Responsif, Progresif, Produktif


Breaking News

welcome

Selamat Datang di website Resmi LPM MATA UNTIDAR | Salam Pers Mahasiswa | update terus di www.lpmmata.com | Kunjungi official account kami | Instagram: @lpmmata_untidar | Youtube: LPM MATA UNTIDAR

Sabtu, 29 Oktober 2016

Jadi Komika Terbaik, Alex Akui Pertama Kali Jajal Stand Up

Jadi Komika Terbaik, Alex Akui Pertama Kali Jajal Stand Up
Bulan Bahasa: Alexandro Niha, mahasiswa Fakultas
                           Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
                           Program Studi Pendidikan Bahasa
                           dan Sastra Indonesia (PBSI)
                           semester 5, pemenang Lomba
                           Stand Up Untidar yang dihelat FKIP
                           kemarin, Kamis (27/10). (Mata Photos)
Untidar- Jadi pemenang dalam hal membuat lucu orang seperti Komika pada Stand Up, pasti karena orang tersebut sudah terbiasa. Namun ada yang berbeda dari Alexandro Niha, Jawara Lomba Stand Up Untidar yang dihelat kemarin, Kamis (27/10). Laki-laki yang kerap disapa Alex, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) semester 5 tersebut akui baru pertama kali mencoba menjadi Komika.
“Saya belum pernah ikut stand up seperti itu, ini juga baru petama kali coba-coba dan menang. Itu salah satu kebanggaan saya,” terang Alex.
Meskipun baru pertama kali, mahasiswa asal NTT tersebut ternyata sudah mempersiapkan diri dengan matang. Ia mengaku usai mengetahui pengadaan Lomba Stand Up Untidar dan akhirnya mendaftarkan diri mewakili Kelas 5 A, ia sering berlatih di depan cermin setiap malamnya.
“Setiap malam saya latihan untuk materi-materinya sambil bercermin,” jelasnya.
Lomba Stand Up Untidar yang berlangsung di Auditorium Untidar ini merupakan salah satu serangkaian kegiatan peringatan Bulan Bahasa yang diagendakan oleh FKIP. Lomba semacam ini menjadi warna baru bagi sejarah pengadaan lomba yang ada di Untidar. Trend Stand Up Comedy yang tengah booming akhir-akhir ini, menjadi salah satu faktor yang menjadi dasar pemikiran pengadaan lomba tersebut.
“Sekarang kan sedang booming, sehingga saya tidak ingin mahasiswa tetap pada koridornya melainkan yang diharapkan adalah mahasiswa mampu menyeimbangkan dengan gejoak yang ada di dunia luar,” Retma Sari, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua Panitia Lomba Stand Up Untidar BBF, memaparkan.
Tak hanya sebagai trend masa kini, pengadaan lomba seperti ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan talenta-talenta yang ada pada diri setiap mahasiswa.
“Saya melihat ada beberapa mahasiswa atau bahkan mungkin malah banyak mahasiswa yang sebenarnya mempunyai hidden talent, tetapi belum ada pengeksporasian dan belum ada wadah untuk mengembangkan itu,” tambah dosen yang mengampu di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Tidar salah satu juri yang juga merupakan Komika yang tergabung dalam Komunitas Stand Up Magelang, sepaham bahwa acara seperti ini dapat dijadikan ajang bagi mahasiswa dalam mengembangkan diri.
“Kebanyakan peserta belum pernah nyoba stand up, tapi itu bagus untuk pengembangan diri mereka,” tuturnya.
Bukan saja untuk pengembangan diri bagi mahasiwa yang memiliki talenta-talenta yang masih tersembunyi, Lomba Stand Up Untidar yang diikuti kurang lebih 38 yang rata-rata berasal dari mahasiswa FKIP ini mengajak bersama-sama untuk tertawa dengan cerdas, seperti tema yang diusung yakni “Let’s Laugh Smart”. Definisi tertawa dengan cerdas di sini bukan berarti ketika ingin tertawa harus melalui proses belajar terlebih dahulu, melainkan peserta diharapkan mampu mengajak tertawa dengan cara yang sopan sehingga apa yang ditertawakan tidak membuat pihak lain dirugikan dan menyakiti perasaan.
“Cenderung ke kontennya. Ketika berbicara sebetulnya ada sopan santunnya dan cara-caranya. Tidak dalam bentuk vulgar atau mungkin bisa menyakiti dan hanya sekedar berbicara,” tambah Retma.

