Bagi kalian yang hobi main ke pantai, nggak ada salahnya berkunjung ke Kebumen. Kebumen memiliki ragam wisata yang lengkap banget. Selain ada pantai,  ada juga goa, pantai di bawah bukit, bukit langit, dan masih banyak lagi.
Coba deh hunting untuk menyambangi salah satu pantai di Kebumen, pantai yang mempesona, “Pantai Laguna”. Dijamin bakal buat kalian nyaman, fresh, dan enjoy.  Kepuasan yang kalian dapatkan di pantai ini tak akan kalian dapatkan sepertihalnya di pantai-pantai lain.
Pantai ini berlokasi di Lembupurwo, Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Hanya dengan tiga ribu rupiah untuk biaya masuk, kita langsung bisa menikmati keindahan Pantai Laguna. Setelah sampai di lokasi, kita bisa menitipkan kendaraan di tempat parkir yang sudah disediakan. Pantai Laguna menyuguhkan pasir putih yang sangat menawan. Menggoda kita untuk menyentuh dan bermain dengannya. Tentunya bisa juga melihat pemandangan yang sungguh luar biasa yaitu ita bisa melihat pantai tanpa ada halangan apapun di depan mata.
Kira-kira butuh waktu 5 menit dengan berjalan kaki agar sampai di spot yang menjadi idaman bagi semua pengunjung. Spot ini berupa jembatan yang menghubungkan daratan pantai dengan pasir putih yang berupa bukit. Semakin menarik karena jembatan dicat dengan warna yang begitu ceria yang membuat siapa saja ingin berfoto. Dilengkapi dengan ornamen-ornamen bunga yang semakin mempercantik jembatan penghubung ini.
Sesampainya di seberang, kita bisa langsung berjalan ke atas menaiki tangga yang terbuat dari ban bekas mobil yang diisi oleh pasir kemudian disusun berundak layaknya tangga yang terbuat dari kayu. Saat kita melewati tangga, akan terlihat tulisan “Laguna” yang semakin memperindah pantai tersebut. Sesampai di atas, kita bisa mencari tempat duduk di bawah pohon kelapa, untuk melepas lelah setelah menaiki bukit. Selain itu, juga untuk menikmati indahnya pemandangan yang telah Tuhan ciptakan. Sungguh, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan? J J

So, tunggu apalagi? Yuk, segera atur jadwal liburan kalian guys. Kunjungi Pantai Laguna yang menyuguhkan keelokan pantai yang menawan. Buktikan sendiri! (MIS)
Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com