Selain Alex, peserta lain yakni, Weka Kanaka, Akhmad Syaiful Anas, Hanifah Indriastuti, Rohi Rohadi, dan Titis Ardyasti, menjadi sederet nama yang merupakan juara-juara umum dan juara harapan yang nantinya akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut. (Flo/Lpm Mata)
Read more ...

Rabu, 26 Oktober 2016

Singkirkan 200 Peserta, Dewi Sabet Predikat Ranking Satu

Bulan Bahasa: Maryam Alvi, Khamimah, dan Sang Ranking Satu
                           Cermat Berbahasa Indonesia, Dewi Puji Lestari,
                           ungkap perasaan usai ikuti Lomba Cermat
                           Berbahasa Indonesia. (Mata Photos)
Untidar-Tak menyangka, inilah yang dirasakan Dewi Puji Lestari, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) semester 3 yang akrab disapa Dewi tersebut, tatkala mengetahui dirinya lah yang menjadi mahasiswa penyandang predikat Ranking Satu Cermat Berbahasa Indonesia dengan menyingkirkan kurang lebih sejumlah 200 peserta pada Lomba Cermat Berbahasa Indonesia kemarin, Selasa (25/10).
“Senang dan nggak nyangka, karena sebelumnya nggak ada persiapan apa-apa,” ungkap mahasiswa asal Temanggung tersebut.
Lomba Cermat Berbahasa Indonesia yang dihelat oleh FKIP Universitas Tidar (Untidar) merupakan salah satu serangkaian kegiatan yang diagendakan pada perayaan Bulan Bahasa tahun ini. Lomba Cermat Berbahasa Indonesia ini sedikit berbeda dengan konsep tahun-tahun sebelumnya yang juga sempat menjadi salah satu kegiatan yang diagendakan pada perayaan Bulan Bahasa tahun lalu. Bukan lagi dalam bentuk Lomba Cerdas Cermat bergaya konvensional, Lomba Cermat Berbahasa Indonesia kali ini dikonsep seperti salah satu program yang ada di televisi.
“Gaya konvensional memakan waktu. Konsep rangking satu ini lebih sedikit memakan waktu dan dapat melibatkan lebih banyak mahasiswa,” terang Rini Estiyowati, M.Pd., Ketua Panitia Lomba Cermat Berbahasa Indonesia, ketika ditemui di Auditorium Untidar usai pelaksanaan lomba.
Dewi, Sang Predikat Ranking Satu Cermat Berbahasa Indonesia pun turut merasakan perbedaan pelaksanaan Lomba Cermat Berbahasa Indonesia pada tahun ini.
“Menarik. Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Lebih melibatkan mahasiswa, bahkan dosen ikut serta dalam perlombaan,” ujarnya.
Sebelum berhasil menyandang predikat Ranking Satu, Dewi harus menguji kecermatannya dalam berbahasa Indonesia bersama dua peserta lainnya yang berhasil bertahan, yakni Maryam Alvi dan Khamimah. Setelah melalui beberapa soal pengetahuan perihal kebahasaan dan menyisakan Dewi serta Khamimah sebagai dua peserta terakhir yang bertahan dan harus berduel, Dewi akhirnya mampu mengungguli dan sabet Predikat Ranking Satu ketika sampai pada pertanyaan ke 15 dari 55 soal yang telah disediakan oleh panitia.
Penganugerahan pemenang Lomba Cermat Berbahasa Indonesia akan dilakukan pada Pentas Seni Bulan Bahasa FKIP Jum’at mendatang, (30/10).

“Adanya Bulam Bahasa ini, semoga mahasiswa dapat menyalurkan bakat melalui lomba-lomba yang diadakan dengan cara ikut serta dalam perlombaan,” pungkas Dewi. (Flo/Lpm Mata)
Read more ...

Lomba Drama Pendek dan English Drama Competition Jadi Media Mahasiswa Praktikan Teori Drama

Untidar-Menyadari perlunya praktik disamping ajarkan teori, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (Untidar) helat Lomba Drama Pendek dan English Drama Competition sebagai media mahasiswa praktikan teori-teori drama yang sudah didapat.  
“Ini adalah media untuk mahasiswa. Karena teori saja tidak cukup,” begitulah ungkap Dzikrina Dian, M.A., Ketua Panitia Lomba Drama Pendek, ketika ditemui usai acara dihelat.
“Jadi drama tidak hanya sampai di naskah,” tambahnya.
Alamak Oey Grup: salah satu grup, peserta
                                    Lomba English Drama Competition
                                    foto bersama usai pentaskan drama.
                                    (Mata Photos)
Salah satu serangkaian kegiatan Bulan Bahasa yang diagendakan oleh FKIP Untidar ini dirasa menjadi tempat para mahasiswa dan dosen berkumpul sebagai keluarga tanpa memandang status yang disandang masing-masing. “Semua duduk bersama, sama rata, sama rasa, sama duduk,” Dzikrina menambahkan.
Lomba Drama Pendek dan English Drama Competition berlangsung kemarin, Senin (24/10). Lomba Drama Pendek diikuti oleh 8 grup yang telah lolos seleksi naskah dari sebelumnya berjumlah 13 grup. Sedangkan English Drama Competition diikuti oleh 5 grup yang telah lolos seleksi naskah dari sejumlah 7 naskah yang diterima.
Setiap naskah dari masing-masing grup yang telah lolos tahap seleksi dan berhasil dipentaskan merupakan naskah dengan kisah yang mengangkat tentang budaya Indonesia. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung oleh Bulan Bahasa FKIP yakni, “Memperkukuh Kecintaan dan Kebanggaan Generasi Muda terhadap Bahasa dan Budaya Indonesia”.
Lomba yang berlangsung di Auditorium Untidar ini menjadi tempat mahasiswa latih kepercayaan diri. Disamping itu, mahasiswa mampu mengapresiasi karya sastra dengan menampilkan sebuah pementasan drama. “Kami ingin mahasiswa mengapresiasi karya sastra melalui pementasan drama,” sambung Atsani Wulansari, M.Hum., Ketua Panitia English Drama Competition.
Meskipun tidak mengkhususkan disasarkan kepada mahasiswa FKIP, secara keseluruhan peserta lomba ini merupakan mahasiswa yang berasal dari FKIP. Pelaksanaan lomba yang berbarengan dengan adanya Ulangan Tengah Semester (UTS) menjadi salah satu faktor yang meyebabkan mahasiswa dari fakultas lain yang ada di Untidar  terpaksa berhalangan untuk turut berpartisipasi merayakan datangnya Bulan Bahasa yang dihelat oleh FKIP Untidar yang diagendakan akan berlangsung selama kurang lebih dari Senin-Minggu, (24-30/10).

Masing-masing pemenang yang menyandang juara satu, dua, dan tiga pada lomba, baik Drama Pendek maupun English Drama Competition ini akan diumumkan saat Pentas Seni Bulan Bahasa pada Jum’at mendatang, (28/10). (Flo, LPM MATA)
Read more ...

Kamis, 20 Oktober 2016

System Slim, Cara Efektif Fasilitasi Mahasiswa Cari Referensi

Workhop SLIM: Workshop Sistem Perpustakaan dan Sosialisasi
                               E-Book dan E-Jourmal. (Mata Photos)
Untidar, Lpmmata.com-red-Perpustakaan Universitas Tidar (Untidar) akan terapkan SLIM (library management system), sejenis perangkat lunak untuk memanajemen perpustakaan. Dra. Sri Haryati, M.Pd. ungkap di depan 250 peserta yang sedang berkumpul di Auditorium Universitas Tidar (Untidar) tatkala mengikuti Workshop Sistem Informasi Perpustakaan & Sosialisasi E-Book dan E-Journal pagi tadi, Kamis (20/10), bahwa System SLIM merupakan cara efektif untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memperoleh referensi sesuai dengan bidang keilmuannya.
Setelah sistem manajemen perpustakaan yang pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional, Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan Nasional ini berjalan, seluruh dosen Untidar diharapkan ikut serta dalam mendukung dan mengembangkan sistem dengan cara mengunggah hasil penelitianya. “Dosen diharapkan selalu berkarya sebagai upaya memfasilitasi mahasiwa mengembangkan keilmuanya,” ungkap Rektor Untidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd., tatkala beri sambutan.
Dalam satu tahun terakhir Perpustakaan Untidar mencatat adanya peningkatan pengunjung dan pembaca di kalangan mahasiswa sebanyak 1000%. Namun, yang sangat disayangkan prosentase kunjungan dosen ke perpustakaan hanya 3% dalam satu tahun terakhir. “Prosentase kunjungan dosen ke perpustakaan hanya sekitar 3% dalam satu tahun terakhir, mungkin karena kesibukan dari teman-teman dosen,” jelas Sri Haryati.
Meskipun mengalami peningkatan, dewasa ini mahasiswa lebih senang mencari buku elektronik daripada buku cetak. Maka dari itu dosen harus mampu menyebarluaskan buku ajarnya melalui media elektronik seperti e-journal. Selain mempermudah mahasiswa dalam mencari referensi, hal itu juga berdampak baik untuk meningkatkan rangking perpustakaan Untidar di webomatrik.

Semakin banyak karya yang diunggah oleh teman-teman dosen, maka peringkat website Perpustakaan Untidar juga akan meningkat,” jelas Hendro Wicaksono, SLIMS Lead Developer, ketika sampaikan materi. Hendro juga menghimbau kepada seluruh warga Untidar untuk benahi perpustakaan agar menjadi perpustakaan yang efektif dan relevan agar dapat meningkatkan elektabilitas dan prestasi akademik Untidar. Mari bersama-sama berbenah untuk membangun Perpustakaan Untidar, perpustakaan yang relevan dan efektif dalam upaya meningkatkan elektabilitas dan prestasi akademik Untidar,” pungkasnya. (Lil) 
Read more ...

Jumat, 14 Oktober 2016

27 Mahasiswa Sumatera deklarasikan Himpuanan Mahasiswa Sumatera “HIMATRA”


Deklarasi Himatra: 27 Mahasiswa Deklarasikan HIMATRA
                             bersama Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan
                             (LPM Photos)
U
niversitas Tidar -  27 Mahasiswa Sumatera Universitas Tidar adakan deklarasi Himpuanan Mahasiswa Sumatera “HIMATRA” di Auditorium Universitas Tidar kemaren (13/10) pukul 18.00 WIB .
Acara dibuka dengan Tarian Sigeh Pengunten oleh beberapa mahasiswa, dilanjutkan acara potong tumpeng dan penandatanganan dokumen deklarasi langsung oleh Rektor Universitas Tidar Prof. Cahyo M.Pd, Wakil Rektor III Drs. Bambang Kuncoro. M.si, dan beberapa Dosen Universitas Tidar khususunya dosen yang berasal dari Pulau Sumatera turut menghadiri deklarasi tersebut. Perwakilan ikatan keluarga mahasiswa, UKM, HMJ, BEM Fakultas, dan BEM Universitas juga menjadi salah satu tamu undangan.
Ditanyai disela-sela acara, Ketua Panitia deklarasi Himpunan Mahasiswa Sumatera Bowo mengatakan  latar belakang diadakannya acara deklarasi Himpuanan Mahasiswa Sumatera adalah untuk memperkenalkan budaya Sumatera, selain itu juga untuk menjaga tali persaudaran diantara mereka.
“Kami  sendiri pertama ngadain acara ini, intinya memperkenalkan budaya Sumatera  di  Jawa, khususnya di Tidar. Intinya kami disini ingin menunjukan kami tuh ada di Universitas Tidar. Kami juga disini mengundang ada HMJ dan teman-teman saudara dari daerah-daerah lain untuk silaturahmi. Ya kami walupun dari jauh, kami ingin disini juga dikenal. Walaupun kami jauh kami ingin nggak saling ada jarak. Kita sama-sama mahasiswa, kita yang dari sumatera  bergabung disini untuk menjalin silaturohmi” tambahnya.
Menurutnya, diharapkan dengan adanya acara pendeklarasian Himpunan Mahasiswa Sumatera yang baru berdiri berdiri 16 september 2016 lalu ini dapat menarik perhatian temen-teman dari sumatera untuk bergabung.
“kami juga berharap dengan acara ini kami mampu menarik temen-teman dari sumatera untuk bergabung agar lebih banyak” pungkas Bowo, Ketua Himatra. (Ita)


Read more ...
Copyright© 2016 Designed By Fery Firmanda.. FeryZone dot Com